Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Karya Ana Mei 3, 2010

Filed under: Uncategorized — rinahasan @ 10:49 pm

Ana aktafiana…..adindaku di Jakarta yang memodif foto ini…so sweet..makasih yaaaa

 

April 12, 2010

Filed under: adat kampar — rinahasan @ 10:36 pm
Tags: , , , ,

Penghulu dan perangkat adat lainnya di Kampar akan memegang jabatan selama hidupnya, Namun ada lima alasan atau kondisi yang menyebabkan seorang Penghulu/Ninik mamak kehilangan jabatannya. Lima hal itu adalah:


Pertama Meninggal Dunia atau Osongan Terangkat, Golau Tatenggek (talotak)
Sebagai manusia Datuk sebagai seorang Penghulu tidak akan hidup selamanya, sehingga gelar tersebut tidak akan disandangnya lagi begitu ia meninggal dunia. Namun adat menyatakan ‘Datuk Mati Penghulu bagolau salamonyo, artinya seorang Datuk sebagaimana manusia lainnya tentu akan mengalami kematian namun jabatanya sebagai Penghulu akan tetap hidup, karena begitu ia meninggal maka jabatan akan dipindahkan ke lain sesuai dengan alur dan patut. Ramo-ramo sikumbang Jati, khotib ondah bakudo, patah tumbuo hilang bagonti, pusako lamo dipakai juo.

Pemilihan Penghulu pengganti dilaksanakan sebelum keranda diangkat ke pemakaman, biasanya digantikan langsung oleh Tungkatan/bayang-bayang yang sudah dipersiapkan namun kalau tidak ada maka anak kemenakan akan bermusyawarah mencari penghulu sementara hingga terpilihnya Datuk yang defenitif.

Kedua, Usia Lanjut (Tua) atau Ponek Bapa’ontian, Potang Bapamalaman
Seorang Penghulu mempunyai tugas mengayomi dan melindungi masyarakatnya, namun ada kondisi dimana seorang Penghulu tidak dapat melaksanakan tugas tersebut karena kondisi usia, dimana Bukik sudah indak tadaki, lurah indak taturuni, maka Ponek bapa’ointian dan Potang bapamalaman.

Maka jabatan tersebut diserahkan kepada penggantinya, apakah itu tungkatan/bayang-bayang yang sudah dikaderkan atau kapak gadai yang sudah ditentukan sesuai dengan alur dan patut.

Ketiga, Hidup Batungkek Bodi

Seorang Penghulu juga masyarakat yang mempunyai pekerjaan untuk menghidupi keluarganya, dan kadang-kadang pekerjaan itu mengharusnnya merantau ke negeri orang atau meninggalkan kampong halamannya. Dalam kondisi ini tugas dan tanggung -jawabnya dapat diwakilkan kepada tungkatan/bayang-bayang atau kapak gadai yang ditunjuk sebagai wakilnya, ini disebut dengan Hidup Batungkek Bodi, bapanjang jari.

Namun walaupun tugas dan kerjaannya sudah dilaksanakan wakilnya tersebut namun apabila ada masalah yang penting yang dikenal dengan Biang nan Manumbuok, Gontiong Nan Mamutuikan artinya ada masalah penting yang harus diputuskan maka wakilnya tersebut tidak dapat mengambil keputusan, wakil tersebut harus tetap mengirimkan surat atau mendatangi Datuk /Penghulu yang sebenarnya untuk meminta keputusan.

Keempat Hidup Bakarelaan

Walaupun pengangkatan Penghulu dipilih berdasarkan alur yang patut salah satunya Botuong tumbuoh dimato (berdasarkan garis keturuna), namun tidak mesti yang patut tersebut menjadi Ninik mamak. Karena kadang dalam alur keturunan tersebut tidak ada butuong tumbuoh dimato atau kalaupun ada tidak sanggup atau tidak bersedia dicalonkan menjadi penghulu dengan alasan yang tepat, maka dipindahkah ke perut yang lain dalam suku yang sama dengan catatan ada keikhlasan (kerelaan) dari anak kemenakannya dan sudah dimusyawarahkan, sehingga tidak ada muncul kondisi: umah sudah tokok pa’ek babunyi.

