Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Ternyata Polisi Masih ‘’Manusia’’ April 8, 2011

Filed under: Mindaku — rinahasan @ 9:27 am
Tags: , , , , , , ,

Aksi kocak Briptu Norman Kamaru, anggota satuan Brimob Gorentalo menyita public dalam dua minggu belakangan ini, ada yang merasa ini itu aneh dan unik, ada yang merasa itu melanggar kode etik dan tidak pantas dan namun yang paling banyak menyebut itu ‘’coool ‘’, keren.  Karena aksi Oman (panggilan akrab Briptu Norma kamaru) sangat menghibur dan membuat polisi terbukti memang ‘’manusia ‘’

Mereka yang menganggap aneh munkin disebabkan karena ndak biasanya bergaya apalagi berjoget india…yang menganggap melanggar etik munkin disebabkan karena mereka sangat paturh dengan protap polisi sosok yang kaku dan hanya bergerak kalau diperintahkan, yang menganggap lucu dan menyenangkan  munkin karena gaya joget Oman yang asyik dan persis Sahrul Khan. Namun saya tetap berpendapat Jogetnya Oman merupakan bukti bahwa sosok polisi ‘’ memanglah manusia ‘’

Sebelum saya jelaskan kenapa saya ngotot menggunakan ungkapan ‘’Memanglah manusia ‘’, saya mau minta maaf dulu, kalau tulisan ini nantinya membuat ada yang tersinggung atau ada yang marah, soalnya saya sadar betul,,jangan tulisan seperti ini status di FB saja kadang bisa membuat pihak tertentu terkait dan (ssssttss..saya pernah ditelpon malam-malam oleh pihak pihakt hanya karena status FB yang berhubungan dengan..).

Kembali soal ‘’memang manusia ‘’, karena selama ini sosok Polisi sudah agak menjauh dari sifat humanis, dan ini bukan hanya pendapat saya sendiri namun juga banyak yang berpendapat seperti itu, seorang bapak pernah berkata begini: saya selalu doakan anak saya menjadi anak yang sholeh dan sholehah, saya izinkan anak saya memilih apa saja selain POlisi dan dalam doa saya selalu saya panjatkan’’ya Allah jangan jadikan anak saya seorang polisi ;;.

Awalnya saya kaget mendengar cerita bapak ini, namun dia menjelaskan, baginya sosok pengayom sudah jauh dari polisi, karena dalam berbagai peristiwa sosok yang muncul lebih sosok yang gagah, keras, arogan dan menakutkan, mulai dari jalanan, di kantor dan sebagainya dan sebagai penutup pembicaraan bapak ini berkata : kalau berurusan dengan polisi Arang habis..besipun binasa…

Bukan hanya itu, dalam berbagai peristiwa di negeri ini, mulai dari aksi polisi hadapi para pendemo, polisi dalam menyelesaikan kasus pencurian dan criminal lainnya, polisi dalam melaksanakan tertib lalu lintas, polisi dalam kasus dengan narkoba dan perempuan…semuanya ada yang membanggakan dan tidak sedikit yang memprihatinkan.

Dalam keseharian saya sebagai reporter saya juga selalu bekerjasama dengan polisi dan secara umum saya katakan mereka cukup oke, walaupun dalam beberapa peristiwa harus saya akui saya agak prihatin, seperti munculnya kasus aksi warga Ranah Airtiris disebabkan polisi salah tangkap dan aksi bentrok antara polisi Kampar dan satpol PP, sementara dalam keseharian tugas ada hal hal yang tidak bisa saya ceritakan tentang mitra saya ini karena itu  itu termasuk ‘’behind the scene’’, apalagi keluarga saya juga masih ada yang berprofesi sebagai polisi…

Namun terlepas semua itu (maaf ya guys) sepertinya sosok humanis harus saya akui agak jauh dari polisi, ini membuat mereka sebagai pengayom agaknya perlu didapatkan dengan usaha keras dan ini berlangsung cukup lama sehingga membentuk trade mark sendiri dalam fikiran masyarakat Indonesia.

