Catatan rdh

menggambarkan apa yang dilhat, menyampaikan apa yang didengar dan meluahkan apa yang dirasa

Oktober 11, 2012

 

Ingat kisruh KPK Versus Polisi baru-baru ini, mengingatkan saya akan lagu Ocu  (daerah Kampar) yang berjudul: Moncik Badasi. Lagu ini dinyanyikan oleh penyanyi local Kampar Amin Ambo. Walau tidak membahas kelembagaan KPK (karena saat lagu ini diciptakan KPK sepertinya belum ada) namun lagi ini membahas keprihatinan seorang seniman Kampar soal korupsi di negeri ini. Saya akan membahasnya dalam tiga tulisan, dan bagian pertama saya akan menuliskan lirik lagu “Moncik badasi /Tikus berdasi ‘ ini dalam versi bahasa Ocu dan bahasa Indonesia, sehingga bisa memahaminya dengan lebih mudah.

 

MONCIK BADASI

(versi Bahasa OCU)

 

Cubo tengok dek acu, paghangai ughang kini,

Ado  pulo Cu moncik badasi
Inyo masuok lemari, sambil mangowuok piti
Piti rakyat inyo gasak towi

Dana kompensasi untuok ughang musikin
Tapi Ughang kayo nan basoki
Kojo moncik badasi, Inyo mambuek korupsi
Padahal gajinyo nayok towi

Kalau  datanglah kuciong, namonyo pak polisi
Moncik dikughuong gak tigo ayi
Kecek kuciong  polisi, dokek moncik badasi
Kok lai omuo babagi  wang bebas towi

Reff:
Kok condo ko kojonya, pemimpin Indonesia
patutlah naghoyiko dihampai musibah
Pamimpin jadi Moncik, Polisi jadi kuciong
Lamo lamo rakyatnyo jadi kambiong

Cubo tengok dek Acu, Apo puangai kambiong
Halal haramnyo inyo ndak paduli
Tutio dek banyak kini,  parampok jo pamalioong
Karena pemimpinnyo korupsi

Apak hakim mahukum indak lomak caronyo
Ado pulo keadilan baboli
Ninik mamak dikampoung, Kojo manjue soko
Sampai kemenakannyo gigik jayi

Siapo nan mandongau, Lagu nan den Logukan
Ijan  tasingguong ijanla bongi
Iko haanyalah untuok sebagai hiburan
Kalau salah mookaanlah kami

Indak sodo condo  tu… Pemimpin Indonesia
Ado juo Nan membantu kek kami
Ado karidit lunak tuok mambayunyo payah
Dek ogo minyak malambuong towi

Siapapun ughangnyo pemimpin Naghoyiko
Kalau ndak  jujur tangggung la doso
Tobatnya ndak batemo, dek korupsi sangajo
Diakhiratkan masuok narako, Jan diaghokkan masuok sarugo

 

 

Versi bahasa Indonesianya, kira-kira begini:

 

TIKUS BERDASI

(versi Bahasa Indonesia )

 

Cobalah tengok ya abang, perilaku orang saat ini

ado  pulo Cu moncik badasi
Dia masuk lemari, sambil mengambil duit

Duit rakyat yang selalu diambilnya

Dana kompensasi untuk orang miskin
Tapi Orang kaya yang malah mendapatkan
Kerjanya tikus berdasi itu selalu melakukan korupsi

Padahal gajinya selalu dinaikkan

Lalu datanglah Kucing, bernama Pak Polisi
Tikuspun dikurung selama tiga hari
kata Kucing Polisi, kepada Tikus berdasi

Kalau mau berbagi, kamu akan selalu bebas

 

Reff:
Kalaulah  begini kerjanya pemimpin Indonesia
Patutlah negeri ini dihantam musibah

Pemimpinnya jadi tikus, Polisinya  jadi kucing
Lama kelamaan rakyatnyapun jadi Kambing

 

Cobalah Abang perhatikan, Bagaimana kelakuan Kambing
Halal haram Kambing tidak perduli
Itu sebabnya sekarang banyak perampok dan maling
Karena pemimpinnya korupsi

Bapak hakim menghukum caranya juga tidak baik
Keadilan bisa dibeli
Pemuka masyarakat di Kampung, menjual negeri

