Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Agustus 29, 2009

Filed under: adat kampar — rinahasan @ 4:16 pm
Tags: , , , , ,

Tungku Tiga Sajorangan atau Tungku Tiga Sajorangan?

pusat budaya_resize

Dalam adat Kampar ada suatu istilah yang dikenal  dengan Istilah Tiga Tungku Sajorangan dan Tali Nan Bapilin Tigo,  ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan keberadaan tiga elemen penting yang mengatur pemerintahan dan kemasyarakatan di Kampar, tiga elemen tersebut adalah adat  melalui  perangkat adat yaitu Ninik Mamak, Hukum melalui aturan negera dan pemerintah dan Agama melalui alim ulama. Tiga elemen ini merupakan three in One, menyatu dalam kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya dalam mengayomi masyarakat dan menjadi panutan masyarakat.

Namun saya tidak akan membicarakan tentang fungsi dan keberadaan elemen ini, namun mengenai pemakaian kata ’’ Tungku Tiga sajorangan, ’’ karena kata ini sangat familiar dan sering  digunakan dalam berbagai ungkapan dalam pertemuan adat seperti dalam basiacuong pasombahan, pituah dan nasehat adat, pidato pejabat bahkan dalam liputan berita oleh media. Istikah Tungku Tiga sajorangan dan Tali  nan Bapilin Tigo menjadi sangat akrab.

Namun suatu sore saya dalam suatu silaturahmi dengan beberapa pemuka adat di Kampar seorang penghulu dari kenegerian XIII Koto Kampar mendekati  saya dan berkata ’’ Nak saya mau diskusi tentang kata ’’Tiga Tungku sajorangan yang sering kita ucapkan bahkan sering ananda tulis, karena menurut saya itu kurang tepat ’’ujarnya. Saya memberikan perhatian serius dan berkata ’’benarkah?’’.

Penghulu yang bergelar Dt Atin tersebut menjelaskan, maksud yang ingin disampaikan dalam kata ini adalah tiga elemen yang ingin digambarkan menjadi satu, ibarat sebuah tungku yang tidak akan bisa tegak berdiri kalau salah satu tiangnya hilang. Dan Tungku memang selalu terdiri dari tiga tiang sehingga bisa berdiri kokoh dan menopang wadah makanan diatasnya, itulah tiga elemen adat, hukum dan agama yang harus dilaksanakan ketigannya sehingga masyarakat itu menjadi kokoh.

Nah persoalannya adalah pengertian  kata ’’tiga ’’, diketahui bahwa satu tungku harus tiga tiang baru bisa menjadi satu badan jorangan atau sajorangan, maka kalau digunakan kata ’’Tiga tungku sajorangan, ’ maka tiangnya akan menjadi sembilan, karena satu tungku mempunyai tiga tiang maka tiga tungku kalikan dengan tiga tiang maka menjadi sembilan. ’’sehingga saya rasa kata tiga tungku sajorangan adalah kurang tepat namun yang benar adalah… Tungku Tigo sajorangan  artinya satu tungku mempunyai tiga tiang baru bisa menjadi wadah sajorangan ’’ jelasnya.

Alamak…padahal selama ini saya sangat sering mengucapkan atau menulis kata ’’Tiga tungku ’’ bukannya ’’Tungku tiga ’’, seperti memahami fikiran saya Dt Atin mengatakan ’’Tak apa Nanda, karena bukan hanya nanda, banyak spanduk, baliho dan bahkan pidato pejabatpun yang mengucapkan kalimat seperti itu, namun seperti petuah lama sesat ditengah jalan balik ke pangkal jalan….. mulai sekarang perbaiki itu, ’’ujarnya bijak.

Yaa..bagi anda yang mungkin sudah membaca dan melapazkan kalimat itu dengan baik barangkali tulisan ini tidak begitu menarik namun bagi saya ini suatu peringatan agar kedepan saya lebih berhati hati dalam menulis atau mengucapakan kalimat petuah adat.

Dalam perjalanan pulang saya berfikir ; kalau begitu bagaimana dengan penggunaan kalimat ’’Tali nan Bapilin tigo? ’’ karena kalimat ini mempunyai maksud dan mana yang lebih kurang sama dengan Tinga tungku eeh….Tungku Tigo sajarongan, bukankan yang dipilin itu sebenarnya tiga tali bukannya tali yang dipilin sebanyak tigo kali?, tigo tali itu adalah Ninik Mamak, Pemerintah dan Ulama yang harus selalu erat bersatu untuk mengikat persatuan masyarakat, pilinnya boleh berulang ulang kali tidak harus tiga, karena kalau hanya tiga manalah kokoh sampai ke ujung ’’Kalau begitu yang benar adalah ’’Tali Tigo sapilinan atau Tali Tigo nan Bapilin? ’ tanya saya dalam hati. Wah kalu begitu saya masih salah juga selama ini.

Sayangnya Dt Atin bukan bersama saya lagi sehingga saya tidak bisa mengkomfirmasikan jawabannya, atau anda punya jawaban untuk saya?

Kampar, 30 Agust 2009

 

5 Responses to “”

  1. Vee Says:

    permisi bu, artikelnya di sharing boleh ya.. thx

  2. Fajri Says:

    Bisa ndak mambuek artikel basiacuong bolek, jamu manjamu sabolun dan sasuda makan.kirim ka imel muo kak..

  3. Wewen Says:

    Mantaplah pokoknyaa…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s