Dan akhirnya munculah Briptu Norman Kamaru, yang dengan niat hanya untuk menghibur temannya dengan cara berjoget India, walaupun hanya dengan duduk di kursi Jaga Oman berharap sang teman bisa tersenyum dan ini menunjukkan bahwa polisi ini memang manusia, yang juga punya rasa peduli dan kasih yang mendalam…yang tidak punya niat apapun selain menghibur sang sahabat…dan inilah sisi humanisnya

Siapa bilang kalau polisi hanya bisa ‘’Siap grakk! Atau ‘’ya Pak ! ‘’, polisi juga bsia Chiayya..chaiyya…sambil tersenyum lembut, dan alangkah indahnya kalau senyuman semanis senyuman Norman juga ditunjukkan oleh polisi lain, maka orang yang tidak punya surat kendaraan lengkap tidak akan memilih kabur dari polisi atau memilih menyodorkan lembaran Biru, kalaulah polisi seramah Norman maka tidak aka nada orang yang enggan melapor begitu ada tindakan criminal dan memilih berdamai dengan pelaku daripada berurusan dengan polisi, kalaulah polisi secool Norman maka sang demonstran juga akan lebih bijaksana…

Untungnya Mabes Polri batal memberikan hukuman bagi sang Duta senyum polisi ini, karena kalau Mabes tetap kukuh ingin menghukum Norman dengan alasan etika atau wibawa polisi maka saya yakin…..polisi benar-benar jadi berkurang wibawanya, harusnya Norman dinaikkan pangkatnya dan dijadikan sebagai contoh polisi yang benar-benar merakyat karena berkat Normanlah polisi diakui sebagaai ‘’manusia’’

 

Kampar, 8 April 2011

Ummu Bintang

 

 

Iklan
 

Kadang Kami lupa..kalau dia adalah Pimpinan…. Maret 31, 2010

Kenangan dengan Depan Maju Sihite

.Pagi ini seperti biasanya usai mengurusi keperluan Bintang akupun membaca Koran Riaupos, dan catatan kaki yang ditulis oleh Socrates salah satu petinggi RPG ini membuatku kaget, menuliskan tentang kenangan Socrates atas persahabatannya dengan Depan Maju Sihite dan disitu ditulis mengingat sosok Depan Maju Sihite.

Tentu aku terhenyak..bahkan sedikit shock, Depan Maju Sihite atau kami lebih akrab memanggilnya Bang Ite adalah sosok yang sangat kukenal, kami bertemu pertama kali saat aku bertugas di Batam Pos awal tahun 2000 yang lalu, dilanjutkan dengan di Batam Ekspres Koran ekonominya Sijori Pos, saat itu Bang Ite menjadi Pimrednya dan aku krunya, lebih dua tahun Batam Ekspress berdiri dan selama itu kami sekantor bahkan seruangan bersama karena ruangan BE istilah untuk Batam Ekspress sangat kecil . Namun kami merasa enjoy dan nyaman diruangan sekecil itu, bahkan walaupun satu ruangan dengan boss, karena Bang Ite jarang sekali tampil sebagai boss namun lebih sebagai saudara tua..kami menyebutnya begitu, saat itu kami terdiri dari Arham yang saat ini kabarnya menjadi wapemred di Batam Pos, Ngaliman yang kabarnya sekarang anggota KPUD Batam, Agnes Dhamayanti sekarang sekretaris redaksi Batam Pos, juga ada Usvim Paradila, dan beberapa teman teman yang lain, semuanya tumplek blek disitu, Meja bang Ite ada dipojok sebelah kanan, dan sekitar tiga meja lagi dalam ruangan itu dengan enam computer, satu computer dikhususkan untuk Ucok (helmi) bagian layout. Walaupun meja disudut kanan itu khusus untuk Bang Ite namun saya dan Agnes lebih sering mendudukinya.. Kami sering bergurau kalau kami sudah menkudetanya..kami lupa kalau dia adalah bosss

