Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Pelajaran dari Pengunduran Jadwal Kunjungan Obama Maret 22, 2010

Filed under: Artikelku — rinahasan @ 9:44 pm
Tags: , , , , , , , ,

(catatan isengku) dari wawancara Nababan di RCTI

Ontuo Berry atau lebih lengkapnya Barack Husien Obama yang saat ini menjabat sebagai presiden Amerika Serikat mengundurkan rencananya untuk pulang Kampung ke Indonesia, kunjungan yang direncanakan akan dilaksanakan pekan ini terpaksa dibatalkan karena adanya ‘’prioritas nasional Amerika yang sangat penting ‘’ yaitu pengesahan RUU kesehatan. ‘’dan saya tidak bisa menentukan jadwal parlemen ‘’ujarnya dalam wawancara ekslusifnya dengan Putra Nababan dari RCTI yang ditayangkan stasiun TV tadi malam (22/3).

Munkin banyak yang akan kecewa dengan pengunduran jadwal kunjungan ini bahkan munkin juga ada yang senang, Obama sendiri dalam wawancaranya juga menyatakan kekecewaanya dengan pengunduran jadwal tersebut namun baginya saat ini menunggu pengesahan RUU tersebut menjadi sangat lebih penting, selain memang padatnya jadwal kegiatan Ontuo Berry yang lain sehingga ia lebih memilih mengundurkan pada musim panas mendatang sekalian mengajak keluarganya untuk liburan .

Jujur saja saya tidak begitu mengikuti kasus RUU kesehatan yang konon sempat menghebohkan parlemen AS tersebut, namun yang menarik bagi saya adalah keputusan Obama untuk tidak meninggalkan negerinya demi menghormati suatu  progress di Parlemen. Bahkan Obama menyatakan ‘’sayakan tidak bisa mengatur jadwal di parlemen’’, fikiran iseng (ini benar benar hanya untukku ya…) adalah  bagaimanakah dengan pemimpin kita? Munkinkah mereka akan tetap melakukan lawatan kalau mengalami kondisi yang sama? Dan siapakah yang mengatur jadwal di Parlemen selama ini?

Munkin karena Amrik adalah Negara sangat besar maka kunjungan ke Indonesia menjadi suatu agenda yang tidak masuk dalam prioritas C apalagi prioritas A, namun saya tetap salut karena Obama tetap memilih di tempatnya bertugas untuk menunggu itu, saya membayangkan Pemimpin kita juga berlaku hal yang sama untuk suatu kepentingan masyarakat yang sedang dibahas di Parlemen.

Karena setahu saya ..(ini sok tahu saja aja lho….) selama ini apabila pemimpin punya agenda maka yang lainnya harus mengikuti agenda itu termasuk agenda parlemen,  tak jarang agenda di parlemenlah yang harus ditunda untuk menunggu selesainya agenda lawatan pemimpin.

Saya tidak berani memisalkan kepada Presiden, Kita bicara Kampar sajalah, antara Jadwal Pemimpin Kampar dengan Parlemennya. Tak jarang jadwal yang sudah diagendakan oleh DPRD mentah hanya karena pejabatnya sedang mengadakan kunjungan ke tempat lain bahkan hanya untuk menghadiri acara seremonial semata.

Memang sih…..tidak bisa dibandingkan antara Obama yang presiden AS dengan pejabat di Kampar  karena bedanya..jauuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget, tapi setidaknya bisa disesuikan porsinya, untuk Kampar ya..seukuran Kampar sajalah. Alangkah Indahnya kalau pemimpin juga mempunyai pemikiran yang sama bahwa lebih mementingkan agenda yang sudah disepakati di dewan daripada acara seremonial yang terkadang hanya mengunting pita.

Dalam dua bulan ini, komisi I DPRD Kampar saja misalnya sudah berulang kali mencak-mencak kepada pemerintah hanya karena hearing tidak dihadiri oleh pejabat yang terkait seperti kepala dinas apalagi Bupati. Padahal yang dibicarakan adalah hal sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak, sayangnya pemerintah menganggap itu sepele..dan akhirnya  karena emosi tidak tertahankan dari para wakil rakyat hearing yang sudah diagendakan berulang-ulang itupun batal. Padahal warga  yang datang sudah mengorban hari kerja mereka hanya untuk duduk bersama sama mencarikan solusi.

Kalau dibandingkan dengan Obama sekali lagi saya akui jauuuuuuuuuh banget, namun esensinya satu dan sama, yaitu bagaimana pemimpin menghargai kepentingan orang kecil (baca: rakyat) daripada kepentingan (baca: keinginan) mereka sendiri.

Begitu juga dalam menentukan jadwal DPRD, kalau Obama menyatakan dengan tegas ‘’tidak bisa mengatur jadwal parlemen ‘’ kalau di Indonesia termasuk di daerahku tercinta…oh itu malah sangat bisa, karena kegiatan sebesar sidang paripurna biasanya ditentukan dulu oleh Protokol yang berdasarkan kepada jadwal ‘’Bapak ‘’, bahkan bisa saja agenda yang sudah disesuaikan ditoleransi untuk diundurkan hanya karena mendadak ada panggilan ke Jakarta, rapat dipropinsi, peresmian ini dan sebagainya.  Dan biasanya mengikuti jadwal seperti ini yang lebih sering terjadi. Dalam kondisi ini ‘’siapakah yang mengatur siapa..? ‘’

Hmmmm…tulisan ini hanya inspirasi iseng saat menonton wawancara Nababan dan Obama tersebut, namun menjelang mata terlelap saya masih berangan…walaupun dalam kapasitas yang keci..cil…cil…ciiiill…….. seandainya pemimpin yang ada di negeriku saat ini mulai meniru Obama, bahwa untuk suatu kegiatan atas nama apapun itu janganlah sampai meninggalkan suatu prioritas untuk kepentingan rakyat (masyarakat)…..ontahlah….

Kampar, 22 Maret 2010

-Ummu Bintang-

 

2 Responses to “Pelajaran dari Pengunduran Jadwal Kunjungan Obama”

  1. Membuat Blog Says:

    Setuju..setuju…Salut buat Obama yang tetap memegang janji kampanyenya, mempertahankan dan mencoba merealisasikannya.
    Kecewa juga sebenarnya, Obama batal datang lagi ke Indonesia. Tapi apa boleh buat, alasan beliau memprioritaskan Rancangan Undang-Undang tentang Kesehatan Masyarakat di Amerika memang selayaknya dipertanggungjawabkan mengingat posisinya sebagai pemimpin negara adidaya tersebut. Yah, semoga rencana kedatangannya yg ditunda sampai besok Juni dapat benar2 terlaksana sehingga Indonesia tak perlu kecewa untuk ketiga kalinya..
    Buat Blog


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s