Masyarakat hanya bisa gigit jari

Siapapun yang mendengar lagu ini
Jangan tersinggung dan jangan marah

Lagu ini hanyalah sebagai suatu hiburan

Kalau salah maafkan kami ya

Memang tidak semua pemimpin Indonesia yang begitu

Ada juga yang baik kepada rakyatnya

Ada kredit lunak untuk rakyat, tapi melunasinya yang susah

Karena harga minyak melambung tinggi
Siapapun orangnya, yang memimpin negeri ini

Kalau tak jujur maka akan berdosa

Tobatnya tidak akan diterima, karena sengaja korupsi

Diakhirat akan masuk neraka dan jangan harapkan masuk surga

*masih bersambung di part-2 ……………………………………..(ditunggu ya)

 

Terbuktilah Sudah: Pilkada Kampar TerAman dan Terbaik November 15, 2011

Putusan Mahkamah Konstitusi yang menolak gugatan yang disampaikan oleh balon Independen dalam pilkada Kampar kamis malam (10/11) membuat lega banyak pihak, lega karena pilkada kampar tidak perlu diulang, lega karena kampar tidak perlu mengeluarkan dana yang besar untuk kegiatan demokrasi itu lagi, dan lega rasanya karena Pilkada kampar benar-benar menjadi Pilkada yang aman di Riau dan bahkan menjadi pilkada terbaik di Indonesia.

Sebutan ini rasanya pantas, karena dalam perhelatan pilkada yang digelar beberapa daerah di Riau dalam tahun 2011 ini bahkan tahun sebelumnya, belum ada pilkada seaman dan sekondusif pilkada di Kampar, pilkada kota Pekanbaru misalnya, kota yang berbatasan langsung dengan kampar ini sampai saat ini persoalan pilkadanya belum selesai, malah semakin rumit dan berbelit-belit. Begitu juga dengan pilkada di beberapa daerah lain, bukan hanya persoalan di MK namun aksi demo dan anarkis mewarnai pasca pilkada, dan alhamdulillah kondisi ini tidak terdapat di Kampar.

Dalam perjalanan tahapan pilkada Kampar yang dimulai April 2011 yang lalu, sebenarnya sangat banyak celah yang bisa menimbulkan kerusuhan. Bahkan berbulan-bulan jauh sebelumnya potensi untuk rusuh itu ada, namun sekali lagi, itu hanyalah bibit-bibit lemah yang gagal untuk tumbuh menjadi onar dalam pilkada kampar.

Dalam catatan saya, ada beberapa kali peluang untuk mengubah citra Pilkada kampar menjadi pilkada rusuh, dimulai dari niat pasangan Burhanuddin Husin MM dan Zulher MS untuk maju bersama, karena pada awalnya massa pendukung Sekda kampar tersebut sangatlah menginginkan agar Zulher maju sebagai calon Bupati Kampar. Bahkan salah satu kelompok massa pernah menyampaikan statemen: bahwa mereka hanya akan mendukung Zulher kalau berada di posisi calon Bupati, dan selain posisi tersebut maka dukungannya akan dialihkan ke pasangan lain.

Zulher yang saya yakin sangat menghormati keinginan pendukungnya, ini hanya menyambut dengan senyuman. Dalam acara donor darah di Gunung Sahilan tanggal 30 mei 2011, saat diwawancarai soal itu Zulher dengan tegas menyatakan” Saya kenal betul siapa Burhanuddin Husin dan saya yakin niat baiknya dalam melanjutkan program yang belum diselesaikan pada periode sebelumnya, maka saya Siap untuk mendampingi Beliau dan mengambil posisi sebagai waktil bupati Kampar.

Tentu saja pendukungnya kecewa, protespun terdengar dimana-mana, termasuk dalam tubuh partai Golkar, partai pengusung pasangan ini. Namun Zulher tetap yakin dengan putusannya, hingga akhirnya yang protespun tidak bisa berbuat apa-apa. Burhan-Zulherpun menyatakan diri sebagai pasangan IDEAL dengan koalisi Kampar Bersatu yang didukung oleh tujuh partai politik.

