Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Waduh….Kok Susah Sekali Keluarnya…. Januari 5, 2013

Filed under: Uncategorized — rinahasan @ 12:11 am

Ini benar –benar pengalaman yang menegangkan dan membuat trauma, bukan pengalaman bertemu dengan hantu atau sejenisnya (kalau yang ini aku juga akan sangat ketakutan), namun pengalaman menegangkan ini adalah susahnya BAB alias buang air besar.

Hehehe jangan beranggapan jorok dulu, kejadian ini kualami minggu lalu. Saat itu sekitar pukul 20.00 WIB, keinginan BAB sangat mendesak, dengan cepat aku ke toilet. Namun walaupun keinginan itu sangat mendesak tapi sangat susah. Bahkan di usahakan berkali-kali sampai berteriak sang hajat tak juga keluar. Bukan hanya itu rasa sakit yang luar biasa di bokong dan paha juga mulai menyiksa. Dan hingga pukul 23:00 BAB juga elum keluar dan rasa sakit semakin kuat. Aku mencoba berbaring dikamar dan menggosok perut dengan minyak angin. Ingin mencari obat pencahar namun tidak ada warung yang tutup.

Walaupun kesakitan aku mencoba untuk tidur, sayangnya gagal, akhirnya pukul 03:0 dinihari barulah BAB yang menyiksa itu keluar, itupun tidak banyak. Peluh dingin besar-besar mengiringi juga proses BAB menyiksa tersebut.

Apa yang terjadi sebenarnya? Penasaran esoknya aku bertanya pada berbagai situs di internet, dan jawabanya mengerikan, dari salah satu situs mengatakan ini disebut dengan sembelit yangd disebabkan pola makan yang salah dan kurang serat. Hehehe aku cengengesa, makan buah? Wah aku memang sangat jarang.

Dari situs lain malah menyebutkan Susah buang air besar (BAB) menjadi salah satu indikator seseorang mengalami penyakit kanker usus besar karena pada umumnya gaya hidup masyarakat di Indonesia kurang memperhatikan kebutuhan makanan yang mengandung serat.

Bahkan data tahun 2008 keganasan kolorektal atau kanker usus besar menduduki peringkat ketiga setelah kanker paru dan kanker prostat pada pria.
bahkan kanker mulut rahim dan kanker payudara pada perempuan. Ihhh ngeri.

Ternyta..masalah BAB saja bisa menjadi masalah dan bahaya, dan inilah yang membuatku ketakutan. Soalnya makan buah dan sayur memang hal yang sulit kulakukan sejak dulu, padahal sudah berkepala tiga begini. Hmmmmm, sepertinya aku harus segera berubah.

2 Januari 2013

 

Oktober 11, 2012

 

Ingat kisruh KPK Versus Polisi baru-baru ini, mengingatkan saya akan lagu Ocu  (daerah Kampar) yang berjudul: Moncik Badasi. Lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi local Kampar Amin Ambo. Walau tidak membahas kelembagaan KPK (karena saat lagu ini diciptakan KPK sepertinya belum ada) namun lagi ini membahas keprihatinan seorang seniman Kampar soal korupsi di negeri ini. Saya akan membahasnya dalam tiga tulisan, dan bagian pertama saya akan menuliskan lirik lagu “Moncik badasi /Tikus berdasi ‘ ini dalam versi bahasa Ocu dan bahasa Indonesia, sehingga bisa memahaminya dengan lebih mudah.

 

MONCIK BADASI

(versi Bahasa OCU)

 

Cubo tengok dek acu, paghangai ughang kini,

Ado  pulo Cu moncik badasi
Inyo masuok lemari, sambil mangowuok piti
Piti rakyat inyo gasak towi

Dana kompensasi untuok ughang musikin
Tapi Ughang kayo nan basoki
Kojo moncik badasi, Inyo mambuek korupsi
Padahal gajinyo nayok towi

Kalau  datanglah kuciong, namonyo pak polisi
Moncik dikughuong gak tigo ayi
Kecek kuciong  polisi, dokek moncik badasi
Kok lai omuo babagi  wang bebas towi

Reff:
Kok condo ko kojonya, pemimpin Indonesia
patutlah naghoyiko dihampai musibah
Pamimpin jadi Moncik, Polisi jadi kuciong
Lamo lamo rakyatnyo jadi kambiong

Cubo tengok dek Acu, Apo puangai kambiong
Halal haramnyo inyo ndak paduli
Tutio dek banyak kini,  parampok jo pamalioong
Karena pemimpinnyo korupsi

Apak hakim mahukum indak lomak caronyo
Ado pulo keadilan baboli
Ninik mamak dikampoung, Kojo manjue soko
Sampai kemenakannyo gigik jayi

Siapo nan mandongau, Lagu nan den Logukan
Ijan  tasingguong ijanla bongi
Iko haanyalah untuok sebagai hiburan
Kalau salah mookaanlah kami

Indak sodo condo  tu… Pemimpin Indonesia
Ado juo Nan membantu kek kami
Ado karidit lunak tuok mambayunyo payah
Dek ogo minyak malambuong towi

Siapapun ughangnyo pemimpin Naghoyiko
Kalau ndak  jujur tangggung la doso
Tobatnya ndak batemo, dek korupsi sangajo
Diakhiratkan masuok narako, Jan diaghokkan masuok sarugo

 

 

Versi bahasa Indonesianya, kira-kira begini:

 

TIKUS BERDASI

(versi Bahasa Indonesia )

 

Cobalah tengok ya abang, perilaku orang saat ini

ado  pulo Cu moncik badasi
Dia masuk lemari, sambil mengambil duit

Duit rakyat yang selalu diambilnya

Dana kompensasi untuk orang miskin
Tapi Orang kaya yang malah mendapatkan
Kerjanya tikus berdasi itu selalu melakukan korupsi

Padahal gajinya selalu dinaikkan

Lalu datanglah Kucing, bernama Pak Polisi
Tikuspun dikurung selama tiga hari
kata Kucing Polisi, kepada Tikus berdasi

Kalau mau berbagi, kamu akan selalu bebas

 

Reff:
Kalaulah  begini kerjanya pemimpin Indonesia
Patutlah negeri ini dihantam musibah

Pemimpinnya jadi tikus, Polisinya  jadi kucing
Lama kelamaan rakyatnyapun jadi Kambing

 