Bukan hanya kenangan di BE yang berkesan dihati saya tentang Bang Ite, namun awal kedatangan saya ke Batam sudah memberikan kesan yang mendalam, begitu tiba di Batam kami (saya dan rini) segera mencari kos tempat bermukim dan saat itu kami kos di wilayah Blok Empar di Baloi, seminggu saya tinggal disana saat sholat dimesjid tiba tiba seorang lelaki tua menghampiri dan bertanya: anak kerja di Batam Pos ya? Katanya, saya mengangguk hormat dan tersenyum. ‘’Kenal dengan sihite? Dia menantu saya ‘’ ujarnya. Saya tentu saja menjawab kenal..padahal sumpah ya dalam seminggu itu saya belum pernah bicara dengan depan Maju Sihite, karena selain saya masih baru (baru sekitar satu bulan di Batam pos) saya juga segan bicara akrab dengan wartawan senior itu. Lalu bapak itu cerita kalau ia dapat info ini dari Bang Sihite dan entah bagaimana hari hari selanjutnya saya kos disitu selalu menyenangkan, Mertua Bang Ite selalu menyapa, bahkan tak segan segan menolong anak kos seperti kami, bukan hanya mertuanya namun juga anak anaknya yang lain, walaupun tidak pernah menanyakan hal ini kepada Bang Ite..namun saya yakin..pasti ada andil beliau dalam hal ini.

Bang Ite bagi saya lebih kepada sosok abang, walaupun dia pimpina saya, karena bang Ite tidak pernah mengeluarkan suara yang keras, bang Ite banyak bergurau. Ada beberapa hal yang selalu saya inget dari pemikiran dan sikap Bang Ite, seperti..ketika salah satu teman saya berjuang untuk mendapatkan anak…suatu senja kami melihatnya sholat magrib di Kantor, nah oleh teman saya yang lain mencoba bergurau..nah kalau mau dapat anak rajin sholat ya…… kami tau maksudnya hanya bergurau, namun begitu usai kerjaan Bang Ite kembali membahasnya (saya ingat sambil makan nasi goring) Bang Ite berkata: saya heran..kenapa ya orang baru mau menyembah Tuhannya kalau sudah Butuh? Saya yang sedang asyik makan menjawab: ya kalau ndak sama Tuhan lalu sama siapa lagi bang? Bang Ite menjawab: iya..itu benar..Tuhan tempat mengadu, meminta dan segalanya, namun jangan hanya menemui dan bicara pada Tuhan saat butuh saja, namun juga saat lagi senang dan bahagia., Cuba kamu bayangkan, kalau kamu punya teman yang hanya datang saat butuh saja truss..kalau dia sudah senang lupa sama kamu …, itu baru sama manusia..bagaimana dengan Tuhan…

Bang Ite memang sosok yang taat beragama, setiap minggu ia selalu kegereja, namun ia juga terbuka untuk agama yang lain, walaupun istrinya seiman denganya namun keluarga istrinya adalah muslim yang taat. Soal keragaman ini Bang Ite pernah bercerita ‘’rin kamu tau ndak apa yang kusuka dan yang kupusingkamn saat hari raya ? ‘’tanya. Aku hanya angkat bahu tanda tak tahu. Dengan santai ia bercerita. Aku setiap tahunnya tiga kali makan ketupat dan gulai hari raya, pertama natal, kedua idul fitri dan ketiga idul adha. Namun aku tiga kali pusing juga, karena aku harus memberikan THR itu dua kali, pertama Natal dan kedua Idulfitri….. Frans dan adikknya baju hari rayanya juga dua kali‘’ujarnya. Bang Ite juga kadang jadi sosok abang yang sangat pengertian, pernah satu ketika saya mengalami suntuk dan bête yang sangat dan ini munkin terlihat olehnya, jadi sabtu siang itu tiba tiba saja dia menelpon, kamu kesini ya..aku ada acara, dan ternyata setelah sampai disana aku diajak Bang Ite dan keluarganya jalan jalan ke Nongsa..munkin bagi yang lain ini biasa namun bagiku yang dirantau dan tidak punya siapa siapa perhatian seperti ini sangat luar biasa. Begitu juga ketika saya hamil, jujur saja sebagai orang yang pertama kali hamil saya tidak tahu..Bang Ite yang mengigatkan..’’sebaiknya kamu periksa deh..sepertinya kamu hamil.. ‘’ujarnya. Duh..dia benar benar saudara yang luarbiasa.