Potensi masalah lainnya adalah ketika tanggal 10 Juni 2011, hanya dua bulan sebelum pendaftaran, ketua KPUD Kampar H Asri Hamzah menyatakan pengunduran dirinya secara mendadak. Ini mengejutkan banyak pihak, karena walaupun Asril Hamzah beralasan kesehatan yang memburuk dan kesibukan sebaga dai yang padat, tetap saja banyak pihak menduga ada konspirasi politik dibelakang semua itu, Asril Hamzahpun digantikan oleh Drs Syafril Abdullah yang diragukan banyak pihak bisa bersikap tegas dalam menolak intervensi pihak lain.

Sebulan usai Asril Hamzah mengundurkan diri, tanggal 25 Juli 2011 sekretaris KPUD Kampar Abdul Rivai digantikan oleh Drs Zulkifili Syukur MA, pergantian mendadak ini kembali mengejutkan banyak pihak, dugaan Zulkifli ditempatkan di KPUD ini agar bisa mengatur kemenangan bagi salah satu calonpun berkembang, sempat ada dua kali aksi sekelompok kecil massa yang mendatangi KPUD kampar menanyakan hal itu, namun lagi-lagi waktu membuktikan kondisi kembali berjalan normal. Syafril Abdullah dan Zulkifli walaupun ditentang dan diragukan banyak pihak, terbukti mampu mengantarkan perhelatan hingga usai.

Potensi masalah lainnya, adalah ketika Jefri Noer menentukan pilihan pada H Ibrahim Ali sebagai wakilnya. Putusan Jefri ini mendapat berbagai reaksi dari banyak pihak, karena kader dari PKS kampar digadang-gadangkan akan mendampingi mantan bupati kampar periode 2001-2006 tersebut. Betapa tidak, PKS lah yang pertama kali menyatakan mengusung Jefri Noer sebagai calon bupati kampar, bahkan disaat partainya sendiri yaitu Partai Demokrat masih meragukan Jefri, PKS dengan tegas dan tekad bulat menyatakan tetap akan mengusung Jefri Noer.

Dukungan tentunya bukan tanpa pamrih, selain sebagai partai utama dalam koalisi, PKS mengharapkan kadernya sebagai calon wakil bupati yang akan mendampingi Jefri, dan ini keinginan yang wajar. Diberbagai pilkada di beberapa daerah, PKS memang selalu menempatkan kadernya sebagai calon wakil bupati, seperti di pilkada Pekanbaru yang menempatkan Ayah cahyadi sebagai wakil mendampingi Firdaus, begitu juga sebelumnya, kader PKS Teguh Sahono mendapatkan posisi wakil ketika berkoalisi dengan Golkar saat mengusung Burhan-Teguh dalam pilkada Kampar 2006. Maka tak heran, kalau harapan yang sama juga ada pada dipilkada 2011 ini. Beberapa nama kader terbaiknya muncul, seperti Syahrul Aidi LC MA yang saat ini menjabat sebagai wakil DPRD kampar, Drs Darmis , Ketua DPD PKS Kampar, Teguh Sahono yang menjabat sebagai wakil bupati dan incumbent bahkan muncul nama Sofyan Syirooj Lc, kader PKS dari Airtiris.

Sayangnya, tidak satupun nama nama kader terbaik PKS itu yang membuat Jefri Jatuh hati meminangnya, malah yang muncul nama Ibrahim Ali, PNS di kantor keimigrasian Batam sekaligus Pengusaha sukses di Batam. Walaupun Ibrahim Ali adalah putra Kampar aslii, yang dilahirkan dan dibesarkan di desa Palung kecamatan Tambang, Namun 80 Porsen masa hidupnya dihabiskan di Batam. Maka Ibrahim Ali adalah newcomer dalam dunia politik di Kampar dan sosok yang sangat tidak populer bagi masyarakat Kampar. Namun Jefri adalah Jefri, yang tetap kokoh dengan pendapat yang dianggapnya benar, maka kandaslah impian PKS mendudukan kadernya di eksekutif untuk periode 2011-2016.