Cobalah Abang perhatikan, Bagaimana kelakuan Kambing
Halal haram Kambing tidak perduli
Itu sebabnya sekarang banyak perampok dan maling
Karena pemimpinnya korupsi

Bapak hakim menghukum caranya juga tidak baik
Keadilan bisa dibeli
Pemuka masyarakat di Kampung, menjual negeri

Masyarakat hanya bisa gigit jari

Siapapun yang mendengar lagu ini
Jangan tersinggung dan jangan marah

Lagu ini hanyalah sebagai suatu hiburan

Kalau salah maafkan kami ya

Memang tidak semua pemimpin Indonesia yang begitu

Ada juga yang baik kepada rakyatnya

Ada kredit lunak untuk rakyat, tapi melunasinya yang susah

Karena harga minyak melambung tinggi
Siapapun orangnya, yang memimpin negeri ini

Kalau tak jujur maka akan berdosa

Tobatnya tidak akan diterima, karena sengaja korupsi

Diakhirat akan masuk neraka dan jangan harapkan masuk surga

*masih bersambung di part-2 ……………………………………..(ditunggu ya)

 

Terbuktilah Sudah: Pilkada Kampar TerAman dan Terbaik November 15, 2011

Putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan yang disampaikan oleh balon Independen dalam pilkada Kampar kamis malam (10/11) membuat lega banyak pihak, lega karena pilkada kampar tidak perlu diulang, lega karena kampar tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk kegiatan demokrasi itu lagi, dan lega rasanya karena Pilkada kampar benar-benar menjadi Pilkada yang aman di Riau dan bahkan menjadi pilkada terbaik di Indonesia.

Sebutan ini rasanya pantas, karena dalam perhelatan pilkada yang digelar beberapa daerah di Riau dalam tahun 2011 ini bahkan tahun sebelumnya, belum ada pilkada seaman dan sekondusif pilkada di Kampar, pilkada kota Pekanbaru misalnya, kota yang berbatasan langsung dengan kampar ini sampai saat ini persoalan pilkadanya belum selesai, malah semakin rumit dan berbelit-belit. Begitu juga dengan pilkada di beberapa daerah lain, bukan hanya persoalan di MK namun aksi demo dan anarkis mewarnai pasca pilkada, dan alhamdulillah kondisi ini tidak terdapat di Kampar.

Dalam perjalanan tahapan pilkada Kampar yang dimulai April 2011 yang lalu, sebenarnya sangat banyak celah yang bisa menimbulkan kerusuhan. Bahkan berbulan-bulan jauh sebelumnya potensi untuk rusuh itu ada, namun sekali lagi, itu hanyalah bibit-bibit lemah yang gagal untuk tumbuh menjadi onar dalam pilkada kampar.

Dalam catatan saya, ada beberapa kali peluang untuk mengubah citra Pilkada kampar menjadi pilkada rusuh, dimulai dari niat pasangan Burhanuddin Husin MM dan Zulher MS untuk maju bersama, karena pada awalnya massa pendukung Sekda kampar tersebut sangatlah menginginkan agar Zulher maju sebagai calon Bupati Kampar. Bahkan salah satu kelompok massa pernah menyampaikan statemen: bahwa mereka hanya akan mendukung Zulher kalau berada di posisi calon Bupati, dan selain posisi tersebut maka dukungannya akan dialihkan ke pasangan lain.

Zulher yang saya yakin sangat menghormati keinginan pendukungnya, ini hanya menyambut dengan senyuman. Dalam acara donor darah di Gunung Sahilan tanggal 30 mei 2011, saat diwawancarai soal itu Zulher dengan tegas menyatakan” Saya kenal betul siapa Burhanuddin Husin dan saya yakin niat baiknya dalam melanjutkan program yang belum diselesaikan pada periode sebelumnya, maka saya Siap untuk mendampingi Beliau dan mengambil posisi sebagai waktil bupati Kampar.

Tentu saja pendukungnya kecewa, protespun terdengar dimana-mana, termasuk dalam tubuh partai Golkar, partai pengusung pasangan ini. Namun Zulher tetap yakin dengan putusannya, hingga akhirnya yang protespun tidak bisa berbuat apa-apa. Burhan-Zulherpun menyatakan diri sebagai pasangan IDEAL dengan koalisi Kampar Bersatu yang didukung oleh tujuh partai politik.

Potensi masalah lainnya adalah ketika tanggal 10 Juni 2011, hanya dua bulan sebelum pendaftaran, ketua KPUD Kampar H Asri Hamzah menyatakan pengunduran dirinya secara mendadak. Ini mengejutkan banyak pihak, karena walaupun Asril Hamzah beralasan kesehatan yang memburuk dan kesibukan sebaga dai yang padat, tetap saja banyak pihak menduga ada konspirasi politik dibelakang semua itu, Asril Hamzahpun digantikan oleh Drs Syafril Abdullah yang diragukan banyak pihak bisa bersikap tegas dalam menolak intervensi pihak lain.

Sebulan usai Asril Hamzah mengundurkan diri, tanggal 25 Juli 2011 sekretaris KPUD Kampar Abdul Rivai digantikan oleh Drs Zulkifili Syukur MA, pergantian mendadak ini kembali mengejutkan banyak pihak, dugaan Zulkifli ditempatkan di KPUD ini agar bisa mengatur kemenangan bagi salah satu calonpun berkembang, sempat ada dua kali aksi sekelompok kecil massa yang mendatangi KPUD kampar menanyakan hal itu, namun lagi-lagi waktu membuktikan kondisi kembali berjalan normal. Syafril Abdullah dan Zulkifli walaupun ditentang dan diragukan banyak pihak, terbukti mampu mengantarkan perhelatan hingga usai.

Potensi masalah lainnya, adalah ketika Jefri Noer menentukan pilihan pada H Ibrahim Ali sebagai wakilnya. Putusan Jefri ini mendapat berbagai reaksi dari banyak pihak, karena kader dari PKS kampar digadang-gadangkan akan mendampingi mantan bupati kampar periode 2001-2006 tersebut. Betapa tidak, PKS lah yang pertama kali menyatakan mengusung Jefri Noer sebagai calon bupati kampar, bahkan disaat partainya sendiri yaitu Partai Demokrat masih meragukan Jefri, PKS dengan tegas dan tekad bulat menyatakan tetap akan mengusung Jefri Noer.

