Feeds:
Tulisan
Komentar

Horee sebentar lagihandphone lebaran…, dan ini tentunya disambut gembira, namun bagi saya lebaran kali ini mesti disambut dengan ucapan horee yang dua kali yaitu horee..horee…, karena selain gembira karena datangnya kemenangan setelah sebulan menahan (sedikit melawan hawa nafsu ) horee yang kedua saya tujukan untuk HP saya yang sudah beberapa bulan ini bersedih. Nah lho?
Entah mengapa, dari dulunya saya punya penyakit agak cuai (lalai ) terhadap barang barang yang saya miliki, maka tidak heran saya selalu mengalami kehilangan, ya buku, ya baju bahkan barang barang berharga seperti gelang, anting dan HP. Sifat ini sesungguhnya membuat saya sedih, kesal dan malu ( he he he) karena selalu membuat saya mendapatkan omelan dari orang tua (dan orang lain juga), sifat jelek ini juga membuat saya rugi.
Kehilangan HP juga salah satu hal yang saya alami, hilangnya alat komunikasi ini bisa saja karena emang diambil orang lain (alias dicopet), bisa juga karena saya lupa meletakkannya dimana dan akhirnya ketinggalan. Sifat cuai saya pada HP ini benar benar menganggu selain harta saya berkurang (walaupun hanya HP murah) saya juga selalu kena omel teman. ’’gimana sih kok dihubungi nggak bisa ? ’’ kok veronica terus ? dan sebagai-sebagainya yang kadang kadang saya hanya jawab dengan cengiran saja (ya..mau apalagi).
Dan yang paling penting adalah banyak sekali nomor nomor penting yang hilang karena saya menyimpan nomor tersebut pada phonebook (satu lagi ne kebodohan saya). Akibatnya begitu saya membutuhkan bicara, wawancara pada mereka mereka itu saya kebingungan sendiri dan bukan itu saja saya sering dianggap sombong karena tidak hapal nomor mereka da bertanya ’’ini dengan siapa ya ? …ya..saya tidak begitu pandai menghapal suara orang yang begitu banyak dan nomor mereka sudah hilang juga. Kadnag saya tanya mereka kembali dan jawaban mereka adalah : Lagee?
Nah..dengan lebaran ini biasanya saya banyak mendapatkan sms ucapan selamat lebaran sama seperti halnya ucapan selamat menyambut puasa dan selamat ulang tahun (kalau terakhir ne..berharap namanya), dengan masuknya SMS ini maka otomatis nomor yang hilang dapat saya catat kembali tentu saja dengan catatan mereka menuliskan namnya dibawah ucapan tersebut. Dan dari semua kemalangan saya ini satu hal yang saya senangi adalah saya tidak pernah tukar nomor HP (kalau HP saya hilang saya datangi telkomsel minta nomor yang sama walaupun disambut dengan keheranan petugas karena hampir 3X dalam setahun), dengan nomor yang sama banyak pihak yang tetap bisa mengirimkan saya sms dengan benar dan tepat.
Jadi..lebaran kalipun saya berharap mendapatkan sms yang banyak, karena sebulan sebelum ramadhan ini Hp kesayangan saya bermasalah lagi dan saya harus menggantinya dengan resiko..nomornya banyak yan hilang. Jadi…(kedua kali ne) saya berharap teman-teman, rekan rekan, abang abang saya, kakak kakak saya dan semua pihak….tolonglah kirimkan saya ucapan selamat lebaran (jangan lupa cantumkan nama anda he he he) sehingga phonebook di HP saya terisi lagi..dan saya yakin ini akan dapat menambah ibadah anda he he he eh. Serta meningkatkan silaturahmi bukan?
Akhirnya saya akan ucapakan Horee…horee…lebaran dah tiba ne..makan kue lebaran, dan nomor yang hilang akan kembali, apabila sms lebaran tiba dan nomor sudah saya simpan maka saya akan ucapkan horeee untuk ketiga kalinya. Saya tunggu!

Kampar, 26 Ramadhan 1430 H/16 september 009

Mumpung bulan puasa mungkin bicara minuman cukup menyenangkan, selain bisa menambah semangat untuk menunggu saat berbuka puasa juga menambah salah satu menu yang bisa dijadikan dalam daftar menu buka puasa, saya ingin membicarakan tentang ‘’Dadio’’.

