Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Bisa Jalan = 6 pasar + selusin sepatu + seekor Kambing November 3, 2008

Filed under: Hari-hari Bintang — rinahasan @ 1:20 am
Tags: , , ,

Bisa melihat anak berjalan dan berlari merupakan kebahagiaan setiap orang tua dan bukan hanya itu bisa berjalan dan berlari dengan lincah juga menjadi kebanggaan sendiri, begitu juga bagi putraku Sahrul Putraku Bintang, bahkan bagi pangeranku ini bisa melangkah dengan dua kakinya yang mungil berarti mengunjungi enam lokasi pasar tradisional dan selusin sepatu baru, serta makan gulai Kambing bersama. Lho kok bisa…?

Formula ini diberikan oleh keluargaku sebagai bentuk pengharapan dan syukur mereka kalau anakku bisa berjalan, Nazar ini diberikan sebagai bentuk doa agar anakku bisa berjalan dengan segera karena selama ini ia mempunyai keterbatasan secara fisik. Saat bocah sebayanya bisa berjalan pada umur delapan bulan atau umur setahun putraku hingga umur empat tahun belum juga bisa berjalan.

Kelainan tulang punggung belakangnya membuat pertumbuhan Bintang terlambat dibandingkan teman-temanya, segala daya dan upaya dilakukan untuk menyembuhkannya, dan selama penyembuhan dan pemulihan selama itu pula kami berharap, berdoa bahkan sedikit beriri hati.

Ibuku yang juga neneknya Bintang bahkan terang terangan menyatakan keirian tersebut, ia bahkan mengakui sangat benci dan cemburu apabila melihat anak anak lain seumur Bintang sudah berjalan apalagi berlari, ‘’ rasanya sudah tidak tahan dan rasanya ingin meledak saja karena sedih dan cemburunya, ‘ujar Ibuku. Hal yang sama juga dirasakan oleh saudara saudaraku yang lain, hanya saja mereka lebih bisa menahan perasaan mereka atas kekurangan ponakannya ini,bentuk harapan ini ditujukan dengan semangat dan rajinnya mereka dalam mengobati Bintang.

Nah dalam usaha doa dan harapan ini keluargaku juga lah lahir formula : Jalan = pasar + sepatu + kambing. Dalam keluargaku kami terbiasa menazar (kaul) untuk mendapatkan sesuatu, namun ini hanyalah sebagai teman dari doa dan harapan yang kami inginkan.

Begitu juga dengan harapan agar Bintang bisa berjalan, maka seluruh keluarga mengucapkan Kaul atau Nazar agar permintaan dan harapan ini lebh cepat dikabulkan oleh Allah subhannahuwataala, seperti Makciku bernazar akan melakukan puasa sunnah tiga hari apabila Bintang berjalan, beberapa saudaraku yang lain Nazar membaca al-Quran sampai khatam dalam kurun waktu tertentu dan memberikan sedekah kepada anak yatim. Namun Nazar ini tidak berarti mengurangi usaha dan ikhtiar untuk mengobati Bintang.

Namun Nazar yang disampaikan oleh Neneknya, Mak Iwin dan Tuk Onga memang agak aneh, Ibu atau Neneknya Bintang bernazar akan membawa Bintang jalan-jalan ke pasar Tradisional yang ada di Kampar selama enam hari, ini disebabkan di daerah kami hari pasaran masih ada yang dilaksanakan sekali dalam seminggu, senin di daerah Teratak Buluh, Selasa di daerah Panam, Rabu di Danau Bingkuang, Kamis di Rumbio, Jumat tidak ada hari pasaran disebabkan masyarakat menghormati hari Jumat, Sabtu hari pasaran masyarakat di Air Tiris dan minggu di daerahku tinggal di pasar Kampar kecamatan Kampar Timur. ‘’Aku bisa membawanya jalan jalan dan sekedar makan saja, ‘’ujarnya.

Sementara itu Mak Iwin kakaku yang menyampaikan Nazar akan membelikan Bintang selusin sepatu. Wah…. Kata Makwin itu karena ia sudah lama menginginkan kaki anakku itu melangkah dengan sepatu dan sepatu akan membantunya dalam berjalan dengan lincah. Sementara Anga kakak lelakiku yang tertua yang selalu dipanggil Tuk Onga oleh Bintang bernazar akan membelikan seekor kambing dan kambing itu akan dimakan bersama tetangga sebagai ucapan syukur.