Bang Ite juga kukenal rajin membaca buku, aku selalu menjadi orang yang mencoba mengintip apa yang dibacanya,dan akhirnya dia pinjamkan buku itu. saat aku tergila gila dengan Harry Potter Bang Ite selalu mengejek. Namun ketika kuminta carikan buku edisi ketiga..Bang ite carikan juga untukku. .namun ada satu ucapannya yang berkesan: rin…harusnya kamu tidak hanya membaca dan maniak Harry Potter namun cuba buat cerita seperti itu..ya tidak persis sama namun cuba buatlah karya.,.,jangan hanya membaca saja Sebagai boss..bang Ite sosok yang luar biasa, dia menegur dengan bahasa yang lembut namun mengena, ketika ada salah satu dari kita yang malas ke kantor dan berkurang produktifitasnya Bang Ite mengatakan…saya tidak bisa mengatur kalian terlalu dalam, saya hanya sebatas manusia juga, kalianlah yang mengatur diri sendiri, mana yang tugas, mana yang masalah dan mana urusan pribadi, namun kalau kalian tidak bisa mengatur itu dan mengabaikan tugas..maka jangan salahkan saya juga bertindak atas nama manusia juga yang bisa membuat kesalahan..seperti..memberikan rekomendasi tentang kalian dengan nilai yang buruk, karena setiap tindakan ada konsekwensinya. Kebebasan menentukan sikap dan mengatur diri sendiri adalah salah satu poin penting yang selalu ditekankan Bang Ite, tanpa kemarahan, tanpa caci maki dan tanpa mencerahami.

Banyak hal lain yang berkesan tentang Bang Ite, bagaimana kami diskusi soal yesus dan Muhammad, bagaimana kami diskusi soal Soharto , soal Ismet dan soal Casio, bagaimana ia menyuruhku ikut tes PWI, bagaimana ia mengajri menghadapi Narasumber di kadin dan sebagainya. Bang itu juga ngakak saat ia pulang dari AMrik dan word trade meledak. Saya berkata ‘’bang ..jangan jangan pesawat itu abang yang kendalikan, soalnya begitu abang mau tinggalkan Amrik kok meledak…. Dia hanya tertawa..dan berkata: kira kira abang jadi seleb ndak kalau begitu….serentak kami berkata yeeeeee maunya…

Banyak hal lain tentang Bang Ite namun tentu tak dapat diceritakan semua, bisa menjadi cerita bersambung…Namun kesedihan mendalam sangat terasa atas kepergian Bang Ite, sebulan yang lalu saya mendapat kabar dari Usvim tentang penyakitnya dan mencoba menelpon Beliau, Bang Ite terdengar senang dan dia berkata: Kamu ya..pulang kampong tak bilang bilang, berapa anakmu sekarang? Dimana bertugas? Saya langsung minta maaf, Bang itu juga cerita soal penyakitnya dan berkata: Rin..dokter menyerah..namun Abang seperti Naif saya: jangan menyerah..jangan menyerah..ujarnya sambil bernyanyi lemah. Bang Ite juga minta maaf atas semua kesalahanya, sambil menahan tangis saaya juga minta maaf. Sejak itu saya tak pernah bicara lagi dengannya dan pagi tadi..sayamembaca bahwa abang Tua saya itu sudah tiada..selamat jalan Bang Ite…penyakit itu sudah membebaskan diri darimu…selamat jalan dan terimakasih atas semua yang sudah abang berikan….selamat Jalan..damai bersamamu…

Kampar, 31 maret 2010

-Ummu Bintang-

 

Wasiat untuk Bintang..anakku Maret 23, 2010

Filed under: Mindaku,Puisi,Tentang Cinta — rinahasan @ 11:09 pm
Tags: , , , , , ,

Anakku…..

Janganlah Marah Ketika Bunda tidak lagi bisa memberimu makan yang cukup..

Janganlah bersedih ketika Bunda tidak bisa memberimu tempat berteduh yang mewah

Karena itu hanyalah kebutuhan yang digerus masa dan waktu

Dan bagaikan embun yang suatu saat akan menguap karena mentari

Namun…. Mengeluhlah saat Bunda tidak lagi mengajarkanmu tentang Tuhan..

Karena itulah Cinta terbesar untukmu.. saat Bunda meletakkan Tuhan dalam darah dan jiwamu

Dan jika tidak bunda lakukan itu padamu ..

Maka saatnyalah kau bersedih dan berduka

Dan Bunda akan iklas dan menerima…..

Kalau Kau tak lagi memanggilku..Ibu..