‘’Dadio ‘’adalah sebutan untuk susu kerbau liar yang sudah dipermentasi, susu kuda liar ini bentuknya putih dan kenyal dan rasanya….hmmmmm cukup menggiurkan kalau sudah diolah dengan bahan makanan lain. Dadio ini biasanya dibuat oleh para gubalo (peternak) kerbau atau para peladang, susu kerbau tersebut dimasukkan dalam tabung buluo (bambuu) selanjutnya mengalami proses pembasian sendiri. Bambu ini dipotong dengan ukuran sejengkal lalu diatasnya ditutup dengan dauh pisag kering, aroma bamboo yang khas dan daun pisang kering ini tentunya menambah aroma dan  kelezatan dadio ini, biasanya dadio sudah dapat dikonsumsi sejak satu bulan dimasukkan ke bamboo namun layaknya anggur yang baik semakin lama masa permentasinya maka semakin tinggi mutunya dan semakin lezat rasanya….

Saya tidak tahu apa manfaat susu ini secara ilmiah, namun bagi masyarakat Kampar susu kerbau ini sangat popular apalagi pada zaman dahulu, saya masih ingat waktu kecil Dadio ini selalu menjadi barang wajib dalam hantaran belanja dalam suatu pernikahan. Konon katanya Dadio ini memberikan manfaat besar bagi vitalitas sang pengantin. Benar atau tidak….sayangnya saya tidak tahu pasti.

Namun yang jelas kalau dikaji kaji (ini sok pintarya saya saja lho yaa), memang banyak minuman ’’ penambah perkasa ’’ berasal dari susu hewan liar, seperti susu kuda liar dan sebagainya, mungkin ini bisa menjadi salah satu alasan kenapa dadio yang berasal daro kerbau ini juga diyakini mampu menjadi minuman penambah vitalitas terutama untuk kaum pria (untuk menguatkan tidak ada salahnya mencoba he he he)

Namun yang jelas, tingkat kolesterol minuman ini sangat tinggi, maka dianjurkan bagi yang mempunyai masalah dengan tensi darah atau kolesterol untuk berhati-hati menkonsumsinya apalagi dalam jumlah yang besar. Dadio juga banyak dimanfaatkan untuk obat seperti obat asma, darah rendah dan baik bagi ibu yang menyusui.

Lepas dari itu, Dadio ini menjadi minuman yang khas di Kampar, dan saat ini masih banyak ditemukan di beberapa pasar tradisional dan harganya ..lumyan murah, hanya Rp 4.500/tabung. Dan dari satu tabung bisa dapat banyak minuman atau makanan lho, karena untuk mendapatkan minuman yang lezat Dadio tidak langsung dikonsumsi begitu saja namun diolah  dengan makanan lain, seperti untuk kolak Dadio, dado dicampur dengan santan dan gula merah (lebih enak kalau gula aren asli), takarannya 3:1 artinya lebih banyak santan dan gulanya daripada Dadionya.

Dadio ini bisa juga diolah menjadi sirup, seperti yang tampak dalam gambar dimana sirup yang manis diberi tambahan dadio..kalau dicoba rasanya…hmmmm menyegarkan juga.  Minuman sirup dadio ini sudah dijadikan dinas perindustrian Kampar sebagai salah satu minuman khas Kampar dan dijual dipasar salah satunya menjadi menu di Labersa Hotel di SiakHulu. Penasaran…?  kunjungi saja Labersa.

Namun yang terpenting adalah..bagaimana kita melestarikan ini, untung-untung kalau kita bisa mengembangkannya menjadi lebih baik  seperti minuman yang punya nilai jual yang tinggi, selain bisa meningkatkan minuman khas ini juga bisa membantu masyarakat kita si pembuat dadio……., nah kenapa tidak mencoba untuk menu buka puasa….selamat mencoba

Kampar, ramadhan 1430 H/7-sept-009

Oleh: Hisham Rais

Ha ha ha.. Semuanya sedang terbarai. Retak, pecah akhirnya terbarai. Ketika saya menulis ini muzik latar yang mengiringi ketikan jari saya di laptop ialah putaran muzik Memula Moon versi paling terbaru. Ini versi rap rock parodi counter culture yang cool lagi menggiurkan.

