Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Inikah Ibadahku……??, Ternyata…Sangat Sulit!. Oktober 25, 2008

Filed under: Mindaku — rinahasan @ 2:20 pm

Menyandang status singleparent memang tidak menyenangnkan, tidak hanya dengan menanggung beban hidup sendirian, pandangan orang memang jarang sekali ‘’Baik ‘’atau bahasa kerennya positif. Janda kebanyakan adalah muara dari kekesalan orang lain yang tidak bisa menerima kondisi rumah tangga mereka, Janda juga jadi alaasan untuk membenarkan sebuah kecemburuan yang tidak beralasan.

Seperti yang kualami hari ini, seorang sahabatku menelpon untuk menyatakan permintaan maafnya dan mengajak untuk bertemu. Sayangnya karena aku lagi istirahat dan ingin libur dirumah saja maka dengan halus aku menolaknya. Selain itu aku juga punya alasan yang kuat yang sebenarnya sudah beberapa minggu kupendam.

‘’Aku ingin berdiskusi denganmu, sekaligus minta maaf ? ‘’ujarnya membujuk, aku hanya tersenyum.

‘Memangnya kamu lagi dimana ? aku dengar kamu sudah seminggu tidak pulang ? ‘’tanyaku mengelak, kabar sahabatku yang sudah beberapa hari tidak pulang ini kudengar dari temanku yang lain yang kebetulan sama mengajar satu sekolah dengan sahabatku ini.

‘’Nggak kok, aku sudah pulang dari kemarin, aku nginap dirumah Ibu, ‘’ujarnya.

‘’Memangnya ada masalah apa sih? Kok sampai nginap dirumah Ibumu segala, kan kasihan anak istrimu? ‘’ ujarnya ingin tahu

‘’aku kesal dengan istriku, jadi daripada bertengkar terus menerus sebaiknya aku menghindari dulu..tapi semua sudah oke lagi, persoalan sudah selesai, ‘’ujarnya menyakinkan.

‘’Kamu selingkuh ya? ‘’tanyaku menebak langsung, sahabatku ini ngakak

‘’ya nggak lah, mana bisa aku selingkuh. Istriku itu marah karena menemukan SMS iseng dari temanku…..’’ ujarnya, keningku berkerut…

‘Iseng gimana? Kejarku

‘’Ya…akukan biasa bergurau ma teman-teman, nah malam itu aku SMS temanku itu menanyakan apakah dia sudah tidur atau belom, dianya jawab dengan kata kata: belom sayang.. ‘’ jelasnya

‘dan itu ketahuan ma istrimu?

‘’Iya…. ‘’ujarnya, aku tertawa mengejek

‘’Ya iyalah Istrimu marah…….. ‘’ ujarku

‘’Tapi kamu tahu kenapa dia marah? Tanyanya pelan, seakan akan takut mengungkap suatu fakta.

‘’Kenapa? ‘’tanyaku

‘’Karena….. karena…Istriku mengira itu SMS darimu…dan dia menuduh aku..aku ..ada hubungan khusus dengamu.. ‘’jelasnya pelan,seakan akan itu akan menjadi bom yang siap meledak diantara jaringan hp kami. Aku tersenyum, pahit! Tapi sayangnya dia tidak akan melihat senyuman sedihku itu.

Yah..sebenarnya aku sudah tahu….kenapa dia pergi kabur ke rumah orangtuanya, karena kebetulan seorang temanku sebut saja wira juga sahabat Istrinya, mereka bertengkar karena Istrinya membaca sms di Hpnya dan istrinya langsung memvonis itu sms dariku.

‘’Mereka bertengkar hebat, bahkan mertua yang berada dilain kamarpun tahu, karena segan dan malu pada Mertua akhirnya dia memilih nginap dirumah orang tuanya, ‘’jelas wira. Dan kepada Wira Istri sahabatku mengadukan kekesalannya. Kesal kepada kehadiranku dalam rumah tangga mereka, ketakutannya kalau kalau aku nanti merebut suaminya.

‘’Dia khawatir karena kalian dulu pernah saling dekat ketika di SMP, dan istrinya sangat takut kalau statusmu sekarang membuat suaminya mengingat kembali kisah indah itu..’’jelas Wira. Aku mengeleng sendu.

Kujelaskan pada Wira, kalau aku tidak pernah berkomunikasi dekat dengan sahabatku itu, walaupun kami tinggal satu kampung namu kami tidak pernah bertemu, kesibukan masing masing yang berbeda tentu saja membuat arah kegiatan juga tidak sama. ‘’Bahkan dalam enam bulan aku tidak pernah bertemu dengannya, aku bertemu dengannya lebih setengah tahun yang lalu, itupun karena ia mengikuti suatu penataran dan akulah narasumbernya, ‘ujarnya menjelaskan. Wira tersenyum maklum

‘’Aku tahu, bahkan aku sudah memberikan nomor HPmu pada Istrinya dan minta ia mencek apakah itu benar benar SMS darimu,..’’ujarnya meyakinkanku. Aku memandangnya penuh Tanya..wira tersenyum.