Kampar. 03 maret 2010

-Ummu Bintang-

 

Aku Malu rayakan pergantian tahun.. Januari 2, 2009

Filed under: Mindaku — rinahasan @ 2:45 am
Tags: , , ,

Jreng..jreng..jreng……terompet sudah berbunyi dan tahunpun sudah berganti, satu masa sudah berakhir dan jatah umurpun sudah berkurang, sekarang yang akan jalani adalah tapak tapak 1430 Hijiriah yang seiring dengan 2009 masehi, 1429 Hijirah bersamaan dengan 2008 sudah ditinggalkan. Semua yang ada disekitarku menyambut dengan gembira dan antusias, dan ini hampir terjadi disemua belahan dunia, yang muslim menyambut sukacita pergantian tahun hijriah sementara sebagian muslim dan masyarakat dunia lainnya menyambut pergantian masehi dengan sukacita dan penuh harapan.

Namun aku tidak bergairah bahkan sangat tidak berselera, karena kusadari ternyata di 2008 yang lalu banyak hal yang membuatku sedih dan kecewa, terutama pada diri sendiri, betapa banyak komitmen dan janji yang tidak bisa aku tepati, banyak target yang sudah kurancang namun gagal kulaksanakan, banyak peluang yang lewat didepan mata dan kubiarkan begitu saja…..

Padahal semua itu..hanya karena persoalan kecil saja, karena aku masih sotoy, masih lebay, masih cuai dan kelemahan lain, saya tahu itu kesempatan emas namun saya membiarkannya lewat begitu saja, saya berfikir..ah nantilah..ah gampanglah…..ah tunggulah…dan akibatnya ?..kesempatan itu lenyap.

Saya sudah bertekad untuk meningkatkan ibadah namun godaan sangat kuat dan ternyata nilainya masih biasa biasa saja, padahal lagi lagi disebabkan karena sikap saya yang mengampangkan sesuatu…menganggap semuanya bisa dikerjakan nanti dan nanti dan ternyata …semuanya pergi tanpa bisa saja cegah.

Lalu pantaskah semua ini saya rayakan?..haruskah saya merayakan kegagalan saya dengan sebuah senyuman? Ataukan saya mengisinya dengan menangis, sungguh..saya tidak bersemangat…dan kehilangan gairah.

Sebenarnya saya sudah menyusun rencana dan menyiapkan beberapa target, tapi saya malu untuk menuliskannya, hanya saja saya mengingatnya dalam hati dan mencoba menyimpannya dalam fikiran saya, saya menyadari…kalau saya tetap seperti ini saya makin terpuruk…..jadi mau tidak mau saya harus bangkit juga…..

Hmmmmm……..(menarik nafas panjang ) agaknya saya harus tetap tegak berdiri, biarlah kelemahan masa lalu ini menjadi kelam yang harus ditinggalkan, 1430 H ini harus lebih baik, hanya saja saya tidak akan menanam target yang sangat besar namun yang pasti SAYA HARUS BISA BERUBAH…KEARAH LEBIH BAIK……..

Namun saya anggap saya tetap tidak akan pantas rayakan pergantian tahun, saya hanya ingin mengingatkan diri sendiri untuk bisa terus istiqomah menjaga perubahan ini….amien

Kampar, hari pertama 2009 dan disaat aku menyadari..sungguh naifnya diriku

 

Inikah Ibadahku……??, Ternyata…Sangat Sulit!. Oktober 25, 2008

Filed under: Mindaku — rinahasan @ 2:20 pm

Menyandang status singleparent memang tidak menyenangnkan, tidak hanya dengan menanggung beban hidup sendirian, pandangan orang memang jarang sekali ‘’Baik ‘’atau bahasa kerennya positif. Janda kebanyakan adalah muara dari kekesalan orang lain yang tidak bisa menerima kondisi rumah tangga mereka, Janda juga jadi alaasan untuk membenarkan sebuah kecemburuan yang tidak beralasan.

Seperti yang kualami hari ini, seorang sahabatku menelpon untuk menyatakan permintaan maafnya dan mengajak untuk bertemu. Sayangnya karena aku lagi istirahat dan ingin libur dirumah saja maka dengan halus aku menolaknya. Selain itu aku juga punya alasan yang kuat yang sebenarnya sudah beberapa minggu kupendam.

‘’Aku ingin berdiskusi denganmu, sekaligus minta maaf ? ‘’ujarnya membujuk, aku hanya tersenyum.

‘Memangnya kamu lagi dimana ? aku dengar kamu sudah seminggu tidak pulang ? ‘’tanyaku mengelak, kabar sahabatku yang sudah beberapa hari tidak pulang ini kudengar dari temanku yang lain yang kebetulan sama mengajar satu sekolah dengan sahabatku ini.