Kelima: Mencoreng Kening Sendiri
Jabatan Ninik mamak atau Penghulu dapat tanggal (lepas) karena Penghulu tersebut melakukan kesalahan, ada empat kesalahan yang bisa membuat lepasnya jabatan ini:

a. Tapijak dibenang arang
Penghulu melakukan kesalahan yang menimbulkan malu yang berhubungan dengan agama dan moral seperti melakukan syirik, murtad dari agama Islam, melawan orang tua.

b. Tatarung di Galah Panjang
Penghulu melakukan kesalahan yang menimbulkan malu yang berhubungan dengan manusia dan norma masyarakat dan hokum Negara, seperti berzina, merampok, berjudi, mabuk-mabukan, meremehkan/menodai kehormatan wanita, korupsi, fitnah, tidak adil, menikahi/melarikan istri orang, kemenakan kawin sesuku.

c. Takurung dibilik dalam
Penghulu dihukum penjara karena perbuatan criminal dan melanggar dua point diatas.

d. Tamandisi Pincuan Godang
Penghulu mengalami stresss, gila atau gangguan jiwa yang istilahnya disebut juga: Tapasontiong bungo nan kombang, tapanjiek lansek nan masak.

Inilah sebab/alasan yang menyebabkan seorang penghulu harus melepaskan gelarnya, namun selama lima hal ini tidak dilaksanakan maka jabatan itu akan dipegangnya seumur hidupnya.

Kampar 24 Maret 2010
-Ummu Bintang-

 

Kadang Kami lupa..kalau dia adalah Pimpinan…. Maret 31, 2010

Kenangan dengan Depan Maju Sihite

.Pagi ini seperti biasanya usai mengurusi keperluan Bintang akupun membaca Koran Riaupos, dan catatan kaki yang ditulis oleh Socrates salah satu petinggi RPG ini membuatku kaget, menuliskan tentang kenangan Socrates atas persahabatannya dengan Depan Maju Sihite dan disitu ditulis mengingat sosok Depan Maju Sihite.

Tentu aku terhenyak..bahkan sedikit shock, Depan Maju Sihite atau kami lebih akrab memanggilnya Bang Ite adalah sosok yang sangat kukenal, kami bertemu pertama kali saat aku bertugas di Batam Pos awal tahun 2000 yang lalu, dilanjutkan dengan di Batam Ekspres Koran ekonominya Sijori Pos, saat itu Bang Ite menjadi Pimrednya dan aku krunya, lebih dua tahun Batam Ekspress berdiri dan selama itu kami sekantor bahkan seruangan bersama karena ruangan BE istilah untuk Batam Ekspress sangat kecil . Namun kami merasa enjoy dan nyaman diruangan sekecil itu, bahkan walaupun satu ruangan dengan boss, karena Bang Ite jarang sekali tampil sebagai boss namun lebih sebagai saudara tua..kami menyebutnya begitu, saat itu kami terdiri dari Arham yang saat ini kabarnya menjadi wapemred di Batam Pos, Ngaliman yang kabarnya sekarang anggota KPUD Batam, Agnes Dhamayanti sekarang sekretaris redaksi Batam Pos, juga ada Usvim Paradila, dan beberapa teman teman yang lain, semuanya tumplek blek disitu, Meja bang Ite ada dipojok sebelah kanan, dan sekitar tiga meja lagi dalam ruangan itu dengan enam computer, satu computer dikhususkan untuk Ucok (helmi) bagian layout. Walaupun meja disudut kanan itu khusus untuk Bang Ite namun saya dan Agnes lebih sering mendudukinya.. Kami sering bergurau kalau kami sudah menkudetanya..kami lupa kalau dia adalah bosss