Tiga helai bulu ari dan tiga helai janggutuntuk anak muda yang merekonstruksi Memula Moon. MemulaMoon/ Terang Bulan a.k.a Negaraku a.k.a Negara Kuku kini menjadi top hit yang hampir mencecah satu juta pendengar dan puluhan ribu memberi komen. Angka-angka ini kelihatan terus melonjak. Ratusan ribu Mak Cik Fel da dan Pak Cik Teksi , di seluruh negara – dari Perlis hingga ke Mersing yang tidak ‘connected’ sedang tertanya-tanya – Negara Kuku itu apa? Tiga helai lagibulu ari untuk Namewee. Saya telah lupa entah berapa kali saya telah menulis tentang lagu Terang Bulan ini. Semenjak saya di Universiti Malaya dalam tahun 70′an lagi saya telah menulis dan menerangkan apakah dia si Terang Bulan.

Saya tidak akan lupa bagaimana Concorong Republik Indonesia Bung Karno telah memainkan lagu Terang Bulan ketika Konfrontasi (1963-64). Terang Bulan dimainkan di concorong. Concorong? Apa jadahnya concorong ini? Untuk mereka yang lahir pada zaman Firaun concorong adalah perkataan Melayu untuk radio. Perkataan ini telah saya pelajari sebelum saya belajar sains dan maths dalam Bahasa Inggeris.

Bung Karno memainkan lagu Terang Bulan di Radio Republik Indonesia untuk memperlekehkan Tengku Abdul Rahman seorang budak suruhan Inggeris yang tidak berupaya membuat lagu kebangsaan sendiri. Memang tepat anggapan Bung Karno ini. Bagaimana sebuah negara yang mengelar diri mereka – merdeka – tetapi lagu kebangsaan pun di ciplak. Ha ha ha. Selama 50 tahun penjiplakan ini telah disorok di bawah kopek United Malay National Organisations. Betapa besar pun kopek Rafidah dan kopek Sharizat, penjiplakan ini akhirnya diketahui umum. Memula Moon akhirnya tertonjol keluar apabila kopek-kopek United Malay National Organisations yang semakin mengecut.

Pada satu ketika dahulu lagu Terang Bulan opps. Negara-ku ini dimainkan di panggung wayang. Ini pun ketika saya belum belajar sains dan maths dalam Bahasa Inggeris. Awalnya Terang Bulan dimainkan sebelum filem bermula. Kami kanak-kanak seperti biasa dibuli agar bangun berdiri – kunoon sebagai contoh rakyat patriotik. Kemudian, entah apa berlaku Terang Bulan dimainkan apabila filem selesai diputar. Akhirnya hingga ke hari ini satu hampeh pun tidak ada lagi. Warga telah bosan dengan Terang Bulan.Sebenarnya pada ketika itu dalam panggung wayang tidak ses

iapa yang ambil pot apabila Terang Bulan berbunyi dan bendera Star and Stripes opps salah lagi. apabila bendera Tanah Melayu berkibar. Kami anak-anak sekolah sahaja yang berdiri kerana takut (sic) kalau-kalau cik gu ada sama di dalam panggung. Pak Cik, abang dan kakak langsung tidak ambil pot apabila Terang Bulan berbunyi. Semua ini berlaku ketika beberapa tahun sesudah British meninggalkan Tanah Melayu. Ini di era Firaun belum menjadi Firaun. Ini di zaman surat beranak Mahathir masih di tulis son of Kutty.Ini sebelum Razak Hussein dapat berkenalan dengan Sarimah. Ini pada zaman ada joget lambat selepas perkahwinan anak wakil rakyat Pas. Zaman yang saya katakan ini ialah zaman sebelum kita semua boleh menggoogle. Zaman sebelum Mahazalim dan Mahafiraun menjadi santapan bacaan. Zaman sebelum blog wujud dan menyusahkan Utusan Malaysia dan RTM.

Kini kita telah memasuki zaman pasca moden. Semuanya boleh. Naratif induk tentang dunia ini di wujudkan oleh tuhan dalam masa tujuh hari telahdipersoalkan. Meta naratif tentang Adam dan Hawa hanya dilihat sebagai metafora. Semua naratif boleh di persoalkan. Semua naratif telah berkecai dan terbarai. Tidak wujud lagi pemusatan hegemoni naratif yang menjadi ikutan umat manusia. Kita semua telah ‘connected’ – manusia pasca moden hanya perlu menggoogle untuk mengetahui apa sahaja maklumat dalam dunia ini.