Pilihan Jefri ini membuat banyak pihak kecewa terutama dari kalangan internal dan pendukung PKS, ada opsi PKS akan menarik dukungannya dari jefri. Bahkan dalam satu wawancara dengan awak media, ketua PKS Darmis ditanyai, apakah pilihan Jefri ini akan mengurangi semangat juang PKS memenangkan Jefri?. Dengan kepolosan dan kejujuran seorang ulama, Darmis menjawab: ‘’Munkin akan berkurang sedikit’. Statement Darmis ini segera diluruskan oleh salah satu pengurus PKS dengan bahasa diplomatis, bahwa Ibrahim Ali sudah dianggap salah satu kader PKS. Aksi sikap kecewa sebenarnya pernah ditunjukkan sekali oleh pengurus PKS, yaitu saat pendaftaran calon ke KPUD, PKS sebagai partai pengusung malah tidak turut mengantarkan Jefri-Ibrahim ke kantor KPUD, bahkan dukungan baru mereka teken sehari sebelum masa pendaftaran berakhir. Namun pengurus PKS tetap membutkikan komitmen mereka, dalam masa kampanye dan pemenangan, PKS terbukti tetap memberikan dukungan dan semangat juang yang sama untuk memenangkan pasangan Jefri Noer-Ibrahim Ali. Sekali lagi, potensi rusuh di pilkada teratasi sudah.

Dalam logistik pemilu, potensi kerusahan dalam pilkada muncul dari penetapan DPT, karena dari 486.280 DPT yang ditetapkan oleh KPUD kampar, diduga 5000 lebih diantaranya DPT ganda, Protespun dilayangkan ke Panwaslu kampar yang segera bertindak untuk memverifkasi, akhirnya dari 5000 DPT ganda tersebut, hanya 975 saja yang terbukti ganda. KPUD kamparpun segera mengistruksikan agar PPS yang bersangkutan segera mencek DPT ganda dan hanya mengizinkan satu saja pencoblosan. Walaupun sedikit rumit namun masalah DPT ini akhirnya tuntas -tas -tas dan tidak ada komplein.

Potensi kerusuhan lain adalah, saat penetapan calon terpilih di Labersa Hotel yang dilaksanakan tanggal 14 Agustus 2011, dimana KPUD kampar menetapkan pasangan H Jefri Noer-Ibrahim Ali sebagai pemenang dengan perolehan suara sebanyak 125.231 suara atau sebesar 45, 85 % , mengalahkan pasangan Burhanuddin Husin MM yang mendapat dukungan 110.792 suara atau 40,56% dan pasangan Nasrun Efendi-TM Nizar dengan 36.895 suara atau 13,58%. Siapapun yang hadir di labersa Hotel saat itu pastilah cemas, karena saat penetapan hasil suara ini pasangan Burhan dan Zulher tidak ada yang hadir, bahkan tim sukses dan pendukungnya pun tidak menampakkan batang hidungnya. Banyak pihak menduga akan ada bantahan, bahkan ada penolakan besar-besaran.

Ditambah pula pengamanan yang super ketat di hotel termewah di Kampar itu menambah aroma ketegangan yang luar biasa. Namun akhirnya Agus S saksi dari Burhan-Zulher akhirnya muncul dan menyakan mereka menerima perhitungan. Tarikan nafas lega mengirini pembacaan surat keputusan KPUD Kampar nomor : 050/KPT/KPU-KPR-004.435228/10/.2011 tertanggal 14 Oktober 2011 tentang penetapan pasangan terpilih. Kerusuhan karena penolakanpun usai.

Potensi yang terbesar dalam pilkada kampar, adalah adanya gugatan dari pasangan balon independen Hardiman –Indra Putra. Hardiman yang menyerahkan dukungan sebanyak 31.023 ini ternyata yang dinyatakan sah oleh KPUD hanyalah 10.808 saja, masih sangat jauh dari syarat yang ditentukan yaitu 32.000 dukungan. Putra Batu belah kecamatan kampar inipun protes dan menuduh KPUD Kampar tidak melaksanakan verifikasi dengan benar. Maka gugatanpu dilayangkan, awalnya ke PTUN Pekanbaru yang sepertinya tidak memberikan hasil yang memuaskan. Hardimanpun melanjutkan gugatannya ke Mahkamah konstitusi dengan gugatan NO Nomor : 385/PAN.MK/X/2011.