Dukungan tentunya bukan tanpa pamrih, selain sebagai partai utama dalam koalisi, PKS mengharapkan kadernya sebagai calon wakil bupati yang akan mendampingi Jefri, dan ini keinginan yang wajar. Diberbagai pilkada di beberapa daerah, PKS memang selalu menempatkan kadernya sebagai calon wakil bupati, seperti di pilkada Pekanbaru yang menempatkan Ayah cahyadi sebagai wakil mendampingi Firdaus, begitu juga sebelumnya, kader PKS Teguh Sahono mendapatkan posisi wakil ketika berkoalisi dengan Golkar saat mengusung Burhan-Teguh dalam pilkada Kampar 2006. Maka tak heran, kalau harapan yang sama juga ada pada dipilkada 2011 ini. Beberapa nama kader terbaiknya muncul, seperti Syahrul Aidi LC MA yang saat ini menjabat sebagai wakil DPRD kampar, Drs Darmis , Ketua DPD PKS Kampar, Teguh Sahono yang menjabat sebagai wakil bupati dan incumbent bahkan muncul nama Sofyan Syirooj Lc, kader PKS dari Airtiris.

Sayangnya, tidak satupun nama nama kader terbaik PKS itu yang membuat Jefri Jatuh hati meminangnya, malah yang muncul nama Ibrahim Ali, PNS di kantor keimigrasian Batam sekaligus Pengusaha sukses di Batam. Walaupun Ibrahim Ali adalah putra Kampar aslii, yang dilahirkan dan dibesarkan di desa Palung kecamatan Tambang, Namun 80 Porsen masa hidupnya dihabiskan di Batam. Maka Ibrahim Ali adalah newcomer dalam dunia politik di Kampar dan sosok yang sangat tidak populer bagi masyarakat Kampar. Namun Jefri adalah Jefri, yang tetap kokoh dengan pendapat yang dianggapnya benar, maka kandaslah impian PKS mendudukan kadernya di eksekutif untuk periode 2011-2016.

Pilihan Jefri ini membuat banyak pihak kecewa terutama dari kalangan internal dan pendukung PKS, ada opsi PKS akan menarik dukungannya dari jefri. Bahkan dalam satu wawancara dengan awak media, ketua PKS Darmis ditanyai, apakah pilihan Jefri ini akan mengurangi semangat juang PKS memenangkan Jefri?. Dengan kepolosan dan kejujuran seorang ulama, Darmis menjawab: ‘’Munkin akan berkurang sedikit’. Statement Darmis ini segera diluruskan oleh salah satu pengurus PKS dengan bahasa diplomatis, bahwa Ibrahim Ali sudah dianggap salah satu kader PKS. Aksi sikap kecewa sebenarnya pernah ditunjukkan sekali oleh pengurus PKS, yaitu saat pendaftaran calon ke KPUD, PKS sebagai partai pengusung malah tidak turut mengantarkan Jefri-Ibrahim ke kantor KPUD, bahkan dukungan baru mereka teken sehari sebelum masa pendaftaran berakhir. Namun pengurus PKS tetap membutkikan komitmen mereka, dalam masa kampanye dan pemenangan, PKS terbukti tetap memberikan dukungan dan semangat juang yang sama untuk memenangkan pasangan Jefri Noer-Ibrahim Ali. Sekali lagi, potensi rusuh di pilkada teratasi sudah.

Dalam logistik pemilu, potensi kerusahan dalam pilkada muncul dari penetapan DPT, karena dari 486.280 DPT yang ditetapkan oleh KPUD kampar, diduga 5000 lebih diantaranya DPT ganda, Protespun dilayangkan ke Panwaslu kampar yang segera bertindak untuk memverifkasi, akhirnya dari 5000 DPT ganda tersebut, hanya 975 saja yang terbukti ganda. KPUD kamparpun segera mengistruksikan agar PPS yang bersangkutan segera mencek DPT ganda dan hanya mengizinkan satu saja pencoblosan. Walaupun sedikit rumit namun masalah DPT ini akhirnya tuntas -tas -tas dan tidak ada komplein.

Potensi kerusuhan lain adalah, saat penetapan calon terpilih di Labersa Hotel yang dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2011, dimana KPUD kampar menetapkan pasangan H Jefri Noer-Ibrahim Ali sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 125.231 suara atau sebesar 45, 85 % , mengalahkan pasangan Burhanuddin Husin MM yang mendapat dukungan 110.792 suara atau 40,56% dan pasangan Nasrun Efendi-TM Nizar dengan 36.895 suara atau 13,58%. Siapapun yang hadir di labersa Hotel saat itu pastilah cemas, karena saat penetapan hasil suara ini pasangan Burhan dan Zulher tidak ada yang hadir, bahkan tim sukses dan pendukungnya pun tidak menampakkan batang hidungnya. Banyak pihak menduga akan ada bantahan, bahkan ada penolakan besar-besaran.

Ditambah pula pengamanan yang super ketat di hotel termewah di Kampar itu menambah aroma ketegangan yang luar biasa. Namun akhirnya Agus S saksi dari Burhan-Zulher akhirnya muncul dan menyakan mereka menerima perhitungan. Tarikan nafas lega mengirini pembacaan surat keputusan KPUD Kampar nomor : 050/KPT/KPU-KPR-004.435228/10/.2011 tertanggal 14 Oktober 2011 tentang penetapan pasangan terpilih. Kerusuhan karena penolakanpun usai.

Potensi yang terbesar dalam pilkada kampar, adalah adanya gugatan dari pasangan balon independen Hardiman –Indra Putra. Hardiman yang menyerahkan dukungan sebanyak 31.023 ini ternyata yang dinyatakan sah oleh KPUD hanyalah 10.808 saja, masih sangat jauh dari syarat yang ditentukan yaitu 32.000 dukungan. Putra Batu belah kecamatan kampar inipun protes dan menuduh KPUD Kampar tidak melaksanakan verifikasi dengan benar. Maka gugatanpu dilayangkan, awalnya ke PTUN Pekanbaru yang sepertinya tidak memberikan hasil yang memuaskan. Hardimanpun melanjutkan gugatannya ke Mahkamah konstitusi dengan gugatan NO Nomor : 385/PAN.MK/X/2011.

