Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Kadang Kami lupa..kalau dia adalah Pimpinan…. Maret 31, 2010

Kenangan dengan Depan Maju Sihite

.Pagi ini seperti biasanya usai mengurusi keperluan Bintang akupun membaca Koran Riaupos, dan catatan kaki yang ditulis oleh Socrates salah satu petinggi RPG ini membuatku kaget, menuliskan tentang kenangan Socrates atas persahabatannya dengan Depan Maju Sihite dan disitu ditulis mengingat sosok Depan Maju Sihite.

Tentu aku terhenyak..bahkan sedikit shock, Depan Maju Sihite atau kami lebih akrab memanggilnya Bang Ite adalah sosok yang sangat kukenal, kami bertemu pertama kali saat aku bertugas di Batam Pos awal tahun 2000 yang lalu, dilanjutkan dengan di Batam Ekspres Koran ekonominya Sijori Pos, saat itu Bang Ite menjadi Pimrednya dan aku krunya, lebih dua tahun Batam Ekspress berdiri dan selama itu kami sekantor bahkan seruangan bersama karena ruangan BE istilah untuk Batam Ekspress sangat kecil . Namun kami merasa enjoy dan nyaman diruangan sekecil itu, bahkan walaupun satu ruangan dengan boss, karena Bang Ite jarang sekali tampil sebagai boss namun lebih sebagai saudara tua..kami menyebutnya begitu, saat itu kami terdiri dari Arham yang saat ini kabarnya menjadi wapemred di Batam Pos, Ngaliman yang kabarnya sekarang anggota KPUD Batam, Agnes Dhamayanti sekarang sekretaris redaksi Batam Pos, juga ada Usvim Paradila, dan beberapa teman teman yang lain, semuanya tumplek blek disitu, Meja bang Ite ada dipojok sebelah kanan, dan sekitar tiga meja lagi dalam ruangan itu dengan enam computer, satu computer dikhususkan untuk Ucok (helmi) bagian layout. Walaupun meja disudut kanan itu khusus untuk Bang Ite namun saya dan Agnes lebih sering mendudukinya.. Kami sering bergurau kalau kami sudah menkudetanya..kami lupa kalau dia adalah bosss

Bukan hanya kenangan di BE yang berkesan dihati saya tentang Bang Ite, namun awal kedatangan saya ke Batam sudah memberikan kesan yang mendalam, begitu tiba di Batam kami (saya dan rini) segera mencari kos tempat bermukim dan saat itu kami kos di wilayah Blok Empar di Baloi, seminggu saya tinggal disana saat sholat dimesjid tiba tiba seorang lelaki tua menghampiri dan bertanya: anak kerja di Batam Pos ya? Katanya, saya mengangguk hormat dan tersenyum. ‘’Kenal dengan sihite? Dia menantu saya ‘’ ujarnya. Saya tentu saja menjawab kenal..padahal sumpah ya dalam seminggu itu saya belum pernah bicara dengan depan Maju Sihite, karena selain saya masih baru (baru sekitar satu bulan di Batam pos) saya juga segan bicara akrab dengan wartawan senior itu. Lalu bapak itu cerita kalau ia dapat info ini dari Bang Sihite dan entah bagaimana hari hari selanjutnya saya kos disitu selalu menyenangkan, Mertua Bang Ite selalu menyapa, bahkan tak segan segan menolong anak kos seperti kami, bukan hanya mertuanya namun juga anak anaknya yang lain, walaupun tidak pernah menanyakan hal ini kepada Bang Ite..namun saya yakin..pasti ada andil beliau dalam hal ini.

Bang Ite bagi saya lebih kepada sosok abang, walaupun dia pimpina saya, karena bang Ite tidak pernah mengeluarkan suara yang keras, bang Ite banyak bergurau. Ada beberapa hal yang selalu saya inget dari pemikiran dan sikap Bang Ite, seperti..ketika salah satu teman saya berjuang untuk mendapatkan anak…suatu senja kami melihatnya sholat magrib di Kantor, nah oleh teman saya yang lain mencoba bergurau..nah kalau mau dapat anak rajin sholat ya…… kami tau maksudnya hanya bergurau, namun begitu usai kerjaan Bang Ite kembali membahasnya (saya ingat sambil makan nasi goring) Bang Ite berkata: saya heran..kenapa ya orang baru mau menyembah Tuhannya kalau sudah Butuh? Saya yang sedang asyik makan menjawab: ya kalau ndak sama Tuhan lalu sama siapa lagi bang? Bang Ite menjawab: iya..itu benar..Tuhan tempat mengadu, meminta dan segalanya, namun jangan hanya menemui dan bicara pada Tuhan saat butuh saja, namun juga saat lagi senang dan bahagia., Cuba kamu bayangkan, kalau kamu punya teman yang hanya datang saat butuh saja truss..kalau dia sudah senang lupa sama kamu …, itu baru sama manusia..bagaimana dengan Tuhan…

