Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Panggilan itu Mengingatkku….dan Aku Cemburu …. November 3, 2008

Filed under: Umrohku — rinahasan @ 1:50 am
Tags: , , ,

Labbaik Allahuma Labbaik, Labbaik laa syarika laka labbaik,
Innal hamda wanikmata laka wal mulk laa syarika lak.

Aku datang memenuhi panggilanMu, aku datang memenuhi perintahmMu ya Allah. Sesungguhnya segala puji dan nikmat itu adalah milikMu dan kerajaan (kekuasaan) itu adalah milikMu dan tidak ada sekutu bagiMu.

Kalimat Talbiah yang dilantunkan oleh para calon jemaah haji (JCH) kampar saat mengikuti manasik Haji mengiringi langkah kakiku meninggalkan Islamic Centre Bangkinang, harusnya aku masih disana, meliput kegiatan manasik itu dan menjadikanya laporan hari ini. Tapi aku tidak sanggup dan memang tidak sanggup…dan aku memilih pergi dan melaksanakan kegiatan yang lain.

‘’ Aku tidak bisa..karena kalimat itu mengingatku akan tanah suci dan aku cemburu, ; jelasku pada teman yang kelihatannya bingung. Sahabatku itu tersenyum dan kuartikan sebagai tanda tidak percaya apa yang kuucapkan. Aku mengangguk dan tersenyum sendu. Kamu tahu…. betapa aku merindukan mengucapkan kalimat itu dan kalimat itu selalu membuat hati ku bergetar dan aku ingin menangis.
‘’ Tapi kamukan sudah pernah kesana? Harusnya kami yang belum pernah pergi ini yang harusnya iri dan cemburu. Aku sangat ingin melihat baitullah namun sampai hari ini belum kesampaian juga, harusnya aku yang menangis dong..’’ujarnya tak percaya.

Yach…keinginanmu saat ini sama dengan keinginanku sebelum sampai ke tanah suci dahulu, keinginan dan harapan serta rasa tidak sabar untuk melihat rumah Allah, satitu yang kurasakan adalah rasa ingin tahu..seperti apakah haramain it? Rasa bangga dan rindu seorang anak yang ingin merasakan pelukan, rasa ingin seorang bocah akan manisan. Rasa penasaran seorang pengembara akan sahara dan oase dibalik gurun itu.

Namun saat ini yang kurasakan adalah kerinduan seorang pencinta yang mengingikan kekasihnya, seorang pencinta yang sudah merasakan nikmat dan indahnya kebersamaan dan ia ingin mengulang kembali…lagi dan lagi. Rasa cinta ini sudah membuat aku mabuk kepayang dan kerinduan akan haramain telah membuat aku lunglai dan mabuk darah…

Rabbiii…aku merindukan tanahMu..tanah yang hanya diciptakan untuk mereka yang mengakui sahadatMu, Mekkah al mukarramah dan Madinah al munawarah. Duh..kerinduan ini sungguh lebih besar dari Jabal Uhud yang ada di sana dan lebih luas dari laut merah yang mengalirinya.

Aku bisa merasakan hawa panas kota Jeddah ketika menyambutku pertamakali, aku merasakan nyamannya desiran dan deru angin padang pasir, aku masih merasakan nikmatnya sujud di Masjid Nabawi, luruhnya tangisan di raudah yang mulia, aku masih merasakan indahnya memandang baitullah, Gembiranya melaksanakan Tawaf, Indahnya melaksanakan Sai.

Tiap kali melihat gambar Mekkah atau Kabbah aku seakan akan bisa merasakan sejuknya lantai Masjidil haram, masih terbayang mesjid dengan halaman yang luas, masih jelas nama nama pintu yang kuhapal satu persatu kemudian, Duh…adakah kerinduan yang lebih besar dari ini.

Rabbi…hanya satu kata yang dapat mewujudkan pengalamanku selama di tanah suci adalah ‘’LUAR BIASA ‘, sungguh perjalanan yan menakjubkan yang tidak bisa kugambarkan dengan tepat melalui rangkaian kata kata, karena sungguh nikmat dan membuat seluruh tubuhku bergetar membayangkan itu.

Makan kebab, makan kurma di negeri dimana ia tumbuh, minum asyir (juice) minum Zamzam, mencuci muka dengan air dari kaki ismail itu sungguh jauh lebih lezat dari makanan apapun yang kutemui selama ini.

Membaca al-Quran, sholat wajib dan sunnah, berzikir, thawaf, sai sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan dan semua ibadah ini begitu nikmat. Di haramain ini bagi tempat dimana doa terjawab, pinta diberi dan tanya yang diresponi.maka salahkah jika aku merindukannya..?

Rabbi….baru empat bulan yang lalu aku meninggalkan tanah suciMu namun kerinduanku ini…bagaikan kerinduan seorang bocah yang sudah bertahun tahun tidak bertemu bundanya. Rabbi..aku merindukannya, merindukan Jeddah, Madinah, Mekkah, aku rindu Raudhah, aku rindu Syafa, aku rindu Marwah..aku rindu Arafah, aku rindu Kabbah dan aku merindukan semua itu..

Rabbi…..salahkah aku cemburu..karena mereka yang mengucapkan talbiah itu akan menjumpai kekasihku? Salahkah aku meradang dan sedih karena mereka akan mendatangi tanah dimana aku merasakan kenikmatan itu. Rabbi…aku cemburu.

Ya ALLAH Sesungguhnya kuasa dan iradat adalah milikMu, aku hanyalah hambaMu yang mengharapkan belas kasihMu, aku mohon ya Rabbi…panggil aku kembali, undang aku lagi untuk datang ke tanahMu ya rabbi.. sungguh aku sangat cemburu.

2 Zulkaidah 1429 Hijriah/1 november 2008

 

3 Responses to “Panggilan itu Mengingatkku….dan Aku Cemburu ….”

  1. ya ya

    saya memahami

    saya ikut merasakan

    kerinduan itu begitu dalam

    coba saksikanlah tayangan sholat tarawih langsung dari masjidil haram

    begitu indah

    begitu luar biasa

    rinduku ya Rabb

    rinduku hanya padaMu

    izinkan aku ya Allah

    mengunjungi tanah suci Mu

  2. rinahasan Says:

    Benar sekali, kerinduan yang semakin hari semakin dalam.

    semoga Allah mengundang kita kembali kesana. Amien.
    Terimakasih sudah mampir ya

    Wassalam

  3. Itmam Aulia Says:

    membaca tulisan ini, tak terasa mataku berkaca, bibirku terkatup, seakan menahan luapan keharuan yang mendalam, sungguh… aku juga sangat cemburu!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s