Gugatan Hardiman ini membuat Kampar yang sudah senang dengan akhir pilkada yang manis menjadi gelisah, bagaimana kalau gugatan Hardiman ini dikabulkan MA, haruskah pilkada Kampar bernasib seperti Pilkada Pekanbaru dalam versi yang berbeda?. Maka perhatian politipun tercurah ke gedung MK di Jakarta. Dan akhirnya kamis malam, MK memberikan jawaban bahwa gugatan Hardiman ditolak dan tahapan pilkada Kampar dinyatakan sesuai dengan aturan.

Ini adalah keputusan yang melegakan sekaligus indah, betapa tidak, selain tidak memgharuskan pilkada Kampar diulang, Hardiman sendiri usai putusan sidang menyambutnya dengan legowo. Malah dengan tenang Hardiman menyatakan baginya yang penting bukan kalah atau menang, tapi proses demokrasi yang sudah dijalankan Kampar. Sungguh pernyataan yang romantis dalam politik.

Aman dan tertibnya pelaksanaan pilkada di Kampar memang bukan hanya karena Kampar mampu mengatasi semua celah rusuh itu dengan baik, tapi juga manusia yang mendukungnya juga punya niat baik yang sama. Pihak kepolisian misalnya, menyikapi bijak kondisi dan aura panas yang ada. Ketika salahsatu warga, Najmul Qomar memberikan laporan pencatutan tanda tangan ke mapolres Kampar, Kapolres Kampar AKBP Trio Santoso dengan santun mempersilahkan Najmul menyampaikan aduan ini terlebih dahulu ke panwaslu. ‘’Ini ranah pilkada dan sudah ada lembaga panwaslu yang menyelesaikannya ‘’ujarnya bijak.

Ketenangan Trio, yang dinobatkan sebagai Kapolres paling cool yang pernah bertugas di kampar, dalam menyikapi potensi rusuh ini juga ditunjukkannya selama tahapan, berulang-ulang kali bahkan sangat sering, Trio bicara pada awak media agar sama sama menciptakan kondisi aman. ‘’Tolong sampaikan pada warga, tolong himbau warga dan semua elemen yang ada untuk menjaga pilkada ini. Tolong minta semua pihak memberikan bukti sayangnya pada Kampar dengan berlaku tertib dan berbesar hati dalam pilkada ini. ‘’. Ucapan tolong ini sangat sering disampaikan Trio dan itu diaplikasikanya pada aparatnya menjelma menjadi kenyataan. walaupun ada beberapa kali aksi demo di KPUD Kampar di Bangkinang, namun segera diatasi dengan baik. Prinsip; “Pendemo Senang, Polisipun Tenang “ benar-benar nyata dilapangan.

Dalam politik tentu semuanya punya ambisi dan kepentingan dan pilkada adalah perhelatan politik. Namun niat baik untuk kebaikan kampar mengalahkan semua itu. Sikap ini ditunjukkan dengan kesatria oleh dua pasangan yang kalah dalam pertarungan seperti pasangan Nasrun-Nizar, yang langsung menyatakan selamat dan dukungannya kepada pasangan terpilih Jefri Noer- Ibrahim Ali. Sikap ini juga ditunjukkan oleh pasangan Burhan-Zulher.

Burhanuddin Husin MM malah membuktikan sikap legowonya, dengan mengusung langsung persiapan pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih. Dalam rapat yang dihadiri seluruh kepala dinas, instansi dan camat se kabupaten kampar ini (9/11) yang lalu, Burhan memastika bahwa acara pelantikan itu berlangsung sebaik dan semeriah mungkin. ‘’Ini adalah tanggung jawab kita bersama, walaupun saya kalah namun saya berbesar hati, karena jabatan bukanlah yang utama ‘’ujarnya.

Burhan juga menjanjikan bahwa hingga akhir pilkada kampar akan menjadi pilkada terbaik se Indonesia. Dengan jujur ia berkata, ibarat ikan, kerusuhan dan tidak aman saat pilkada gantung kepada kepala, kalau kepalanya baik maka ekornya juga akan mengikuti. Dan sebagai kepala, Burhan sudah menunjukkan niat baiknya.