Bukan hanya kenangan di BE yang berkesan dihati saya tentang Bang Ite, namun awal kedatangan saya ke Batam sudah memberikan kesan yang mendalam, begitu tiba di Batam kami (saya dan rini) segera mencari kos tempat bermukim dan saat itu kami kos di wilayah Blok Empar di Baloi, seminggu saya tinggal disana saat sholat dimesjid tiba tiba seorang lelaki tua menghampiri dan bertanya: anak kerja di Batam Pos ya? Katanya, saya mengangguk hormat dan tersenyum. ‘’Kenal dengan sihite? Dia menantu saya ‘’ ujarnya. Saya tentu saja menjawab kenal..padahal sumpah ya dalam seminggu itu saya belum pernah bicara dengan depan Maju Sihite, karena selain saya masih baru (baru sekitar satu bulan di Batam pos) saya juga segan bicara akrab dengan wartawan senior itu. Lalu bapak itu cerita kalau ia dapat info ini dari Bang Sihite dan entah bagaimana hari hari selanjutnya saya kos disitu selalu menyenangkan, Mertua Bang Ite selalu menyapa, bahkan tak segan segan menolong anak kos seperti kami, bukan hanya mertuanya namun juga anak anaknya yang lain, walaupun tidak pernah menanyakan hal ini kepada Bang Ite..namun saya yakin..pasti ada andil beliau dalam hal ini.

Bang Ite bagi saya lebih kepada sosok abang, walaupun dia pimpina saya, karena bang Ite tidak pernah mengeluarkan suara yang keras, bang Ite banyak bergurau. Ada beberapa hal yang selalu saya inget dari pemikiran dan sikap Bang Ite, seperti..ketika salah satu teman saya berjuang untuk mendapatkan anak…suatu senja kami melihatnya sholat magrib di Kantor, nah oleh teman saya yang lain mencoba bergurau..nah kalau mau dapat anak rajin sholat ya…… kami tau maksudnya hanya bergurau, namun begitu usai kerjaan Bang Ite kembali membahasnya (saya ingat sambil makan nasi goring) Bang Ite berkata: saya heran..kenapa ya orang baru mau menyembah Tuhannya kalau sudah Butuh? Saya yang sedang asyik makan menjawab: ya kalau ndak sama Tuhan lalu sama siapa lagi bang? Bang Ite menjawab: iya..itu benar..Tuhan tempat mengadu, meminta dan segalanya, namun jangan hanya menemui dan bicara pada Tuhan saat butuh saja, namun juga saat lagi senang dan bahagia., Cuba kamu bayangkan, kalau kamu punya teman yang hanya datang saat butuh saja truss..kalau dia sudah senang lupa sama kamu …, itu baru sama manusia..bagaimana dengan Tuhan…

Bang Ite memang sosok yang taat beragama, setiap minggu ia selalu kegereja, namun ia juga terbuka untuk agama yang lain, walaupun istrinya seiman denganya namun keluarga istrinya adalah muslim yang taat. Soal keragaman ini Bang Ite pernah bercerita ‘’rin kamu tau ndak apa yang kusuka dan yang kupusingkamn saat hari raya ? ‘’tanya. Aku hanya angkat bahu tanda tak tahu. Dengan santai ia bercerita. Aku setiap tahunnya tiga kali makan ketupat dan gulai hari raya, pertama natal, kedua idul fitri dan ketiga idul adha. Namun aku tiga kali pusing juga, karena aku harus memberikan THR itu dua kali, pertama Natal dan kedua Idulfitri….. Frans dan adikknya baju hari rayanya juga dua kali‘’ujarnya. Bang Ite juga kadang jadi sosok abang yang sangat pengertian, pernah satu ketika saya mengalami suntuk dan bête yang sangat dan ini munkin terlihat olehnya, jadi sabtu siang itu tiba tiba saja dia menelpon, kamu kesini ya..aku ada acara, dan ternyata setelah sampai disana aku diajak Bang Ite dan keluarganya jalan jalan ke Nongsa..munkin bagi yang lain ini biasa namun bagiku yang dirantau dan tidak punya siapa siapa perhatian seperti ini sangat luar biasa. Begitu juga ketika saya hamil, jujur saja sebagai orang yang pertama kali hamil saya tidak tahu..Bang Ite yang mengigatkan..’’sebaiknya kamu periksa deh..sepertinya kamu hamil.. ‘’ujarnya. Duh..dia benar benar saudara yang luarbiasa.