Gugatan Hardiman ini membuat Kampar yang sudah senang dengan akhir pilkada yang manis menjadi gelisah, bagaimana kalau gugatan Hardiman ini dikabulkan MA, haruskah pilkada Kampar bernasib seperti Pilkada Pekanbaru dalam versi yang berbeda?. Maka perhatian politipun tercurah ke gedung MK di Jakarta. Dan akhirnya kamis malam, MK memberikan jawaban bahwa gugatan Hardiman ditolak dan tahapan pilkada Kampar dinyatakan sesuai dengan aturan.

Ini adalah keputusan yang melegakan sekaligus indah, betapa tidak, selain tidak memgharuskan pilkada Kampar diulang, Hardiman sendiri usai putusan sidang menyambutnya dengan legowo. Malah dengan tenang Hardiman menyatakan baginya yang penting bukan kalah atau menang, tapi proses demokrasi yang sudah dijalankan Kampar. Sungguh pernyataan yang romantis dalam politik.

Aman dan tertibnya pelaksanaan pilkada di Kampar memang bukan hanya karena Kampar mampu mengatasi semua celah rusuh itu dengan baik, tapi juga manusia yang mendukungnya juga punya niat baik yang sama. Pihak kepolisian misalnya, menyikapi bijak kondisi dan aura panas yang ada. Ketika salahsatu warga, Najmul Qomar memberikan laporan pencatutan tanda tangan ke mapolres Kampar, Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso dengan santun mempersilahkan Najmul menyampaikan aduan ini terlebih dahulu ke panwaslu. ‘’Ini ranah pilkada dan sudah ada lembaga panwaslu yang menyelesaikannya ‘’ujarnya bijak.

Ketenangan Trio, yang dinobatkan sebagai Kapolres paling cool yang pernah bertugas di kampar, dalam menyikapi potensi rusuh ini juga ditunjukkannya selama tahapan, berulang-ulang kali bahkan sangat sering, Trio bicara pada awak media agar sama sama menciptakan kondisi aman. ‘’Tolong sampaikan pada warga, tolong himbau warga dan semua elemen yang ada untuk menjaga pilkada ini. Tolong minta semua pihak memberikan bukti sayangnya pada Kampar dengan berlaku tertib dan berbesar hati dalam pilkada ini. ‘’. Ucapan tolong ini sangat sering disampaikan Trio dan itu diaplikasikanya pada aparatnya menjelma menjadi kenyataan. walaupun ada beberapa kali aksi demo di KPUD Kampar di Bangkinang, namun segera diatasi dengan baik. Prinsip; “Pendemo Senang, Polisipun Tenang “ benar-benar nyata dilapangan.

Dalam politik tentu semuanya punya ambisi dan kepentingan dan pilkada adalah perhelatan politik. Namun niat baik untuk kebaikan kampar mengalahkan semua itu. Sikap ini ditunjukkan dengan kesatria oleh dua pasangan yang kalah dalam pertarungan seperti pasangan Nasrun-Nizar, yang langsung menyatakan selamat dan dukungannya kepada pasangan terpilih Jefri Noer- Ibrahim Ali. Sikap ini juga ditunjukkan oleh pasangan Burhan-Zulher.

Burhanuddin Husin MM malah membuktikan sikap legowonya, dengan mengusung langsung persiapan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Dalam rapat yang dihadiri seluruh kepala dinas, instansi dan camat se kabupaten kampar ini (9/11) yang lalu, Burhan memastika bahwa acara pelantikan itu berlangsung sebaik dan semeriah mungkin. ‘’Ini adalah tanggung jawab kita bersama, walaupun saya kalah namun saya berbesar hati, karena jabatan bukanlah yang utama ‘’ujarnya.

Burhan juga menjanjikan bahwa hingga akhir pilkada kampar akan menjadi pilkada terbaik se Indonesia. Dengan jujur ia berkata, ibarat ikan, kerusuhan dan tidak aman saat pilkada gantung kepada kepala, kalau kepalanya baik maka ekornya juga akan mengikuti. Dan sebagai kepala, Burhan sudah menunjukkan niat baiknya.

Semua potensi kerusuhan itu berakhir sudah, dan Kampar bisa dengan bangga menyatakan pilkada kamparlah yang terbaik di Riau bahkan di Indonesia saat ini. Memang masih ada sedikit PR yang tersisa, seperti nasib sekretaris KPUD Kampar Zulkifli yang rencannya akan dipolisikan karena memberikan kesaksian palsu. Namun kalau boleh berharap, sebaiknya pihak yang berkepentingan dalam kasus ini juga meniru sikap berbesar hati pihak yang lain hingga pilkada Kampar tidak ternoda.
Karena masih banyak PR-PR lain yang perlu diperhatikan, seperti masih ada 40 % tingkat kemiskinan di Kampar yang perlu diatasi, masih banyak sarana dan infrastruktur yang perlu dibenahi dan masih banyak persoalan lain yang perlu diselesaikan. Dan itu butuh kosentrasi lebih besar.

Walaupun pelantikan belum dilaksanakan, saya ingin mendahului memberikan apreasiasi kepada Burhan-Teguh Sahono yang sudah memberikan sumbangsih yang cukup besar untuk kampar selama lima tahun ini, begitu juga untuk Drs Zulher MS yang sudah memberikan pengabdian tidak terkira kepada daerah selama masa baktinya di kampar. Dan kepada pasangan Jefri Noer-Ibrahim Ali saya sampaikan ucapan selamat memimpin Kampar kembali. Kebesaran seorang pemimpin bukanlah hanya saat ia bisa memenangkan hati rakyat, namun juga saat ia bisa mewujudkan janjinya pada rakyat. Dan kampar menunggu itu.

 

PILIH ANAK LELAKI ATAU ANAK PEREMPUAN????

‘’Iyaa… Mama Angga, anak gadisnya pak Sofyan itu lho…yang masih kelas satu SMP itu ‘’ ujar salah satu perempuan pada temannya, sambil berceloteh riang mereka menuju ketempat bangku taman yang aku duduki. Temannya yang disamping melambaikan tangan dan mengisyaratkan permohonan untuk minta izin duduk bergabung denganku.
Dengan setengah hati aku membalas lambaiannya dan menggeser dudukku segera. Tiga wanita ini segera mengambil tempat duduk, disekeliling meja batu yang dibuat ditengah taman. Ini adalah salah satu hal yang sebenarnya tidak kusukai, berada ditengah para wanita yang suka menggosipkan orang lain. Namun bagaimana lagi, taman ini milik umum dan aku tidak bisa mendominasi tempat duduk sendirian, apalagi ada empat cukup tempat untuk empat orang. Selain itu aku tidak mau mengecewakan Bintang, aku sudah berjanji akan menemaninya dalam acara senam massal ini. Tidak setiap hari aku menemani Bintang disekolah seperti para orang tua TK lainnya, dan aku tidak akan pulang hanya karena gosip mereka ini. Maka dengan separuh ikhlas dan separuh kesal aku memberikan senyum ramah kepada mereka.