Semua potensi kerusuhan itu berakhir sudah, dan Kampar bisa dengan bangga menyatakan pilkada kamparlah yang terbaik di Riau bahkan di Indonesia saat ini. Memang masih ada sedikit PR yang tersisa, seperti nasib sekretaris KPUD Kampar Zulkifli yang rencannya akan dipolisikan karena memberikan kesaksian palsu. Namun kalau boleh berharap, sebaiknya pihak yang berkepentingan dalam kasus ini juga meniru sikap berbesar hati pihak yang lain hingga pilkada Kampar tidak ternoda.
Karena masih banyak PR-PR lain yang perlu diperhatikan, seperti masih ada 40 % tingkat kemiskinan di Kampar yang perlu diatasi, masih banyak sarana dan infrastruktur yang perlu dibenahi dan masih banyak persoalan lain yang perlu diselesaikan. Dan itu butuh kosentrasi lebih besar.

Walaupun pelantikan belum dilaksanakan, saya ingin mendahului memberikan apreasiasi kepada Burhan-Teguh Sahono yang sudah memberikan sumbangsih yang cukup besar untuk kampar selama lima tahun ini, begitu juga untuk Drs Zulher MS yang sudah memberikan pengabdian tidak terkira kepada daerah selama masa baktinya di kampar. Dan kepada pasangan Jefri Noer-Ibrahim Ali saya sampaikan ucapan selamat memimpin Kampar kembali. Kebesaran seorang pemimpin bukanlah hanya saat ia bisa memenangkan hati rakyat, namun juga saat ia bisa mewujudkan janjinya pada rakyat. Dan kampar menunggu itu.

 

Ketika Balimau Kasai Digugat (Lagi….) Maret 17, 2010

Filed under: adat kampar — rinahasan @ 3:22 am
Tags: , , , , , , , ,

Harusnya Kita Sudah Tersadar

Ada hal yang menarik ketika  pertemuan antara kantor Depag Kampar dengan Pemkab Kampar di Bangkinang Jumat (12/3)  pekan lalu, dalam pertemyan ini Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur, SH, MM secara halus (namun mengenaaaa banget) memberikan kritik membangun tentang pelaksanaan acara budaya Balimau Kasai yang dinilainya beberapa tahun terakhir telah sedikit berubah dari tradisi balimau kasai sesungguhnya.

Menurut Ketua Tariqat Naqsabandy tersebut harusnya pihak-pihak berkompeten di Kabupaten Kampar seperti  Pemdakab, ninik mamak, tokoh agama, generasi muda mengemas acara balimau kasai itu jadi acara budaya bernuansa agama. ‘’Kan, aneh, bila pemuka adat tepatnya ninik mamak dan aparatur pemerintah melihat anak keponakan mandi-mandi di Sungai Kampar. Menonton orang mandi itu bukan bagian dari budaya balimau kasai, ujar Asyari Nur sambil tersenyum.

Dulu….menurutnya  pada awal acara balimau kasai yang diketahuinya saat salah satu muridnya datang kerumah guru ngaji untuk meminta maaf sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Sedangkan seluruh lapisan masyarakat secara sadar dan ikhlas mendatangi orang-orang tua di kampung, para tokoh agama dan tokoh adat untuk saling bermaaf-maafan dengan diiringi rasa kekeluargaan yang mendalam, kebersamaan yang hakiki yang diperlambang dalam bentuk makan bajambau.

’’ Jadi mengapa kedepan tradisi Balimau Kasai tidak dikemas dalam nuansa agama seperti menggelar acara khattam Al-Qur’an, pemberian santunan untuk anak yatim, pemberian bantuan untuk orang-orang miskin, bantuan untuk anak-anak berprestasi dibidang pendidikan atau pun pemberian penghargaan bagi pemuka agama dan tokoh masyarakat yang pantas diberi penghargaan atau memberikan modal usaha bagi keluarga miskin dan kegiatan gotong royong pembersihan tempat-tempat ibadah dan lembaga pendidikan agama serta melaksanakan acara hiburan bernuansa tradisi dan sekaligus bernuansa agama ’’ usulnya

Kritikan yang disampaikan  Kakanwil Depag ini sebenarnya bukan kritikan yang pertama tentang kegiatan Balimau Kasai, banyak pihak yang sudah mencoba mengingatkan tentang betapa Jauhnya tradisi budaya itu bergeser bahkan sudah tidak bisa disamakan antara balimau kasai dulu dan sekarang.