Bang Ite juga kukenal rajin membaca buku, aku selalu menjadi orang yang mencoba mengintip apa yang dibacanya,dan akhirnya dia pinjamkan buku itu. saat aku tergila gila dengan Harry Potter Bang Ite selalu mengejek. Namun ketika kuminta carikan buku edisi ketiga..Bang ite carikan juga untukku. .namun ada satu ucapannya yang berkesan: rin…harusnya kamu tidak hanya membaca dan maniak Harry Potter namun cuba buat cerita seperti itu..ya tidak persis sama namun cuba buatlah karya.,.,jangan hanya membaca saja Sebagai boss..bang Ite sosok yang luar biasa, dia menegur dengan bahasa yang lembut namun mengena, ketika ada salah satu dari kita yang malas ke kantor dan berkurang produktifitasnya Bang Ite mengatakan…saya tidak bisa mengatur kalian terlalu dalam, saya hanya sebatas manusia juga, kalianlah yang mengatur diri sendiri, mana yang tugas, mana yang masalah dan mana urusan pribadi, namun kalau kalian tidak bisa mengatur itu dan mengabaikan tugas..maka jangan salahkan saya juga bertindak atas nama manusia juga yang bisa membuat kesalahan..seperti..memberikan rekomendasi tentang kalian dengan nilai yang buruk, karena setiap tindakan ada konsekwensinya. Kebebasan menentukan sikap dan mengatur diri sendiri adalah salah satu poin penting yang selalu ditekankan Bang Ite, tanpa kemarahan, tanpa caci maki dan tanpa mencerahami.

Banyak hal lain yang berkesan tentang Bang Ite, bagaimana kami diskusi soal yesus dan Muhammad, bagaimana kami diskusi soal Soharto , soal Ismet dan soal Casio, bagaimana ia menyuruhku ikut tes PWI, bagaimana ia mengajri menghadapi Narasumber di kadin dan sebagainya. Bang itu juga ngakak saat ia pulang dari AMrik dan word trade meledak. Saya berkata ‘’bang ..jangan jangan pesawat itu abang yang kendalikan, soalnya begitu abang mau tinggalkan Amrik kok meledak…. Dia hanya tertawa..dan berkata: kira kira abang jadi seleb ndak kalau begitu….serentak kami berkata yeeeeee maunya…

Banyak hal lain tentang Bang Ite namun tentu tak dapat diceritakan semua, bisa menjadi cerita bersambung…Namun kesedihan mendalam sangat terasa atas kepergian Bang Ite, sebulan yang lalu saya mendapat kabar dari Usvim tentang penyakitnya dan mencoba menelpon Beliau, Bang Ite terdengar senang dan dia berkata: Kamu ya..pulang kampong tak bilang bilang, berapa anakmu sekarang? Dimana bertugas? Saya langsung minta maaf, Bang itu juga cerita soal penyakitnya dan berkata: Rin..dokter menyerah..namun Abang seperti Naif saya: jangan menyerah..jangan menyerah..ujarnya sambil bernyanyi lemah. Bang Ite juga minta maaf atas semua kesalahanya, sambil menahan tangis saaya juga minta maaf. Sejak itu saya tak pernah bicara lagi dengannya dan pagi tadi..sayamembaca bahwa abang Tua saya itu sudah tiada..selamat jalan Bang Ite…penyakit itu sudah membebaskan diri darimu…selamat jalan dan terimakasih atas semua yang sudah abang berikan….selamat Jalan..damai bersamamu…

Kampar, 31 maret 2010

-Ummu Bintang-

 

Anti Poligami bukanlah…Menentang Agama Maret 25, 2010

(Tidak Menyetujui Bukanlah berarti Menentang)

Kamu mau ndak dipoligami? ‘’tanya seorang teman petang itu, ‘’ Nggak ah, aku anti poligami’’ujarku tegas.. lhoo kalau kamu anti poligami artinya kamu menentang agama dunk…kan agama sendiri membenarkan poligami malah menganjurkan ‘’ujarnya mengingatkan. Aku tersenyum masam dan berkata: ‘’ aku tidak suka poligami namun aku tidak menentang agamaku…karena tidak menyetujui bukan berarti menentang lho….dan jujur saja..aku tidak sanggup untuk berpoligami atau dipoligami…..

Poligami memang menjadi tema yang menarik untuk diperbincangkan dan menarik juga untuk dilaksanakan he he he. Sehingga untuk bisa melegalkan pernikahan lebih dari satu istri para suami yang akan berpoligami… (tidak semuanya) melakukannya atas nama agama…, dan berlindung dibalik ayat itupula .pernikahan kedua, ketiga dan keempat dilaksanakan. Dan itu tidaklah salah…karena memang Allah SWT dalam al-Quran surat an-Nissa menyatakan bahwa para pria disarankan (dibolehkan) menikahi dua, tiga atau empat wanita dengan syarat bisa ADIL.