Kerana itu saya dapat mengetahui bahawa Terang Bulan, Negara-ku, Negara Kuku berasal dari lagu Memula Moon. Jika tidak percaya apa yang saya tulis sila google perkataan Memula Moon. Tidak percaya lagi? Sila google perkataan Negara-ku. Masih was was , sila lawati YouTube. Di sini dapat dilihat bukti-bukti sahih tentang asal usul Negara Kuku.

Bukti ini boleh kita semua dapati tanpa perlu berhubung dengan Ghani Patail atau merasuah sesiapa untuk mendengar alunan gesekan biola Memula Moon. Ha ha ha. Lima puluh tahun Projek Malaysia telah terbukti semakin gagal. Apa yang sedang kita semua lihat dan baca hari ini adalah manifestasi dari kegagalan Projek Malaysia. Projek Malaysia ini tidak bertiang, tidak berpaksi dengan kebenaran. Projek Malaysia tidak berdiri di atas fakta sejarah. Projek Malaysia berdasarkan kong kali kong dan klentong demi klentong. Tutup lubang gali lubang.

BUKTI PERTAMA – Malaysia BUKAN 50 tahun. Hari Malaysia BUKAN 3

1 Ogos. Projek Malaysia bermula pada 16 September 1963. Sila google untuk kesahihan fakta ini. Jika TIDAK percaya sila pergi tanya Mat Sabah atau Minah Serawak. Dua wilayah ini memasuki Malaysia pada 16 September 1963 BUKAN 31 Ogos 1957.

BUKTI KEDUA – Tuntutan MERDEKA adalah projek dan tuntutan Persatuan Kebangsaan Melayu Malaya (PKMM). Merdeka BUKAN projek United Malay National Organisations. Projek United Malay Organisations ialah – HIDUP Melayu. (macamlah Tanah Melayu tak ada oksigen)

BUKTI KE TIGA – Kemerdekaan di capai tanpa tumpah darah. BOHONG. Penyokong dan anggota Parti Komunis Malaya, PKMM, Angakatan Pemuda Insaf (API), Angkatan Wanita Sedar ( AWAS), Hisbul Muslimin, Malayan Democratic Union adalah di antara ribuan anak bangsa yang telahmengangkat senjata melawan penjajah British.

BUKTI KE EMPAT – Lagu Negara-ku bukan lagu hasil ciptaan warga Tanah Melayu. Lagu ini adalah ciptaan penyair dan komposer Perancis yang bernama Pierre Jean Berager yang lahir pada kurun ke 19. Beliau yang menulis muzik lagu Memula Moon a.k.a Negara-ku.

BUKTI KE LIMA – Warna bendera Malaysia yang wujud hari ini tidak ada sangkut paut dengan budaya dan asas bumi ini. Bendera yang ada pada hari ini adalah ciplakkan dari bendera Amerika Syarikat. Bendera Langkasuka tamadun Melayu di Lembah Bujang ialah Merah Putih. Warna merah putih ini berkibar sebagai bendera negara Indonesia, Singapura dan di pakai oleh United Malay National Organisations sendiri.

Ha ha ha. Semuanya terbarai kerana kita semua boleh menggoogle,

membaca, menulis dan menonton laman-laman web tanpa disaring oleh hegemoni daulah. Terima kasih Ronald Reagan yang telah menghadiahkan internet kepada dunia. Tiga helai bulu ari untuk arwah Ronald Reagan. Justeru jangan hairan kenapa bendera Malaysia hari ini tidak berkibar. Dirotan, dipaksa dan disaman pun orang ramai TIDAK ambil pot. Rakyat telah muak dengan pembohongan demi pembohongan. Projek Malaysia yang penuh dengan klentong telah kelihatan gagal.

Naratif Malaysia kini sedang di cabar oleh maklumat- maklumat yang bergantang-gantang keluar dari internet. United Malay National Organisations yang terus bersikap esklusif dan possesive tentang Merdekakelihatan terpencil bersendirian. Mereka memukul gendang maka mereka sahajalah yang berjongeng. Sikap dan perangai United Malay National Organisations yang eksklusif dan tidak demokratik ini pasti akhirnya akan membosankan rakyat Sabah dan Serawak. Tidak menghairankan satu ketika nanti rakyat Sabah dan Serawak akan menghidupkan kembali cita-cita asal perjuangan mereka untuk menubuhkan negara merdeka Kalimantan Utara – penyatuan Sabah Serawak dan Brunai. Fakta Kalimantan Utara ini juga telah cuba disurukkan di bawah kopek.