‘’Sudah dengarkan Bunda Bintang?, itu lho cerita anaknya pak Sofyan yang kemarin dirapatkan desa ‘’ ujar salah satunya padaku. Aku mengangguk pelan, yaa..mau tidak mau harus terlibat acara infotaimen desa ini. Ibu itu tersenyum prihatin seakan-akan akulah objek yang dibicarakannya.

‘’Sunggu tidak sangka ya, anak yang begitu santun, lemah lembut dan cantik tega berbuat seperti itu. Kalau anak saya begitu munkin saya sudah pingsan karena stress ‘ujarnya mengusap dada. Yah aku juga perihatin dengan kejadian itu. Seorang remaja yang membuat geger kampung karena ternyata sudah hamil enam bulan oleh pacarnya, padahal mereka masih sangat belia.

‘’Saya dengar orang tuanya pingsan kok bu, malah sampai jatuh sakit segala ‘’ ujar temannya yang tadi panggil Mama Angga.
‘’Ya iyalah…orang tua mana yang tidak pingsan kalau anak gadisnya begitu, malah bisa mati berdiri. Mama Angga sih enak, anaknya cowok semua. Nah anakku, dua yang cewek, sudah hampir tamat SD lagi. ‘’ Jawabnya. Perhatianku sekarang terusik.
‘’Memangnya kenapa Bu, kalau anaknya cewek?, apa hubungannya? ‘’tanyaku. Dan kali ini bukan basa-basi.

‘’Duh….. Bunda Bintang ini. Lebih pusing punya anak cewek lho… Punya anak jelek dikatain ndak bisa merawat, punya anak cantik..eh kecil-kecil dah dilirik orang. Trus bagaimana kalau dia pacaran..kitanya ndak tahu. Eee…tiba-tiba hamil. Kan.. kita malu Bunda Bintang. Yang anaknya cowok mah enak, ndak ada resiko apa-apa, tetap utuh, bisa petantang-petenteng sana sini. Lha..Anak gadis kita, walaupun tidak hamil, ya ndak perawan lagi, belum malunya itu lho..bisa ndak laku-laku dia karena orang sudah tahu aibnya , bagaimanapun orang-orang tetap menyalahkan siceweknya..‘ ujarnya nyerocos.

Aku memandangnya sedikit takjub, memang begitukah? Aku yakin Ibu sungguh tidak bicara dari pandangn feminisme sehingga dia meletakkan perempuan sedemikian rupa dibandingkan lelaki. Aku yakin ini hanyalah kecemasan seorang Ibu yang punya dua anak perempuan yang sedang beranjak remaja.

‘’Tapi punya anak cowok juga riskan lho Mama Widya’’ balas Mamanya si Angga tadi. ‘’Coba bayangkan, kalau yang jadi cowoknya anak kita, kita sekolahkan baik-baik, kebutuhannya dipenuhi. Eee..tahunya menghamili temannya sendiri. Mau dinikahin, masih kecil. Jangankan biaya untuk anak bini, untuk diri sendiri masih belum bisa nyari. Kan akhirnya kita juga yang mesti biayain anak istrinya.
Nah itu kalau orang tua cewek itu setuju untuk dinikahin. Kalau ndak…, anak kita dilaporkan kepolisi, trus masuk penjara. Sekolahnya hancur, masa depannya juga suram. Belum lagi kalau dipenjara itu dipukuli atau dianiaya. Duh..saya malah ngeri bu…selama ini kita menjaganya hati-hati bahkan dari gigitan nyamuk, sekarang malah harus mendekam dengan segala siksaaan dipenjara. Belum lagi kalau mereka narkoba, ngebut-ngebut dijalan trus pulangnya sudah jadi mayat, jangankan makan, hiduppun rasanya tidak bisa ‘’ urainya panjang lebar. Sekarang saya yang malah menatap mereka berdua dengan pandangan terpana, sungguh mengerikan.


‘’Bunda Bintang bagaimana ‘’ tanya Mama Angga mengagetkanku dari keterpanaan itu. Dan jujur saja saya bingung harus menjawab bagaimana.
‘’Saya senang punya anak lelaki, seperti Bintang. Munkin karena saya hanya punya satu anak saja. Namun kalau diberi rezeki anak lagi, saya ingin anak perempuan. Soalnya baju dan bando anak cewek cantik-cantik ‘’jawabku pelan. Aku tahu mereka bingung dengan jawaban yang asalan, dan tidak ada korelasinya dengan pertanyaan mereka. Untunglah Yunita, salah satu dari mereka yang dari tadi diam saja membantuku.

‘Bagi saya..punya anak perempuan dan laki-laki sama bahayanya Mama widya, karena mereka sama sama punya peluang untuk berbuat hal seperti itu. Kan ndak munkin ada yang hamil tanpa menghamili, soal narkoba atu ngebut di jalanan, sekarang bukan hanya anak lelaki lho..anak perempuan juga banyak yang begitu ‘’.

‘’Tapi masih mending anak lelaki Bu Yunita, kalau anak kita cewek masih diancam dari orang sekitarnya. Kan sekarang kita dengar ada ayah yang cabuli anaknya sendiri, bahkan ada kakek yang hamili cucunya, ih..ngeri ‘’ Jawab Mama Widya Ngotot.
‘’Yee..sama aja Mama Widya, anak lelaki juga sering disodomi ama anak tetangga, diajarin merokok, bahkan banyak yang jadi preman ‘’ jawab Mama Angga tak kalah ngotonya.
‘’Makanya itu tergantung kita semua, para orang tuanya ‘’ jawab Yunita Menengahi.

‘’Kita memang tidak bisa lengah, saat ini ada komputer dengan internet yang bisa membuat anak kita menonton apa saja. Sekarang ada film dan video porno yang dijual bebas. Belum lagi narkoba yang dijual dimana saja mulai dari harga murah sampai harga mahal. “. Yunita menarik nafas, mencoba melihat reaksi dua wanita itu. Karena keduanya masih terdiam, iapun melanjutkan.