Hmmm… saya tidak akan mendiskusikan tentang ayat ini dan ayat-ayat atau hadis lain yang berhubungan dengan poligami ini, selain saya belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang itu, saya juga tidak mau salah dalam membahas dan menafsirkan tentang ayat dan hadis tersebut, biarlah kita bahas dengan Ustad atau mereka yang lebih memahami ilmu agama .

Saya hanya ingin mengupas statement teman saya yang menyatakan ‘’saya menentang agama’’ jika saya menolak berpoligami, sementara saya berfikir (lebih tepatnya merasa) tidaklah begitu, karena TIDAK SETUJU BUKAN BERARTI MENENTANG.

Alasan pertama saya, dalam ayat di surat an-Nissa tersebut ditujukan kepada lelaki bahwa mereka bisa atau boleh menikahi lebih satu wanita, dan dalam ayat tersebut tidak disebutkan bahwa wanita HARUS MENERIMA ‘’dirinya dipoligami dan entah karena ilmu agama saya yang kurang atau saya kurang membaca ..saya juga belum menemukan adanya ayat atau hadis yang memerintahkan perempuan WAJIB menerima dirinya dipoligami.

Alasan kedua, kita bisa saja tidak menyetujui sesuatu bukan berarti menentangnya bukan? Karena TIDAK MENYETUJUI tidaklah sama dengan MENENTANG. Tidak Menyetujui menurut saya lebih berarti kepada tidak menerima, tidak sepaham, tidak sefikiran dan tidak seide. Namun Menentang menurut saya berarti adalah tidak menginginkan itu ada, melawan dan lebih berarti kepada gerakan untuk melawan, sehingga kalau perlu melakukan sesuatu untuk melawannya. Misalkan saja kita menentang sesuatu sikap/politik seseorang maka kita akan melawannya dengan keras, berusaha agar pemikirannya itu tidak diterima orang lain. Sementara tidak menyetujui lebih kepada menghindarinya, tidak mau terlibat sementara bagi yang lain..ya terserah mereka sajalah.

Lalu dikaitkan dengan Poligami, saya menyadari betul..bahwa poligami dibenarkan (dibolehkan) dalam agama dan sebagai Hamba Allah saya tidak akan menyatakan itu salah atau tidak benar atau berusaha itu tidak ada.

Hanya saja… karena juga tidak ada kewajiban untuk mengikuti hal itu, maka saya memutuskan untuk tidak setuju..dan TIDAK MELAKSANAKAN poligami tersebut, jujur lebih karena alasan ketidaksanggupan mental dalam melaksanakan itu. Daripada hati ini selalu dongkol dan melawan kepada suami (sementara melawan suami dosanya amatlah besar), daripadai selalu curiga kepada suami (kalau sudah tidak dipercayai istri lalu siapakah lagi yang percaya pada suami? ) daripada saya tertekan batin mengurusi rumah tangga dan anak-anak…kan lebih baik saya memilih menolaknya..lalu apakah itu yang disebut menentang agama? Apakah Agama lebih memilih memaksa umatnya menderita daripada hidup tenang?

Namun saya tidak akan menentang, saya tidak akan memarahi, membenci atau memusuhi mereka yang berpoligami dan dipoligami, saya akan tetap menjalin silaturahmi secara baik sebagai sesama hamba Allah, hanya saja saya akan berusaha (semoga selalu begitu) untuk tidak terlibat dalam poligami, baik menjadi yang dipoligami maupun yang memberikan izin untuk berpoligami. Saya menghormati mereka yang berpoligami namun saya juga ingin dihargai bahwa saya tidak berpoligami. Lalu inikah yang disebut menentang agama? Lalu bagaimanakah kalau (kalau..) itu muncul dalam rumah tangga saya..?, saya akan memilih menghormati keputusan itu dan menjalankan keputusan saya. Artinya… silahkan berpoligami namun saya tidak akan ikut terlibat dan bisa dipoligami, biarlah saya yang undurkan diri, toh dalam Islam istri dibenarkan mengajukan pilihan untuk berpisah dengan beberapa alasan, termasuk berpoligami. Jadi biarlah itu yang menjadi pilihan. Lalu ..apakah ini yang disebut menentang agama?.