Tetapi dengan wujudnya internet semua fakta akan muncul dengan bantuan Pak Cik saya yang bernama Lebai Google bin Mat Yahoo. Bila rap Terang Bulan terus berputar di lap top saya tersenyum puas. Saman? Tangkap anak muda yang mengkonstruk Memula Moon? Rotan dia? Masukkan dalam penjara? Poorah. Hanya seorang sahaja yang berhak menyaman ia itu manusia yang bernama Pierre Jean Berager. Saman dari kaum keluarga Jean Beranger wajib disampaikan kepada sesiapa sahaja rakyat Malaysia yang masih menganggap lagu Memula Moon ini sebagai lagu Negara-ku.

Apakah saya seorang pengkhianat bangsa kerana menulis perkara-perkara ini ? Apakah saya tidak patriotik? Sila google dan baca apa kata Mark Twain tentang patriotik. Pengkhianat bangsa? Dalam negara yang penuh dengan klentong, penipuan dan pembohongan bercakap benar adalah tindakan yang revolusioner.

(dikutip dari :Milis Lingkar Pena (FLP) DG 5115 Friday, September 4, 2009 12:51 AM dari nursalam.ar@gmail.com dari Pandu Ganesa Date: Aug 31, 2009 10:24 AM Subject: [PasarBuku] OOT: dari budak Melayu)

Tungku Tiga Sajorangan atau Tungku Tiga Sajorangan?

pusat budaya_resize

Dalam adat Kampar ada suatu istilah yang dikenal  dengan Istilah Tiga Tungku Sajorangan dan Tali Nan Bapilin Tigo,  ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan keberadaan tiga elemen penting yang mengatur pemerintahan dan kemasyarakatan di Kampar, tiga elemen tersebut adalah adat  melalui  perangkat adat yaitu Ninik Mamak, Hukum melalui aturan negera dan pemerintah dan Agama melalui alim ulama. Tiga elemen ini merupakan three in One, menyatu dalam kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya dalam mengayomi masyarakat dan menjadi panutan masyarakat.

Namun saya tidak akan membicarakan tentang fungsi dan keberadaan elemen ini, namun mengenai pemakaian kata ’’ Tungku Tiga sajorangan, ’’ karena kata ini sangat familiar dan sering  digunakan dalam berbagai ungkapan dalam pertemuan adat seperti dalam basiacuong pasombahan, pituah dan nasehat adat, pidato pejabat bahkan dalam liputan berita oleh media. Istikah Tungku Tiga sajorangan dan Tali  nan Bapilin Tigo menjadi sangat akrab.

Namun suatu sore saya dalam suatu silaturahmi dengan beberapa pemuka adat di Kampar seorang penghulu dari kenegerian XIII Koto Kampar mendekati  saya dan berkata ’’ Nak saya mau diskusi tentang kata ’’Tiga Tungku sajorangan yang sering kita ucapkan bahkan sering ananda tulis, karena menurut saya itu kurang tepat ’’ujarnya. Saya memberikan perhatian serius dan berkata ’’benarkah?’’.

Penghulu yang bergelar Dt Atin tersebut menjelaskan, maksud yang ingin disampaikan dalam kata ini adalah tiga elemen yang ingin digambarkan menjadi satu, ibarat sebuah tungku yang tidak akan bisa tegak berdiri kalau salah satu tiangnya hilang. Dan Tungku memang selalu terdiri dari tiga tiang sehingga bisa berdiri kokoh dan menopang wadah makanan diatasnya, itulah tiga elemen adat, hukum dan agama yang harus dilaksanakan ketigannya sehingga masyarakat itu menjadi kokoh.

Nah persoalannya adalah pengertian  kata ’’tiga ’’, diketahui bahwa satu tungku harus tiga tiang baru bisa menjadi satu badan jorangan atau sajorangan, maka kalau digunakan kata ’’Tiga tungku sajorangan, ’ maka tiangnya akan menjadi sembilan, karena satu tungku mempunyai tiga tiang maka tiga tungku kalikan dengan tiga tiang maka menjadi sembilan. ’’sehingga saya rasa kata tiga tungku sajorangan adalah kurang tepat namun yang benar adalah… Tungku Tigo sajorangan  artinya satu tungku mempunyai tiga tiang baru bisa menjadi wadah sajorangan ’’ jelasnya.