‘’Dan Ia memang mencek nomor itu, bahkan ia sudah menghubungi si pemilik HP dengan telpon langsung dan itu bukan dirimu.. Istrinya sudah tahu kalau ia salah tuduh.tetapi,,,,,, ‘’ujar Wira lembut sambil memandangku

‘’tetapi kenapa? ‘’tanyaku gusar

‘’Ia tetap khawatir denganmu,.kamu……memang harus paham…banyak orang orang yang bisa menerima kehadiran orang sepertimu dengan baik, yang mengerti kondisi kalian, tapi banyak juga mereka yang memandangmu dengan fikiran yang kurang baik, sehingga timbullah kecemburuan dan ketakutan. Namun kuharap kamu tidak terpengaruh dengan suasana ini, karena ini bukanlah hal yang harus kamu respon apalagi sampai menemui Istrinya…’’ujar Wira membujukku. Aku tersenyum

‘’Haloo…..kamu masih mendengarku..kamu marah ya.. ? ‘’ ujar sahabatku itu mengangetkanku di Hp dan memutuskan lamunannku

‘Ya ya aku dengar…. ‘’ujarku, mencoba menetralkan suara dan menenangkan hati. Sahabatku ini kembali membujukku untuk bertemu, suaranya memang benar benar penuh penyesalan.

‘’Nggak usah bertemu deh, aku sudah memaafkanmu dan juga istrimu… ‘’ujarku mencoba bijak. Ku dengar ada helaaan nafas panjang di seberang sana.

‘’Ya..kamu nggak usah khawatir, orang seperti ku ini memang biasa dipandang seperti itu, ‘’jawabku, pedih rasanya menjawab semua hal ini dengan begitu tenang tanpa kemarahan. Sahabatku itu mengeluh……

‘’Kamu tidak perlu gusar, ini adalah ibadah bagiku. Ibadah untuk menyabarkan diriku agar tidak begitu saja emosi menanggapi semua omongan orang lain, juga ibadah bagiku untuk bisa menerima kritikan. Syukur syukur ini aku jadikan sebagai alarm bahwa aku harus segera intropeksi diri apakah yang aku lakukan selama ini sudah benar, atau jangan jangan ada tingkah lakuku yang menimbulkan pemahaman yang salah bagi orang lain, intinya..tuduhan ini adalah alarm bagiku untuk lebih bisa menjaga diri dan menjaga sikap, inikan juga menjadi ibadah bagiku… ‘’ujarku tenang, dan ajaib sekali aku menjadi begitu tenang usai mengucapkan kalimat itu.

Yah..aku mau bagaimana lagi, ternyata cobaan hidup belum berakhir bagiku, kehilangan junjungan hidup dalam rumah tanggaku tidak hanya meninggalkan luka yang begitu dalam, tidak hanya meninggalkan kesedihan dan kesorangan, namun juga meninggalkan kecemasan bagi yang lain.Ketakutan bahwa aku akan menjadi banalu dan parasit yang akan menggerogoti kehidupan bahagia mereka. Rabbi….ampuni aku telah memilih jalan ini, yang ternyata menimbulkan jalan yang sangat curam dan tajam, dan saat ini aku terluka karenannya.

Rabbi..Beri aku kekuataan untuk bisa menjalani semua ini, dan beri aku pemahanan untuk mengingat diposisi mana aku berada saat ini, sehingga senyumku tidak akan membuatkan tangis bagi yang lain, dan sapaku tidak akan menghilangkan Tanya bagi yang lain…bantu aku ya Allah….

‘’Jadi gimana..? kapan kita bisa bertemu, aku benar benar menyesal atas sikap Istriku dan aku minta maaf, ‘’ ujarnya. Aku tersenyum dan kukatakan aku tidak bisa karena begitu banyak pekerjaan yang harus aku lakukan.

‘’dan kuminta sebaiknya kita memang tidak bertemu, bukan karena aku takut pada istrimu namun aku tidak mau membuat fitnah, dan satu hal aku menghormati Istrimu…karena bagaimanapun juga aku menyadari kasih sayang seorang istri dan kita harus menghormatinya, ‘’ujarku lembut namun ada ketegasan disitu.

‘’Tapi tolonglah…aku memang butuh nasihat untuk menghadapinya,…karena dia…. ‘’

‘’Bagaimanapun istrimu..dia adalah wanita terbaik untukmu….dan kalaupun ada hal yang kurang berkenan bagimu maka itu adalah ibadah bagimu untuk memperbaikinya, bukankah kamu adalah pemimpin dalam rumah tanggamu…’’ujarku lahgo memotong keinginnanya yang tidak pupus, lalu dengan sopan aku menutup pembicaraan.

Aku menarik nafas panjang….Rabbiii begitu beratnnya..namun kuyakin inilah ibadah bagiku, setidaknya untukkku sendiri.

 

One Response to “Inikah Ibadahku……??, Ternyata…Sangat Sulit!.”


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s