Selain keluarga besarku, tetangga dan masyarakat terutama anggota majlis taklim yang ada di kampungku banyak juga yang diam diam mengucapkan Nazar untuk kesembuhan dan bisa berjalannnya anakku ini, ini kusadari dan kusyukuri karena dalam kondisi masyarakat dengan perkembangan tekhnologi ini masih banyak orang yang saling memperdulikan.

Dan tentu saja nazar ini akan dibayar apabila permintaan atau doa dikabulkan oleh Allah SWT dan Nispu Sakban 1429 Hijriah yang lalu bertepatan dengan tanggal 17 Agustus 2008 anakku Bintang bisa berjalan, dengan kakinya yang mungil ia melangkah tertatih tatih, selangkah..dua langkah..dan tiga langkah… keesokan harinya dan esok, esok dan esoknya lagi Bintang berjalan dengan lebih baik, pertama berjalan ia terlihat begitu lemah, kakinya yang mungil itu seakan akan tidak mampu menopang tubunya.

Dan kamipun disiram kebahagiaan dan kegembiraan, Bintang akhirnya bisa berjalan disaat usianya mencapai 4 tahun dua bulan, penantian yang cukup banyak dan terasa sangat panjang bagi kami terutama aku Bundanya..airmataku menetes dan hatiku digodam oleh palu kebahagiaan dan keharuaan melihat anakku bisa melangkah..duh..Nak.

Lalu bagaimana dengan Nazar, semua yang bernazar akhirnya membayar Nazar mereka, jemaah majlis taklim melaksanakan puasa sunnah, saudara2ku mengkhatamkan bacaan Quran mereka, dan Ibukupun mengajal anakku jalan jalan ke pasar Tradisional. Hanya saja karena saat itu sudah hampir memasuki bulan ramadhan maka acara ke pasarnya baru dilaksanakan usai lebaran, karena tidak klop jalan jalan ke pasar tanpa belanja dan makan makan.

Sementara itu Makwin mulai membelikan Bintang saat lebaran tiba, maka anakku tentu saja mendapatkan sepatu ekstra. Namun dengan pertimbangn menghindari mubazir aku meminta kakakku itu tidak membelikan sepatu dalam satu waktu, karena tidak mungkin anaku bisa memakai dan menggunakan sepatu sebanyak itu dalam satu waktu. Kami sepakat Kakaku akan membeli sepatu untuknya sesuai kebutuhan, misalnya untuk sekolah, untuk jalan jalan dan dalam waktu beberapa tahun sehingga manfaatnya kan lebih terasa. Bukankah Allah sendiri melarang hambanya melakukan tindakan yang mubazir, bukankah mubazir itu temannya syaithan?.. Nauzubillahi minzalik.

Sedangkan angaku…merencanakan akan membayar nazar ini apabila ia kembali dari tanah suci, saat ini kakaku itu sedang bersiap siap akan berangkat menunaikan ibadah haji tersebut.

Walaupun terasa agak berat namun semuanya melaksanakan pembayaran dengan ikhlas dan gembira sehingga semuanya terasa lebih ringan. Lalu apakah dengan semua itu mereka berhenti untuk bernazar? Ternyata tidak. Begitu anakku bisa berjalan selangkah dan dua langkah, abang iparku yang dipanggil Ayah oleh Bintang mengucaapkan Nazar:Kalau Bintang bisa berlari dengan lincah maka ayah akan belikan sepeda baru…., ‘’janjinya. Kami kaget dan bertanya: benarkah?’ Suami Makwin itu menjawab tegas dan yakin: Yah..dan sepeda yang paling Bagus…

Duh..satu lagi hadiah yang akan menyambut pertumbuhan anakku..tunggu saja ya nak…

2 Zulkaidah 1429 H/1 November 2008

 

One Response to “Bisa Jalan = 6 pasar + selusin sepatu + seekor Kambing”

  1. Sepatu Eagle Says:

    he… he… setuju deh dengan para kometator… salam kenal ya


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s