Lalu kalau ada yang mengulurkan tangannya untuk mengajak saya berpoligami dengan nomor urut berapapun itu (1,2,3 dan 4) dengan alasan seindah apapun, dengan dalil setaat apapun, dengan izin seikhlas apapun, dan dengan atas nama cinta sedalam apapun,…dengan berat dan bertetap hati akan saya katakan : Terimakasih dan Tidak. Diduakan atau menduakan akan meninggalkan luka yang sama dan akan sama sama terluka……sebesar apapun kadarnya itu. Lalu itu menentang agamakah juga namanya?

Dan alasan terakhir (ini alasan sok pintar saja yaaa), Allah selalu membuka pintu surga untuk semua hamba-Nya yang berbakti kepadanya dan mendapat keridhaan-Nya, dan keridhaan Allah bisa didapat dengan berbagai cara, sholat yang khusuk, puasanya orang yang sholeh, dermawannya orang yang berharta, sabar orangnya miskin, kerendahan hatinya orang yang berilmu, adilnya pemimpin dan lain-lainnya..lalu apakah dengan tidak menyetujui poligami..pintu keridhaan yang sekian banyak itu akan tertutup semuanya untukku? Dan aku-aku yang lain yang hingga akhir hayat mereka tidak menyetujui poligami? Bagaimana jika yang tidak setuju dipoligami itu adalah hamba berilmu yang sangat tawadhu, bagaimana kalau dia adalah hartawan yang sangat dermawan, bagaimana kalau dia adalah simiskin yang sangat sabar……apakah juga tertutup pintu surga untuknya?

Munkin ini adalah alasan yang terlalu sentimental dan perasaan lemah wanita, tak masalah jika ada yang bicara dan berpendapat begitu, namun bagi saya menikmati dan menjalani pilihan yang menenangkan diri sendiri adalah lebih baik daripada memaksa untuk sesuatu luar biasa yang terkadang membuat kita jatuh bangun melaksanakannya. Semoga Allah memaklumi kelemahan saya sebagai hamba-Nya dan semoga Allah menerima bahwa tidak sedikitpun terbentik dalam hati saya untuk menentang-Nya..sekecil apapun itu. Amien.

Kampar, 24 Maret 2010 -Ummu Bintang-

 

Daftar 50 Tokoh ( yang katanya..) JIL Indonesia

Filed under: Buku — rinahasan @ 3:51 am
Tags: , , , , , , , , ,


Buku yang mengundang banyak kontraversi, karena kehadiran JIL sendiri masih banyak kontraversi di tanah air, banyak yang menentang dengan nyata namun banyak juga yang diam-diam menggaguminya.

Yang menarik (menghebohkan juga) dalam buku ini adalah menyebut nama nama yang sudah popular di masyarakat dan selama ini menjadi panutan, sebut saja Gus Dur. Namun tentunya terserah kepada pembaca untuk mempercayainya atau tidak.

Buku dengan judul lengkap: 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme, ditulis oleh Penulis : Budi Handrianto dengan 295 halaman ditambah xxvi paperback (softcover). Buku ini terbit Juni 2007 dengan Penerbit : Hujjah Press (kelompok Penerbit Al Kautsar). Sudah lama memang namun karena hangatnya persoalan JIL saat ini tidak ada  salahnya diingatkan kembali bukan?

Berikut nama nama yang (katanya….) termasuk tokoh-tokoh Judul Buku : 50 Tokoh Islam Liberal Indonesia : Pengusung Ide Sekularisme, Pluralisme dan Liberalisme

A. Para Pelopor

1. Abdul Mukti Ali
2. Abdurrahman Wahid
3. Ahmad Wahib
4. Djohan Effendi
5. Harun Nasution
6. M. Dawam Raharjo
7. Munawir Sjadzali
8. Nurcholish Madjid
B. Para Senior