‘’Nggak kok, aku sudah pulang dari kemarin, aku nginap dirumah Ibu, ‘’ujarnya.

‘’Memangnya ada masalah apa sih? Kok sampai nginap dirumah Ibumu segala, kan kasihan anak istrimu? ‘’ ujarnya ingin tahu

‘’aku kesal dengan istriku, jadi daripada bertengkar terus menerus sebaiknya aku menghindari dulu..tapi semua sudah oke lagi, persoalan sudah selesai, ‘’ujarnya menyakinkan.

‘’Kamu selingkuh ya? ‘’tanyaku menebak langsung, sahabatku ini ngakak

‘’ya nggak lah, mana bisa aku selingkuh. Istriku itu marah karena menemukan SMS iseng dari temanku…..’’ ujarnya, keningku berkerut…

‘Iseng gimana? Kejarku

‘’Ya…akukan biasa bergurau ma teman-teman, nah malam itu aku SMS temanku itu menanyakan apakah dia sudah tidur atau belom, dianya jawab dengan kata kata: belom sayang.. ‘’ jelasnya

‘dan itu ketahuan ma istrimu?

‘’Iya…. ‘’ujarnya, aku tertawa mengejek

‘’Ya iyalah Istrimu marah…….. ‘’ ujarku

‘’Tapi kamu tahu kenapa dia marah? Tanyanya pelan, seakan akan takut mengungkap suatu fakta.

‘’Kenapa? ‘’tanyaku

‘’Karena….. karena…Istriku mengira itu SMS darimu…dan dia menuduh aku..aku ..ada hubungan khusus dengamu.. ‘’jelasnya pelan,seakan akan itu akan menjadi bom yang siap meledak diantara jaringan hp kami. Aku tersenyum, pahit! Tapi sayangnya dia tidak akan melihat senyuman sedihku itu.

Yah..sebenarnya aku sudah tahu….kenapa dia pergi kabur ke rumah orangtuanya, karena kebetulan seorang temanku sebut saja wira juga sahabat Istrinya, mereka bertengkar karena Istrinya membaca sms di Hpnya dan istrinya langsung memvonis itu sms dariku.

‘’Mereka bertengkar hebat, bahkan mertua yang berada dilain kamarpun tahu, karena segan dan malu pada Mertua akhirnya dia memilih nginap dirumah orang tuanya, ‘’jelas wira. Dan kepada Wira Istri sahabatku mengadukan kekesalannya. Kesal kepada kehadiranku dalam rumah tangga mereka, ketakutannya kalau kalau aku nanti merebut suaminya.

‘’Dia khawatir karena kalian dulu pernah saling dekat ketika di SMP, dan istrinya sangat takut kalau statusmu sekarang membuat suaminya mengingat kembali kisah indah itu..’’jelas Wira. Aku mengeleng sendu.

Kujelaskan pada Wira, kalau aku tidak pernah berkomunikasi dekat dengan sahabatku itu, walaupun kami tinggal satu kampung namu kami tidak pernah bertemu, kesibukan masing masing yang berbeda tentu saja membuat arah kegiatan juga tidak sama. ‘’Bahkan dalam enam bulan aku tidak pernah bertemu dengannya, aku bertemu dengannya lebih setengah tahun yang lalu, itupun karena ia mengikuti suatu penataran dan akulah narasumbernya, ‘ujarnya menjelaskan. Wira tersenyum maklum

‘’Aku tahu, bahkan aku sudah memberikan nomor HPmu pada Istrinya dan minta ia mencek apakah itu benar benar SMS darimu,..’’ujarnya meyakinkanku. Aku memandangnya penuh Tanya..wira tersenyum.

