Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Tragedi Zakat….dan Janji Pembukaan UUD 45 September 27, 2008

Filed under: Artikelku — rinahasan @ 5:22 am

Dalam beberapa tahun ini kita selalu disuguhi dengan kenyataan yang memiriskan hati, tragedi yang timbul dalam pelaksanaan zakat yang merupakan salah satu dari rukun Islam. 2007 yang lalu masyarakat Lamongan berdesak – desakan hingga banyak yang pingsan demi mendapatkan rupiah, lalu 2008 ini peristiwa tragis itu kembali terjadi dengan Pasuruan, ribuan masyarakat berdesak desakan menunggu berkah dari orang kaya dan akhirnya saling berhimpitan dan 21 nyawa melayang.

Ironis memang…karena nyawa sang ibu yang masih dibutuhkan anak anaknya, nyawa Nenek yang sangat disayangi keluarganya atau nyawa sang kakak yang menjadi tumpuan keluarga hilang hanya karena untuk mendapatkan uang Rp 30 ribu, jumlah yang bagi anggota DPR hanyalah untuk bayar parker kendaraan mereka saja, namun hanya sebesar itulah harga nyawa masyarakat Indonesia. Disaat para koruptor dengan nyaman memasukkan uang RP 30 juta, Rp 300 Juta, Rp 3 miliar ke kantong mereka , sementara Rp 30 ribu sudah memutuskan kehidupan anak manusia.

Dalam perenungan, saya benar benar merasa miris, begitun murahkah harga nyawa rakyat di negeri ini, dimana dalam peryataan pendiri bangsa diikrarkan; untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan tumpah darah Indonesia. Negeri yang kaya, magrifah lo jinawi dan apapun namanya, namun pada kenyataannya hingga hari ini masih menjadi penghias Undang undang saja, dan masih sebatas WACANA….

Barangkali kalau Soekarno dan mereka yang menyusun kalimat itu masih hidup dan melihat kenyataan ini maka mereka akan meminta penghapus, atau menekan tombol delet untuk kalimat preambule UUD tersebut. Memalukan!.

Kenyataan yang ada di Indonesia saat ini belum ada satupun yang bisa melindungi rakyat ini, apalagi mensejahterakan mereka seperti yang diamanatkan undang undang dasar. Bahkan rakyat selalu menjadi bamper dari semua kebijakan Negara. Ketika Negara ini berhutang maka pihak penghutan (luar negeri) dengan seenaknya memberikan aturan yang menyiksa, salah satunya mencabut subdisi BBM. Dan akibatnya… rakyat kecil juga yang tercekik, karena bagi mereka yang tidak punya kendaraan….ini sangat menyiksa, tarif angkot naik, harga sembako melayang….dan semuanya menjadi MAHAL..
Dan semua ini bukan hanya sekedar MAHAL.. namun juga SULIT DAN LANGKA…benar kata iklan A Mild : Kalau susah dinaikkan..kalau naik..disusahin.

Negara juga belum bisa melindungi rakyat dari kejahatan mereka yang mempunyai pikiran licik, daging sampah yang sudah membusuk , yang sudah berulat diolah kembali. Masyarakat miskin yang memang sangat jarang makan daging akhirnya membeli daging murah tersebut..rakyat yang sudah tidak merasakan nikmatnya makanan lezat sekarang dijejali dengan daging yang membusuk. Dimanakah janji dalam UUD dalam kondisi ini, kenapa tidak ada yang melindungi mereka dalam saat saat begini.

Sementara itu….para pemimpin, yang menyebarkan janji sebelum pemilu dan menebarkan pesona menjelang pilkada, hanya tertawa dengan kepongahan yang bertopengkan kepentingan rakyat…sementara yang mereka utamakan kepentingan itu menyuap sepotong demi sepotong..kebohongan dan kehancuran.

Maka saya sangat yakin..kalau mereka yang dulunya menyusun Preambule UUD 45 ini masih hidup, maka mereka akan marah dan bahkan tidak munkin akan merobek robek pembukaan UUD 45 tersebut.

Kembali ke Pasuruan….inilah gambaran nyata kehidupan bangsa Indonesia, rakyat yang sangat miskin sangat berharap dalam kedermawanan yang diekspos dimuka public, niat baik yang diajah – ajah kehadapan orang banyak, padahal dalam syariat sudah dikatakan: Kalau tangan kanan memberi maka sebaiknya jangan sampai kanan yang kiri tahu…, tapi..inipun sudah hilang dari kedermawanan masyarakat kita…

Tragedi Zakat ini ini juga melambangkan kepercayaan masyarakat kita kepada Amil Zakat dan badan lainnya yang dipercayakan mengurus persoalan kemaslahatan umat sudah tidak ada lagi,, ketidakjujuran mereka selama ini dalam mengelola harta masyarakat membuat mereka ingin menyalurkan sendiri zakatnya. Lalu dimanakah makna kepercayaan itu, kalau Amil zakat saja sudah tidak dipercaya..bagaimana dengan pemimpin bangsa..

Saya semakin yakin, kalau pendiri bangsa Ini masih hidup mereka tidak hanya akan menghapus prembule UUD 1945 saja namun juga mungkin akan menghapus bahkan membatalkan UUD 45 tersebut sehingga tidak akan ada janji yang tidak tertepati, tidak ada lagi wacana yang bisa menyesengsarakan rakyat…Wallahualam bisawab

Kampar, Ramadhan 1429 H

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s