9. Abdul Munir Mulkhan
10. Ahmad Syafi’i Ma’arif
11. Alwi Abdurrahman Shihab
12. Azyumardi Azra
13. Goenawan Mohammad
14. Jalaluddin Rahmat
15. Kautsar Azhari Noer
16. Komaruddin Hidayat
17. M. Amin Abdullah
18. M. Syafi’i Anwar
19. Masdar F. Mas’udi
20. Moeslim Abdurrahman
21. Nasaruddin Umar
22. Said Aqiel Siradj
23. Zainun Kamal
B. Para Penerus “Perjuangan”

24. Abd A’la
25. Abdul Moqsith Ghazali
26. Ahmad Fuad Fanani
27. Ahmad Gaus AF
28. Ahmad Sahal
29. Bahtiar Effendy
30. Budhy Munawar-Rahman
31. Denny J
32. Fathimah Usman
33. Hamid Basyaib
34. Husein Muhammad
35. Ihsan Ali Fauzi
36. M. Jadul Maula
37. M. Luthfie Assyaukanie
38. Muhammad Ali
39. Mun’im A. Sirry
40. Nong Darol Mahmada
41. Rizal Malarangeng
42. Saiful Mujani
43. Siti Musdah Mulia
44. Sukidi
45. Sumanto al-Qurthuby
46. Syamsu Rizal Panggabean
47. Taufik Adnan Amal
48. Ulil Abshar-Abdalla
49. Zuhairi Misrawi
50. Zuly Qodir
Tambahan: aku juga belum baca buku ini..hanya banyak mendengar dan menyimak diskusinya…….

 

Wasiat untuk Bintang..anakku Maret 23, 2010

Filed under: Mindaku,Puisi,Tentang Cinta — rinahasan @ 11:09 pm
Tags: , , , , , ,

Anakku…..

Janganlah Marah Ketika Bunda tidak lagi bisa memberimu makan yang cukup..

Janganlah bersedih ketika Bunda tidak bisa memberimu tempat berteduh yang mewah

Karena itu hanyalah kebutuhan yang digerus masa dan waktu

Dan bagaikan embun yang suatu saat akan menguap karena mentari

Namun…. Mengeluhlah saat Bunda tidak lagi mengajarkanmu tentang Tuhan..

Karena itulah Cinta terbesar untukmu.. saat Bunda meletakkan Tuhan dalam darah dan jiwamu

Dan jika tidak bunda lakukan itu padamu ..

Maka saatnyalah kau bersedih dan berduka

Dan Bunda akan iklas dan menerima…..

Kalau Kau tak lagi memanggilku..Ibu..

Kampar. 03 maret 2010

-Ummu Bintang-

 

Pelajaran dari Pengunduran Jadwal Kunjungan Obama Maret 22, 2010

Filed under: Artikelku — rinahasan @ 9:44 pm
Tags: , , , , , , , ,

(catatan isengku) dari wawancara Nababan di RCTI

Ontuo Berry atau lebih lengkapnya Barack Husien Obama yang saat ini menjabat sebagai presiden Amerika Serikat mengundurkan rencananya untuk pulang Kampung ke Indonesia, kunjungan yang direncanakan akan dilaksanakan pekan ini terpaksa dibatalkan karena adanya ‘’prioritas nasional Amerika yang sangat penting ‘’ yaitu pengesahan RUU kesehatan. ‘’dan saya tidak bisa menentukan jadwal parlemen ‘’ujarnya dalam wawancara ekslusifnya dengan Putra Nababan dari RCTI yang ditayangkan stasiun TV tadi malam (22/3).

Munkin banyak yang akan kecewa dengan pengunduran jadwal kunjungan ini bahkan munkin juga ada yang senang, Obama sendiri dalam wawancaranya juga menyatakan kekecewaanya dengan pengunduran jadwal tersebut namun baginya saat ini menunggu pengesahan RUU tersebut menjadi sangat lebih penting, selain memang padatnya jadwal kegiatan Ontuo Berry yang lain sehingga ia lebih memilih mengundurkan pada musim panas mendatang sekalian mengajak keluarganya untuk liburan .

Jujur saja saya tidak begitu mengikuti kasus RUU kesehatan yang konon sempat menghebohkan parlemen AS tersebut, namun yang menarik bagi saya adalah keputusan Obama untuk tidak meninggalkan negerinya demi menghormati suatu  progress di Parlemen. Bahkan Obama menyatakan ‘’sayakan tidak bisa mengatur jadwal di parlemen’’, fikiran iseng (ini benar benar hanya untukku ya…) adalah  bagaimanakah dengan pemimpin kita? Munkinkah mereka akan tetap melakukan lawatan kalau mengalami kondisi yang sama? Dan siapakah yang mengatur jadwal di Parlemen selama ini?