Alamak…padahal selama ini saya sangat sering mengucapkan atau menulis kata ’’Tiga tungku ’’ bukannya ’’Tungku tiga ’’, seperti memahami fikiran saya Dt Atin mengatakan ’’Tak apa Nanda, karena bukan hanya nanda, banyak spanduk, baliho dan bahkan pidato pejabatpun yang mengucapkan kalimat seperti itu, namun seperti petuah lama sesat ditengah jalan balik ke pangkal jalan….. mulai sekarang perbaiki itu, ’’ujarnya bijak.

Yaa..bagi anda yang mungkin sudah membaca dan melapazkan kalimat itu dengan baik barangkali tulisan ini tidak begitu menarik namun bagi saya ini suatu peringatan agar kedepan saya lebih berhati hati dalam menulis atau mengucapakan kalimat petuah adat.

Dalam perjalanan pulang saya berfikir ; kalau begitu bagaimana dengan penggunaan kalimat ’’Tali nan Bapilin tigo? ’’ karena kalimat ini mempunyai maksud dan mana yang lebih kurang sama dengan Tinga tungku eeh….Tungku Tigo sajarongan, bukankan yang dipilin itu sebenarnya tiga tali bukannya tali yang dipilin sebanyak tigo kali?, tigo tali itu adalah Ninik Mamak, Pemerintah dan Ulama yang harus selalu erat bersatu untuk mengikat persatuan masyarakat, pilinnya boleh berulang ulang kali tidak harus tiga, karena kalau hanya tiga manalah kokoh sampai ke ujung ’’Kalau begitu yang benar adalah ’’Tali Tigo sapilinan atau Tali Tigo nan Bapilin? ’ tanya saya dalam hati. Wah kalu begitu saya masih salah juga selama ini.

Sayangnya Dt Atin bukan bersama saya lagi sehingga saya tidak bisa mengkomfirmasikan jawabannya, atau anda punya jawaban untuk saya?

Kampar, 30 Agust 2009

Berharap Pada Obama

(Tolong..jangan berlebihan..)

20 Januari merupakan hari yang bersejarah bagi rakyat Amerika terutama masyarakat kulit hitam, karena Presiden Amerika yang ke 44 Barack Husein Obama dilantik untuk memimpin negeri itu empat tahun ke depan, kegembiraan itu bukan hanya bagi rakyat saja namun jga seluruh masyarakat dunia, Timur tengah termasuk Indonesia

Obama diharapkan banyak pihak bisa membawa perubahan, terutama dalam konflik yang ada di Timur Tengah saat ini, Irak yang hancur lebur, Afganistan yang kelam dan Palestina yang berdarah diharapkan akan membaik dengan kebijaksanaannya. Ribuan tentara Amerika di Medan Perang, ribuan Istri dan anak anak mereka menunggu janji Obama. Begitu juga dengan krisis global yang ada saat ini, Obama memang diberikan banyak pekerjaan rumah yang harus segera ditanggulanginya di negeranya dan didunia.

Indonesia…Indonesia juga sangat berharap pada Obama, kebijakan luar negeri yang lebih lunak diharapkan lahir dari alumni SD 01 Menteng Jakarta ini, banyak pihak yang meletakkan tumpuannya dipundak Obama sehingga diharapkan bisa membantu Indonesia dalam kondisi yang gila saat ini.

Saya tidak ingin menyalahkan siapapun yang berharap pada Obama, karena sayapun berharap kepadanya..tapi plis….janganlah berharap terlalu banyak Bukankah kalau kita melambung terlalu tinggi..maka akan sakit jatuhnya?

Indonesia dari dulu selalu dibawah ‘’bayang-bayang ‘’Amerika, dalam banyak kebijakan, bahkan kita terkadang menjadi tidak berdaya dalam scenario Negara adidaya itu, mulai dari ekonomi, kebijakan politik bahkan dalam hal beragama, lalu bisakah kita berharap kita akan lepas dari semua itu dengan hadirnya Obama.? Hmmmm agaknya masih perlu banyak bersabar….

Kita memang tidak bisa lepas dari Amerika…dan patut berharap namun jangan terlalu berlebihan, karena amat sangat banyak pekerjaan rumah yang sudah menunggu Obama dan Indonesia..hanya nomor yang entah ke berapa……jadi agar tidak terlalu kecewa.memintalah sewajarnya. Bangsa kita sudah sakit dan jangan tambah kesakitan itu dengan kekecewaan nantinya pada Obama

Kampar, 21 januari 2009

Tulisan Sebelumnya »