Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Ternyata Polisi Masih ‘’Manusia’’ April 8, 2011

Filed under: Mindaku — rinahasan @ 9:27 am
Tags: , , , , , , ,

Aksi kocak Briptu Norman Kamaru, anggota satuan Brimob Gorentalo menyita public dalam dua minggu belakangan ini, ada yang merasa ini itu aneh dan unik, ada yang merasa itu melanggar kode etik dan tidak pantas dan namun yang paling banyak menyebut itu ‘’coool ‘’, keren.  Karena aksi Oman (panggilan akrab Briptu Norma kamaru) sangat menghibur dan membuat polisi terbukti memang ‘’manusia ‘’

Mereka yang menganggap aneh munkin disebabkan karena ndak biasanya bergaya apalagi berjoget india…yang menganggap melanggar etik munkin disebabkan karena mereka sangat paturh dengan protap polisi sosok yang kaku dan hanya bergerak kalau diperintahkan, yang menganggap lucu dan menyenangkan  munkin karena gaya joget Oman yang asyik dan persis Sahrul Khan. Namun saya tetap berpendapat Jogetnya Oman merupakan bukti bahwa sosok polisi ‘’ memanglah manusia ‘’

Sebelum saya jelaskan kenapa saya ngotot menggunakan ungkapan ‘’Memanglah manusia ‘’, saya mau minta maaf dulu, kalau tulisan ini nantinya membuat ada yang tersinggung atau ada yang marah, soalnya saya sadar betul,,jangan tulisan seperti ini status di FB saja kadang bisa membuat pihak tertentu terkait dan (ssssttss..saya pernah ditelpon malam-malam oleh pihak pihakt hanya karena status FB yang berhubungan dengan..).

Kembali soal ‘’memang manusia ‘’, karena selama ini sosok Polisi sudah agak menjauh dari sifat humanis, dan ini bukan hanya pendapat saya sendiri namun juga banyak yang berpendapat seperti itu, seorang bapak pernah berkata begini: saya selalu doakan anak saya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, saya izinkan anak saya memilih apa saja selain POlisi dan dalam doa saya selalu saya panjatkan’’ya Allah jangan jadikan anak saya seorang polisi ;;.

Awalnya saya kaget mendengar cerita bapak ini, namun dia menjelaskan, baginya sosok pengayom sudah jauh dari polisi, karena dalam berbagai peristiwa sosok yang muncul lebih sosok yang gagah, keras, arogan dan menakutkan, mulai dari jalanan, di kantor dan sebagainya dan sebagai penutup pembicaraan bapak ini berkata : kalau berurusan dengan polisi Arang habis..besipun binasa…

Bukan hanya itu, dalam berbagai peristiwa di negeri ini, mulai dari aksi polisi hadapi para pendemo, polisi dalam menyelesaikan kasus pencurian dan criminal lainnya, polisi dalam melaksanakan tertib lalu lintas, polisi dalam kasus dengan narkoba dan perempuan…semuanya ada yang membanggakan dan tidak sedikit yang memprihatinkan.

Dalam keseharian saya sebagai reporter saya juga selalu bekerjasama dengan polisi dan secara umum saya katakan mereka cukup oke, walaupun dalam beberapa peristiwa harus saya akui saya agak prihatin, seperti munculnya kasus aksi warga Ranah Airtiris disebabkan polisi salah tangkap dan aksi bentrok antara polisi Kampar dan satpol PP, sementara dalam keseharian tugas ada hal hal yang tidak bisa saya ceritakan tentang mitra saya ini karena itu  itu termasuk ‘’behind the scene’’, apalagi keluarga saya juga masih ada yang berprofesi sebagai polisi…

Namun terlepas semua itu (maaf ya guys) sepertinya sosok humanis harus saya akui agak jauh dari polisi, ini membuat mereka sebagai pengayom agaknya perlu didapatkan dengan usaha keras dan ini berlangsung cukup lama sehingga membentuk trade mark sendiri dalam fikiran masyarakat Indonesia.

Dan akhirnya munculah Briptu Norman Kamaru, yang dengan niat hanya untuk menghibur temannya dengan cara berjoget India, walaupun hanya dengan duduk di kursi Jaga Oman berharap sang teman bisa tersenyum dan ini menunjukkan bahwa polisi ini memang manusia, yang juga punya rasa peduli dan kasih yang mendalam…yang tidak punya niat apapun selain menghibur sang sahabat…dan inilah sisi humanisnya

Siapa bilang kalau polisi hanya bisa ‘’Siap grakk! Atau ‘’ya Pak ! ‘’, polisi juga bsia Chiayya..chaiyya…sambil tersenyum lembut, dan alangkah indahnya kalau senyuman semanis senyuman Norman juga ditunjukkan oleh polisi lain, maka orang yang tidak punya surat kendaraan lengkap tidak akan memilih kabur dari polisi atau memilih menyodorkan lembaran Biru, kalaulah polisi seramah Norman maka tidak aka nada orang yang enggan melapor begitu ada tindakan criminal dan memilih berdamai dengan pelaku daripada berurusan dengan polisi, kalaulah polisi secool Norman maka sang demonstran juga akan lebih bijaksana…

Untungnya Mabes Polri batal memberikan hukuman bagi sang Duta senyum polisi ini, karena kalau Mabes tetap kukuh ingin menghukum Norman dengan alasan etika atau wibawa polisi maka saya yakin…..polisi benar-benar jadi berkurang wibawanya, harusnya Norman dinaikkan pangkatnya dan dijadikan sebagai contoh polisi yang benar-benar merakyat karena berkat Normanlah polisi diakui sebagaai ‘’manusia’’

 

Kampar, 8 April 2011

Ummu Bintang

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s