Bang Ite memang sosok yang taat beragama, setiap minggu ia selalu kegereja, namun ia juga terbuka untuk agama yang lain, walaupun istrinya seiman denganya namun keluarga istrinya adalah muslim yang taat. Soal keragaman ini Bang Ite pernah bercerita ‘’rin kamu tau ndak apa yang kusuka dan yang kupusingkamn saat hari raya ? ‘’tanya. Aku hanya angkat bahu tanda tak tahu. Dengan santai ia bercerita. Aku setiap tahunnya tiga kali makan ketupat dan gulai hari raya, pertama natal, kedua idul fitri dan ketiga idul adha. Namun aku tiga kali pusing juga, karena aku harus memberikan THR itu dua kali, pertama Natal dan kedua Idulfitri….. Frans dan adikknya baju hari rayanya juga dua kali‘’ujarnya. Bang Ite juga kadang jadi sosok abang yang sangat pengertian, pernah satu ketika saya mengalami suntuk dan bête yang sangat dan ini munkin terlihat olehnya, jadi sabtu siang itu tiba tiba saja dia menelpon, kamu kesini ya..aku ada acara, dan ternyata setelah sampai disana aku diajak Bang Ite dan keluarganya jalan jalan ke Nongsa..munkin bagi yang lain ini biasa namun bagiku yang dirantau dan tidak punya siapa siapa perhatian seperti ini sangat luar biasa. Begitu juga ketika saya hamil, jujur saja sebagai orang yang pertama kali hamil saya tidak tahu..Bang Ite yang mengigatkan..’’sebaiknya kamu periksa deh..sepertinya kamu hamil.. ‘’ujarnya. Duh..dia benar benar saudara yang luarbiasa.

Bang Ite juga kukenal rajin membaca buku, aku selalu menjadi orang yang mencoba mengintip apa yang dibacanya,dan akhirnya dia pinjamkan buku itu. saat aku tergila gila dengan Harry Potter Bang Ite selalu mengejek. Namun ketika kuminta carikan buku edisi ketiga..Bang ite carikan juga untukku. .namun ada satu ucapannya yang berkesan: rin…harusnya kamu tidak hanya membaca dan maniak Harry Potter namun cuba buat cerita seperti itu..ya tidak persis sama namun cuba buatlah karya.,.,jangan hanya membaca saja Sebagai boss..bang Ite sosok yang luar biasa, dia menegur dengan bahasa yang lembut namun mengena, ketika ada salah satu dari kita yang malas ke kantor dan berkurang produktifitasnya Bang Ite mengatakan…saya tidak bisa mengatur kalian terlalu dalam, saya hanya sebatas manusia juga, kalianlah yang mengatur diri sendiri, mana yang tugas, mana yang masalah dan mana urusan pribadi, namun kalau kalian tidak bisa mengatur itu dan mengabaikan tugas..maka jangan salahkan saya juga bertindak atas nama manusia juga yang bisa membuat kesalahan..seperti..memberikan rekomendasi tentang kalian dengan nilai yang buruk, karena setiap tindakan ada konsekwensinya. Kebebasan menentukan sikap dan mengatur diri sendiri adalah salah satu poin penting yang selalu ditekankan Bang Ite, tanpa kemarahan, tanpa caci maki dan tanpa mencerahami.

Banyak hal lain yang berkesan tentang Bang Ite, bagaimana kami diskusi soal yesus dan Muhammad, bagaimana kami diskusi soal Soharto , soal Ismet dan soal Casio, bagaimana ia menyuruhku ikut tes PWI, bagaimana ia mengajri menghadapi Narasumber di kadin dan sebagainya. Bang itu juga ngakak saat ia pulang dari AMrik dan word trade meledak. Saya berkata ‘’bang ..jangan jangan pesawat itu abang yang kendalikan, soalnya begitu abang mau tinggalkan Amrik kok meledak…. Dia hanya tertawa..dan berkata: kira kira abang jadi seleb ndak kalau begitu….serentak kami berkata yeeeeee maunya…

Banyak hal lain tentang Bang Ite namun tentu tak dapat diceritakan semua, bisa menjadi cerita bersambung…Namun kesedihan mendalam sangat terasa atas kepergian Bang Ite, sebulan yang lalu saya mendapat kabar dari Usvim tentang penyakitnya dan mencoba menelpon Beliau, Bang Ite terdengar senang dan dia berkata: Kamu ya..pulang kampong tak bilang bilang, berapa anakmu sekarang? Dimana bertugas? Saya langsung minta maaf, Bang itu juga cerita soal penyakitnya dan berkata: Rin..dokter menyerah..namun Abang seperti Naif saya: jangan menyerah..jangan menyerah..ujarnya sambil bernyanyi lemah. Bang Ite juga minta maaf atas semua kesalahanya, sambil menahan tangis saaya juga minta maaf. Sejak itu saya tak pernah bicara lagi dengannya dan pagi tadi..sayamembaca bahwa abang Tua saya itu sudah tiada..selamat jalan Bang Ite…penyakit itu sudah membebaskan diri darimu…selamat jalan dan terimakasih atas semua yang sudah abang berikan….selamat Jalan..damai bersamamu…

Kampar, 31 maret 2010

-Ummu Bintang-

 

One Response to “Kadang Kami lupa..kalau dia adalah Pimpinan….”

  1. vorchae sitompul Says:

    saya selalu mengingat nasehatmu tulang (paman)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s