‘’Sekarang juga beli kendaraan mudah, bayar depe lalu bisa dikredit. Nah..kita yang bingung,, ndak dibelikan kok kita kesannya pelit. Tapi kalau dibelikan ntar dipakai ngebut pulangnya jadi mayat, iya kalau langsung mati..kalau cacat seumur hidup?. Tapi disitulah letaknya seni jadi orang tua. Asal ita bisa mengajarkannya agama yang cukup, memberikan contoh tauladan yang baik, dan kasih sayang yang sempurna, saya yakin..anak-anak itu akan tumbuh dengan baik. Toh kita dulu juga anak-anak dan godaan juga banyak. Tapi sekarang kita baik-baik saja bukan? ….

Aku tidak lagi menyimak keterangan Yunita, bahkan aku seperti tidak mendengar gosip mereka selanjutnya. Mata dan fikiranku serang tertuju sepenuhnya pada Bintang. Bintangku yang ringkih dan lemah tampak sangat gembira senam bersama guru dan teman-temannya. Siapakah yang bisa menjamin Bintang tidak akan terjerat narkoba nantinya? Atau siapakah yang bisa memastikan Bintang tidak akan celaka karena kebut-kebutan di jalan?. Aku tidak berani melanjutkan fantasi gila itu. Jujur saja…aku tidak tahu akan berbuat apa, kalau nanti Bintang menghamili teman sekelasnya..duuuh….Robb jangan sampai.

Sementara dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku menyadari. Aku bukanlah Ibu yang baik apalagi sempurna untuk Bintang. Aku belum memberinya ilmu agama yang cukup, apalagi memberikan contoh teladan yang tepat. Kehidupan memaksaku harus membagi waktu antara Bintang dan pekerjaan dan sangat sulit untuk memberi porsi yang adil bagi keduanya.

Yunita memang benar..semuanya tergantung kepada orang tuanya. Bagaimanapun juga, orang tualah yang membentuk anaknya menjadi hitam atau putih, dan disinilah letaknya seni…seni sebagai orang tua. Toh memang banyak perangai buruk anak yang membuat sedih orang tua, bahkan memalukan orang tuanya. Namun lebih banyak lagi anak-anak yang memberikan rasa bangga pada orang tuanya.

Ku pejamkan mata dan menyusupkan doa terdalamku pada-Nya..Robbiii ..kuserahkan penjagaan Bintang pada-Mu. Jagalah Bintang..karena kuyakin tidak ada penjaga sebaik diri-Mu. Kuatkanlah Bintang untuk bisa menahan godaan dan bisa memilih yang terbaik dalam hidupnya. Robb..aku memang menginginkan Bintang akan jadi orang sukses kelak dalam hidupnya, menyelesaikan pendidikanya, karier yang bagus, harta yang melimpah dan istri yang sholehah. Namun lebih dari semua itu..aku sangat mendambakan ..memiliki Bintang yang sholeh, yang taat mengejar ridho-Mu, yang mengabdi dalam cintanya padaku dan bijaksana dalam memberikan manfaat bagi sekitarnya

Robbi…beri aku kekuatan untuk mengawal dirinya untuk tumbuh dan dewasa, berilah aku petunjuk seperti Kau memberikan petunjuk pada Ibrahim..Ayah Ismail, beri aku ketegaran seperti ketegaran Sarah..Mamanya Ismail, dan beri aku hikmah cinta yang luar biasa..seperti cinta Muhammad papanya siti Fatimah…, Robbi…kuserahkan hidupku dan hidup putraku pada kepada rahmat-Mu dan naungan cintaMu. Amien.

Kampar, 12-11-11

 

Membaca.. hobby yang mengaduk-aduk perasaan November 8, 2011

Filed under: Uncategorized — rinahasan @ 8:12 am
Tags: , , , , , , ,

Membaca sebagai hobby utama bagiku saat ini sudah menjadi sebuah kebutuhan, bukan hanya sebagai pengisi waktu luang namun menjadi suatu hal yang wajib yang harus kulakukan setiap hari, aku tidak akan dapat memejamkan mata sebelum membaca buku, walaupun aku naik ke tempat tidur dengan kondisi sangat lelah, aku akan tetap membuka halaman buku dan menatap hurufnya satu persatu, membaca menjadi rutinas wajibku walaupun aku hanya akan melahan beberapa halaman lalu tertidur dengan halaman masih terbuka.’

Membaca menjadi hiburan yang menyenangkan, bahkan menjadi alternatif utama disaat tiba masa-masanya suntuk. Membaca mampu mengusir kesedihan yang menggores-gores perasaan terdalam, membaca memberiku tawa yang diam-diam sering kutahan, dan membaca terkadang membuka akan adanya pemahaman baru.

Nah begitu pentingnya membaca buku bagiku, juga memberikan pengaruh langsung pada perasaanku, kalau hanya menangis saat membaca kisah sedih, atau tertawa sendiri dengan lelucon yang ada itu belum apa-apa menurutku. Yang kumaksud disini adalah benar-benar memberi pengaruh pada perasaan bahkan moodku. Aku bisa bahagia dan super semangat selama berminggu-minggu begitu usai membaca ‘’Negeri lima menara dan Ranah Tiga Warna ‘’ nya Fuadi, aku bisa menjadi sangat religius begitu usai membaca ‘’Ayat-ayat Cinta atau Ketika Cinta Bertasbih ‘’ nya Habiburrahman, atau aku bisa murung berminggu-minggu usai membaca Oliver twist, Monthe the Cristo dan buku-buku sedih lainnya.

Aku juga sedikit lebih bijak ketika usai membaca buku biografi pemimpin dunia atau artis terkenal, aku menjadi semakin eksal dengan negeri ini begitu usia membaca: Komando, jejek seorang prajurit atau membaca buku bertema politik lainnya, aku bisa jadi merenung dalam dalam usai membaca serialnya Sindu yang berjudul: Nurjahan the Queen of Mughal yang setiap serinya minta ampun tebalnya, aku melamun panjang merenanungkan nasibnya rRatu Timurnya negeri Manchu usai membaca Maharani, aku bisa sangat puitis usai membaca buku-bukunya Khalil Gibran, bahkan sudah dua hari ini aku tidak bersemangat makan gara-gara sedih membayangkan nasibnya Sayuri dalam Memoar of Gheisha. Namun dari semua ini aku paling senang membaca buku Harry Potter, entah kenapa membaca buku seri keberapun dari buku ini selalu bisa membuatku …senang.