Munkin karena Amrik adalah Negara sangat besar maka kunjungan ke Indonesia menjadi suatu agenda yang tidak masuk dalam prioritas C apalagi prioritas A, namun saya tetap salut karena Obama tetap memilih di tempatnya bertugas untuk menunggu itu, saya membayangkan Pemimpin kita juga berlaku hal yang sama untuk suatu kepentingan masyarakat yang sedang dibahas di Parlemen.

Karena setahu saya ..(ini sok tahu saja aja lho….) selama ini apabila pemimpin punya agenda maka yang lainnya harus mengikuti agenda itu termasuk agenda parlemen,  tak jarang agenda di parlemenlah yang harus ditunda untuk menunggu selesainya agenda lawatan pemimpin.

Saya tidak berani memisalkan kepada Presiden, Kita bicara Kampar sajalah, antara Jadwal Pemimpin Kampar dengan Parlemennya. Tak jarang jadwal yang sudah diagendakan oleh DPRD mentah hanya karena pejabatnya sedang mengadakan kunjungan ke tempat lain bahkan hanya untuk menghadiri acara seremonial semata.

Memang sih…..tidak bisa dibandingkan antara Obama yang presiden AS dengan pejabat di Kampar  karena bedanya..jauuuuuuuuuuuuuuuuuuh banget, tapi setidaknya bisa disesuikan porsinya, untuk Kampar ya..seukuran Kampar sajalah. Alangkah Indahnya kalau pemimpin juga mempunyai pemikiran yang sama bahwa lebih mementingkan agenda yang sudah disepakati di dewan daripada acara seremonial yang terkadang hanya mengunting pita.

Dalam dua bulan ini, komisi I DPRD Kampar saja misalnya sudah berulang kali mencak-mencak kepada pemerintah hanya karena hearing tidak dihadiri oleh pejabat yang terkait seperti kepala dinas apalagi Bupati. Padahal yang dibicarakan adalah hal sangat penting dan menyangkut hajat hidup orang banyak, sayangnya pemerintah menganggap itu sepele..dan akhirnya  karena emosi tidak tertahankan dari para wakil rakyat hearing yang sudah diagendakan berulang-ulang itupun batal. Padahal warga  yang datang sudah mengorban hari kerja mereka hanya untuk duduk bersama sama mencarikan solusi.

Kalau dibandingkan dengan Obama sekali lagi saya akui jauuuuuuuuuh banget, namun esensinya satu dan sama, yaitu bagaimana pemimpin menghargai kepentingan orang kecil (baca: rakyat) daripada kepentingan (baca: keinginan) mereka sendiri.

Begitu juga dalam menentukan jadwal DPRD, kalau Obama menyatakan dengan tegas ‘’tidak bisa mengatur jadwal parlemen ‘’ kalau di Indonesia termasuk di daerahku tercinta…oh itu malah sangat bisa, karena kegiatan sebesar sidang paripurna biasanya ditentukan dulu oleh Protokol yang berdasarkan kepada jadwal ‘’Bapak ‘’, bahkan bisa saja agenda yang sudah disesuaikan ditoleransi untuk diundurkan hanya karena mendadak ada panggilan ke Jakarta, rapat dipropinsi, peresmian ini dan sebagainya.  Dan biasanya mengikuti jadwal seperti ini yang lebih sering terjadi. Dalam kondisi ini ‘’siapakah yang mengatur siapa..? ‘’

Hmmmm…tulisan ini hanya inspirasi iseng saat menonton wawancara Nababan dan Obama tersebut, namun menjelang mata terlelap saya masih berangan…walaupun dalam kapasitas yang keci..cil…cil…ciiiill…….. seandainya pemimpin yang ada di negeriku saat ini mulai meniru Obama, bahwa untuk suatu kegiatan atas nama apapun itu janganlah sampai meninggalkan suatu prioritas untuk kepentingan rakyat (masyarakat)…..ontahlah….

Kampar, 22 Maret 2010

-Ummu Bintang-