Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Oktober 11, 2012

 

Ingat kisruh KPK Versus Polisi baru-baru ini, mengingatkan saya akan lagu Ocu  (daerah Kampar) yang berjudul: Moncik Badasi. Lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi local Kampar Amin Ambo. Walau tidak membahas kelembagaan KPK (karena saat lagu ini diciptakan KPK sepertinya belum ada) namun lagi ini membahas keprihatinan seorang seniman Kampar soal korupsi di negeri ini. Saya akan membahasnya dalam tiga tulisan, dan bagian pertama saya akan menuliskan lirik lagu “Moncik badasi /Tikus berdasi ‘ ini dalam versi bahasa Ocu dan bahasa Indonesia, sehingga bisa memahaminya dengan lebih mudah.

 

MONCIK BADASI

(versi Bahasa OCU)

 

Cubo tengok dek acu, paghangai ughang kini,

Ado  pulo Cu moncik badasi
Inyo masuok lemari, sambil mangowuok piti
Piti rakyat inyo gasak towi

Dana kompensasi untuok ughang musikin
Tapi Ughang kayo nan basoki
Kojo moncik badasi, Inyo mambuek korupsi
Padahal gajinyo nayok towi

Kalau  datanglah kuciong, namonyo pak polisi
Moncik dikughuong gak tigo ayi
Kecek kuciong  polisi, dokek moncik badasi
Kok lai omuo babagi  wang bebas towi

Reff:
Kok condo ko kojonya, pemimpin Indonesia
patutlah naghoyiko dihampai musibah
Pamimpin jadi Moncik, Polisi jadi kuciong
Lamo lamo rakyatnyo jadi kambiong

Cubo tengok dek Acu, Apo puangai kambiong
Halal haramnyo inyo ndak paduli
Tutio dek banyak kini,  parampok jo pamalioong
Karena pemimpinnyo korupsi

Apak hakim mahukum indak lomak caronyo
Ado pulo keadilan baboli
Ninik mamak dikampoung, Kojo manjue soko
Sampai kemenakannyo gigik jayi

Siapo nan mandongau, Lagu nan den Logukan
Ijan  tasingguong ijanla bongi
Iko haanyalah untuok sebagai hiburan
Kalau salah mookaanlah kami

Indak sodo condo  tu… Pemimpin Indonesia
Ado juo Nan membantu kek kami
Ado karidit lunak tuok mambayunyo payah
Dek ogo minyak malambuong towi

Siapapun ughangnyo pemimpin Naghoyiko
Kalau ndak  jujur tangggung la doso
Tobatnya ndak batemo, dek korupsi sangajo
Diakhiratkan masuok narako, Jan diaghokkan masuok sarugo

 

 

Versi bahasa Indonesianya, kira-kira begini:

 

TIKUS BERDASI

(versi Bahasa Indonesia )

 

Cobalah tengok ya abang, perilaku orang saat ini

ado  pulo Cu moncik badasi
Dia masuk lemari, sambil mengambil duit

Duit rakyat yang selalu diambilnya

Dana kompensasi untuk orang miskin
Tapi Orang kaya yang malah mendapatkan
Kerjanya tikus berdasi itu selalu melakukan korupsi

Padahal gajinya selalu dinaikkan

Lalu datanglah Kucing, bernama Pak Polisi
Tikuspun dikurung selama tiga hari
kata Kucing Polisi, kepada Tikus berdasi

Kalau mau berbagi, kamu akan selalu bebas

 

Reff:
Kalaulah  begini kerjanya pemimpin Indonesia
Patutlah negeri ini dihantam musibah

Pemimpinnya jadi tikus, Polisinya  jadi kucing
Lama kelamaan rakyatnyapun jadi Kambing

 

Cobalah Abang perhatikan, Bagaimana kelakuan Kambing
Halal haram Kambing tidak perduli
Itu sebabnya sekarang banyak perampok dan maling
Karena pemimpinnya korupsi

Bapak hakim menghukum caranya juga tidak baik
Keadilan bisa dibeli
Pemuka masyarakat di Kampung, menjual negeri

Masyarakat hanya bisa gigit jari

Siapapun yang mendengar lagu ini
Jangan tersinggung dan jangan marah

Lagu ini hanyalah sebagai suatu hiburan

Kalau salah maafkan kami ya

Memang tidak semua pemimpin Indonesia yang begitu

Ada juga yang baik kepada rakyatnya

Ada kredit lunak untuk rakyat, tapi melunasinya yang susah

Karena harga minyak melambung tinggi
Siapapun orangnya, yang memimpin negeri ini

Kalau tak jujur maka akan berdosa

Tobatnya tidak akan diterima, karena sengaja korupsi

Diakhirat akan masuk neraka dan jangan harapkan masuk surga

*masih bersambung di part-2 ……………………………………..(ditunggu ya)

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s