 

Aku ingat, waktu masih kecil, aku memiliki fisik yang sangat lemah, maka tidak heran aku tidak punya olahraga favorit karena setiap olahraga dijamin aku akan sakit, namun karena aku sangat maniak dengan serial silat khoo ping khoo, maka aku bisa mengikuti olahraga beladiri asli Indonesia ini dengan baik, walaupun aku lebih sering libur latihan karena terkilir, cedera dan terluka karena olahraga ini, kadang-kadang dalam hati kecilnya menyadari bahwa aku ikut latihan silat lebih karena ingin merasakan dunia persilatan yang digadang-gadangkan buku itu daripada keinginanku untuk membela diri dan menjadi sehat hehehe.

Kebiasaan mengikuti suasana buku dengan hatiku masih sangat sulit kuhilangkan sampai saat ini, ketika membaca buku ‘’Cara dahsyat menjadi penulis ‘’ karya Jonru aku semangat untuk menulis, atau membaca bukunya Mis Jinjing membuat aku semangat melongok isi lemari dan mulai merasa kurang cantiknya aku sebagai wanita…..

Satu sisi, ini berakibat positif, karena bisa membuatku menjadi lebih bersemangat, namun sayangnya kadang hanya berlangsung dua atau tiga minggu bahkan ada yang tiga empat hari, dan biasanya aku juga kadang enggan membaca buku yang sama……kecuali buku Harry Potter tentunya.

Namun sisi negatifnya..kadang-kadang mood buku ini berpengaruh pada sikap sehari-hariku bahkan kerjaku..hehehe, untungnya sejauh ini aku belum dapat teguran karena ini. Begitu dahsyatnya dampak sebuah buku pada perasaan dan moodku, membuat aku kadang menunda untuk membacanya, tidak jarang buku ini hanya jadi penghuni rakku untuk beberapa hari sampai aku merasa siap membacanya, hmmmmm emosiku sangat mudah diobok-obok oleh hanya sebuah kisah dalam sebuah buku…..bagaimana dengan anda?

 

Kampar, 8 Nov 20111 Rina Hasan

 

”Gelombang Cinta ” Juni 8, 2011

Filed under: Uncategorized — rinahasan @ 11:15 pm
Tags: , , , , , ,

Namanya ”Gelombang Cinta ”, aku sendiri bingung kenapa jenis pakis hutan ini diberi nama gelombang cinta, karena tidak seperti bunga mawar yang mempunyai kelopak yang indah dan harum yang memabukkan sehingga disebut ”bunga cinta ”, pakis ini bagiku tidak lebih dari pakis hutan biasa, bentuknya daunya memang bergelombang dan bersusun.

Dan bunga inilah yang digilai-gilai kakakku (mak yus dan makwin), sehingga mereka berlomba-lomba menanam bunga ini, aku yang terheran –heran dengan hobby mereka ini makin bingung ketika mak win menyatakan dia harus menbayar mahal untuk sebatang gelombang cinta miliknya yaitu dua ratus ribu, bahkan katanya ada yang harganya sampai jutaan, saat itu gelombang cinta yang ditunjukkan ya baru memiliki tiga kelopak daun dan masih kecil pula. Ckckckckc

Bulan demi bulan berlalu, dua kakakku itu tetap dengan hobbynya dan sekarang rumah mereka terlihat hijau dengan daun gelombang cinta yang hijau, daunya sudah bertambah menjadi banyak dan besar pula dan aku menyadari..cantik juga Dan bulan terakhir ini iseng-iseng saya membujuk mak win ‘’minta gelombang cintanya dunk’’ soalnya rumahku terlihat gersang karena tidak ada hijau daun dan penghuninya agak malas berkebun, Mak win menjawab ‘’boleh asal harganya sesuai ‘’ busyet..ne kakakku…

Akhirnya aku menyerah dan membantunya membeli pakis dan media tanam lainnya, jumlahnya memang tidak seberapa dan semimggu kemudian pot tanaman dan dua yang akhirnya kutahu bernama anthurium jemanii (setelah browsing di internet) menghiasi teras kecilku..dan aku menyukainya Melihatnya tumbuh, dari daun yang berwarna hijau muda dan akhirnya semakin menua dan gelombangnya membuatku penasaran,

akhirnya berdasarkan selancarku di internet anthurium banyak dicari dan diminati penyuka tanaman hias, bahkan harganya mencapai Jutaan ckckck gila, yang banyak diminati dan dicari seperti anthurium jemani – jemani naga – king kobra-king cobra, anthurium gelombang cinta, superboom, refleksi/reflexinervium, jaipong, corong, keris, supernova, sirih, bintang kejora, hookeri, garuda dan sebagainya.

Namun ada catatan kecil kubaca disebuah situs : ‘’namun dua tahun belakangan ini anturium sudah bukan buruan utama lagi alias kurang dicari ‘’kwkwkwkwkw…aku sangat ketinggalan rupanya.

Namun walaupun super telat aku masih berminat memilikinya dan weekend yang panjang kemarin aku menanam gelombang cinta dipandu kakaku ‘’mak yus, ‘’ mula mula kami menyiapkan pot yang besar lalu media pakis yang sudah direndang dicampur dengan kompos, dengan perbandingan 1:1, diaduk-aduk rata dan dimasukkan ke media, lalu mak yus memindahkan koleksi gelombang cintanya ke pot milikku.

Horeee..akhirnya aku punya tiga pot gelombang cinta, satu diantaranya sudah gede, aku juga punya anthurium jenis kipas raja sebanyak tiga pot dan jenis anthurium lain yang ku tak tahu namanya heheheh sekitar tiga pot lagi, bukan hanya itu aku juga punya beberapa jenis tanaman lain seperti lidah mertua, sri rezeki dan sebagainya dari jenis jenis bunga yang namanya saja membuatku tersenyum.

Hanya saja untuk itu aku membayar dengan harga mahal, bukan soal potnya atau media tanamnya (karena semua bibit tanaman itu gratis ) namun kepenatan usai berkebun bunga itu, tanganku memerah dan rasanya pegaaaal

sekali, belum lagi pingang yang rasanya mau putus dan sekujur tubuh yang penat dan letih, sebelum tidur kubalur semua tubuhnya dengan minyah gosok sambil mengeluh keletihan

Pagi harinya, aku membuka jendela, hijaunya gelombang cinta menyapaku…apalagi aku juga punya koleksi batang buah naga (dragon fruit) hadiah dari salah satu ponakan, hijaunya dauh-daun pakis ini, ditambah dengan sisa air hujan di daun dan batangnya membuat penat karena kerja keras semalam belum hilang..ai aia cantiknya mereka.