‘’Dan Ia memang mencek nomor itu, bahkan ia sudah menghubungi si pemilik HP dengan telpon langsung dan itu bukan dirimu.. Istrinya sudah tahu kalau ia salah tuduh.tetapi,,,,,, ‘’ujar Wira lembut sambil memandangku

‘’tetapi kenapa? ‘’tanyaku gusar

‘’Ia tetap khawatir denganmu,.kamu……memang harus paham…banyak orang orang yang bisa menerima kehadiran orang sepertimu dengan baik, yang mengerti kondisi kalian, tapi banyak juga mereka yang memandangmu dengan fikiran yang kurang baik, sehingga timbullah kecemburuan dan ketakutan. Namun kuharap kamu tidak terpengaruh dengan suasana ini, karena ini bukanlah hal yang harus kamu respon apalagi sampai menemui Istrinya…’’ujar Wira membujukku. Aku tersenyum

‘’Haloo…..kamu masih mendengarku..kamu marah ya.. ? ‘’ ujar sahabatku itu mengangetkanku di Hp dan memutuskan lamunannku

‘Ya ya aku dengar…. ‘’ujarku, mencoba menetralkan suara dan menenangkan hati. Sahabatku ini kembali membujukku untuk bertemu, suaranya memang benar benar penuh penyesalan.

‘’Nggak usah bertemu deh, aku sudah memaafkanmu dan juga istrimu… ‘’ujarku mencoba bijak. Ku dengar ada helaaan nafas panjang di seberang sana.

‘’Ya..kamu nggak usah khawatir, orang seperti ku ini memang biasa dipandang seperti itu, ‘’jawabku, pedih rasanya menjawab semua hal ini dengan begitu tenang tanpa kemarahan. Sahabatku itu mengeluh……

‘’Kamu tidak perlu gusar, ini adalah ibadah bagiku. Ibadah untuk menyabarkan diriku agar tidak begitu saja emosi menanggapi semua omongan orang lain, juga ibadah bagiku untuk bisa menerima kritikan. Syukur syukur ini aku jadikan sebagai alarm bahwa aku harus segera intropeksi diri apakah yang aku lakukan selama ini sudah benar, atau jangan jangan ada tingkah lakuku yang menimbulkan pemahaman yang salah bagi orang lain, intinya..tuduhan ini adalah alarm bagiku untuk lebih bisa menjaga diri dan menjaga sikap, inikan juga menjadi ibadah bagiku… ‘’ujarku tenang, dan ajaib sekali aku menjadi begitu tenang usai mengucapkan kalimat itu.

Yah..aku mau bagaimana lagi, ternyata cobaan hidup belum berakhir bagiku, kehilangan junjungan hidup dalam rumah tanggaku tidak hanya meninggalkan luka yang begitu dalam, tidak hanya meninggalkan kesedihan dan kesorangan, namun juga meninggalkan kecemasan bagi yang lain.Ketakutan bahwa aku akan menjadi banalu dan parasit yang akan menggerogoti kehidupan bahagia mereka. Rabbi….ampuni aku telah memilih jalan ini, yang ternyata menimbulkan jalan yang sangat curam dan tajam, dan saat ini aku terluka karenannya.

Rabbi..Beri aku kekuataan untuk bisa menjalani semua ini, dan beri aku pemahanan untuk mengingat diposisi mana aku berada saat ini, sehingga senyumku tidak akan membuatkan tangis bagi yang lain, dan sapaku tidak akan menghilangkan Tanya bagi yang lain…bantu aku ya Allah….

‘’Jadi gimana..? kapan kita bisa bertemu, aku benar benar menyesal atas sikap Istriku dan aku minta maaf, ‘’ ujarnya. Aku tersenyum dan kukatakan aku tidak bisa karena begitu banyak pekerjaan yang harus aku lakukan.

‘’dan kuminta sebaiknya kita memang tidak bertemu, bukan karena aku takut pada istrimu namun aku tidak mau membuat fitnah, dan satu hal aku menghormati Istrimu…karena bagaimanapun juga aku menyadari kasih sayang seorang istri dan kita harus menghormatinya, ‘’ujarku lembut namun ada ketegasan disitu.

‘’Tapi tolonglah…aku memang butuh nasihat untuk menghadapinya,…karena dia…. ‘’

‘’Bagaimanapun istrimu..dia adalah wanita terbaik untukmu….dan kalaupun ada hal yang kurang berkenan bagimu maka itu adalah ibadah bagimu untuk memperbaikinya, bukankah kamu adalah pemimpin dalam rumah tanggamu…’’ujarku lahgo memotong keinginnanya yang tidak pupus, lalu dengan sopan aku menutup pembicaraan.

Aku menarik nafas panjang….Rabbiii begitu beratnnya..namun kuyakin inilah ibadah bagiku, setidaknya untukkku sendiri.