Memang belum berbunga..karena beberapa

 

bunga itu memang tidak akan berbunga dan yang akan berbungapun baru ditanam…..namun hati senang ..karena sekarang aku punya kebun kecil di halaman rumah. Dan rasa cinta pada tanaman inipu bergelombang dihatiku.

Kampar, 5 Juni 2011

rdh punya cerita

 

Ternyata Polisi Masih ‘’Manusia’’ April 8, 2011

Filed under: Mindaku — rinahasan @ 9:27 am
Tags: , , , , , , ,

Aksi kocak Briptu Norman Kamaru, anggota satuan Brimob Gorentalo menyita public dalam dua minggu belakangan ini, ada yang merasa ini itu aneh dan unik, ada yang merasa itu melanggar kode etik dan tidak pantas dan namun yang paling banyak menyebut itu ‘’coool ‘’, keren.  Karena aksi Oman (panggilan akrab Briptu Norma kamaru) sangat menghibur dan membuat polisi terbukti memang ‘’manusia ‘’

Mereka yang menganggap aneh munkin disebabkan karena ndak biasanya bergaya apalagi berjoget india…yang menganggap melanggar etik munkin disebabkan karena mereka sangat paturh dengan protap polisi sosok yang kaku dan hanya bergerak kalau diperintahkan, yang menganggap lucu dan menyenangkan  munkin karena gaya joget Oman yang asyik dan persis Sahrul Khan. Namun saya tetap berpendapat Jogetnya Oman merupakan bukti bahwa sosok polisi ‘’ memanglah manusia ‘’

Sebelum saya jelaskan kenapa saya ngotot menggunakan ungkapan ‘’Memanglah manusia ‘’, saya mau minta maaf dulu, kalau tulisan ini nantinya membuat ada yang tersinggung atau ada yang marah, soalnya saya sadar betul,,jangan tulisan seperti ini status di FB saja kadang bisa membuat pihak tertentu terkait dan (ssssttss..saya pernah ditelpon malam-malam oleh pihak pihakt hanya karena status FB yang berhubungan dengan..).

Kembali soal ‘’memang manusia ‘’, karena selama ini sosok Polisi sudah agak menjauh dari sifat humanis, dan ini bukan hanya pendapat saya sendiri namun juga banyak yang berpendapat seperti itu, seorang bapak pernah berkata begini: saya selalu doakan anak saya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, saya izinkan anak saya memilih apa saja selain POlisi dan dalam doa saya selalu saya panjatkan’’ya Allah jangan jadikan anak saya seorang polisi ;;.

Awalnya saya kaget mendengar cerita bapak ini, namun dia menjelaskan, baginya sosok pengayom sudah jauh dari polisi, karena dalam berbagai peristiwa sosok yang muncul lebih sosok yang gagah, keras, arogan dan menakutkan, mulai dari jalanan, di kantor dan sebagainya dan sebagai penutup pembicaraan bapak ini berkata : kalau berurusan dengan polisi Arang habis..besipun binasa…

Bukan hanya itu, dalam berbagai peristiwa di negeri ini, mulai dari aksi polisi hadapi para pendemo, polisi dalam menyelesaikan kasus pencurian dan criminal lainnya, polisi dalam melaksanakan tertib lalu lintas, polisi dalam kasus dengan narkoba dan perempuan…semuanya ada yang membanggakan dan tidak sedikit yang memprihatinkan.

Dalam keseharian saya sebagai reporter saya juga selalu bekerjasama dengan polisi dan secara umum saya katakan mereka cukup oke, walaupun dalam beberapa peristiwa harus saya akui saya agak prihatin, seperti munculnya kasus aksi warga Ranah Airtiris disebabkan polisi salah tangkap dan aksi bentrok antara polisi Kampar dan satpol PP, sementara dalam keseharian tugas ada hal hal yang tidak bisa saya ceritakan tentang mitra saya ini karena itu  itu termasuk ‘’behind the scene’’, apalagi keluarga saya juga masih ada yang berprofesi sebagai polisi…

Namun terlepas semua itu (maaf ya guys) sepertinya sosok humanis harus saya akui agak jauh dari polisi, ini membuat mereka sebagai pengayom agaknya perlu didapatkan dengan usaha keras dan ini berlangsung cukup lama sehingga membentuk trade mark sendiri dalam fikiran masyarakat Indonesia.

Dan akhirnya munculah Briptu Norman Kamaru, yang dengan niat hanya untuk menghibur temannya dengan cara berjoget India, walaupun hanya dengan duduk di kursi Jaga Oman berharap sang teman bisa tersenyum dan ini menunjukkan bahwa polisi ini memang manusia, yang juga punya rasa peduli dan kasih yang mendalam…yang tidak punya niat apapun selain menghibur sang sahabat…dan inilah sisi humanisnya

Siapa bilang kalau polisi hanya bisa ‘’Siap grakk! Atau ‘’ya Pak ! ‘’, polisi juga bsia Chiayya..chaiyya…sambil tersenyum lembut, dan alangkah indahnya kalau senyuman semanis senyuman Norman juga ditunjukkan oleh polisi lain, maka orang yang tidak punya surat kendaraan lengkap tidak akan memilih kabur dari polisi atau memilih menyodorkan lembaran Biru, kalaulah polisi seramah Norman maka tidak aka nada orang yang enggan melapor begitu ada tindakan criminal dan memilih berdamai dengan pelaku daripada berurusan dengan polisi, kalaulah polisi secool Norman maka sang demonstran juga akan lebih bijaksana…

Untungnya Mabes Polri batal memberikan hukuman bagi sang Duta senyum polisi ini, karena kalau Mabes tetap kukuh ingin menghukum Norman dengan alasan etika atau wibawa polisi maka saya yakin…..polisi benar-benar jadi berkurang wibawanya, harusnya Norman dinaikkan pangkatnya dan dijadikan sebagai contoh polisi yang benar-benar merakyat karena berkat Normanlah polisi diakui sebagaai ‘’manusia’’

 

Kampar, 8 April 2011

Ummu Bintang