Tapi sayangnya gugatan demi gugatan bahkan yang disampaikan ulama sekalipun sepertinya tidak mampu membangun Pemkab atau masyarakat yang sudah tertidur dibuai dengan istilah event budaya (entah budaya mana itu…) Balimau kasai saat ini adalah kegiatan seremonial kedatangan pejabat baik tingkat propinsi atau kampar, lalu ada lomba sampan hias dan acara inti…mandi mandi..berbaur lelaki perempuan didepan Mamaknya, bersama ughang somondo, hilang sudah malu…….

Yang mengherankan ini malah digadang-gadangkan, walaupun sudah dibungkus dengan aneka lomba seperti lomba azan, rebana dan sebagainya namun kegiatan mandi bareng tetap acara utama..dan dikatakanlah ‘’ kegiatan pariwisata kampar ‘’  .

Pernyataan ini yang membuat saya heran..pariwisata dari mana? Wong ndak ada turisnya, jangankan turis luarnegeri..luar Kabupaten Kampar juga tak ada, kalaupun ada yang datang dari Pekanbaru ..itu ughang Kampar Juga. Lebay…..

Dan yang lebih heran lagi, dalam diskusi saya denga salah satu staff dinas pariwisata Kampar malah merencanakan akan memajukan pelaksanaanya dua atau tiga hari sebelum ramadhan, dengan alasan agar tidak menganggu sholat tarawih pada malam pertama ramadhan karena seremonial dengan pejabat cukup lama dan menyita waktu dan dengan lapangnya hari maka akan banyak kesenian yang bisa ditampilkan.

Walaupun alasannya kedengaran logis namun menurut saya preeeettttt….nggak mutu. Lha iya lah, balimau kasai itu bukanlah acara seremonial dan bukan untuk tari-tarian, namun esensialnya adalah pembersihan diri seperti minta maaf kepada orang tua dan saudara-mara, mengunjungi orang tua dan sanak yang laim. Lagipula siapa suruh melaksanakans eremonialnya petang hari..wong zaman dahulunya kegiatan dimulai pagi hari dimana para Ninik mamak dikenegerian naik ke balai adat dan saling berunding untuk kegiatan pembangunan setahun berikutnya…..lalu sekitar usai dhuha mereka pulang saling bersilaturahmi dan ba’da asyar mandi membersihkan diri ditepian masing masing….

Lalu darimana datangnya pacu sampan hias yang habisnya uang daerah berjuta-juta bahkan ratusan juta, darimana datangnya acar seremonial dan darimana datangnya mandi bareng? ……hmmmm jalan dianjak orang yang..ontahlah…

Banyak pihak sudah mengingatkan namun sayangnya yang tidur ini sangat lelap bahkan munkin ngorok sehingga tidak terdengar orang yang menjagakan, entahlah kalau dengan kritikan dari kakanwil depag ini..karena saat itu wajah wajah pejabat yang hadir cukup memerah..semoga ya Pak…….

Kampar 17 maret 2010

-Ummu Bintang-

 

Dadio, Minuman Khas Penambah Vitalitas dari Kampar September 7, 2009

Mumpung bulan puasa mungkin bicara minuman cukup menyenangkan, selain bisa menambah semangat untuk menunggu saat berbuka puasa juga menambah salah satu menu yang bisa dijadikan dalam daftar menu buka puasa, saya ingin membicarakan tentang ‘’Dadio’’.

‘’Dadio ‘’adalah sebutan untuk susu kerbau liar yang sudah dipermentasi, susu kuda liar ini bentuknya putih dan kenyal dan rasanya….hmmmmm cukup menggiurkan kalau sudah diolah dengan bahan makanan lain. Dadio ini biasanya dibuat oleh para gubalo (peternak) kerbau atau para peladang, susu kerbau tersebut dimasukkan dalam tabung buluo (bambuu) selanjutnya mengalami proses pembasian sendiri. Bambu ini dipotong dengan ukuran sejengkal lalu diatasnya ditutup dengan dauh pisag kering, aroma bamboo yang khas dan daun pisang kering ini tentunya menambah aroma dan  kelezatan dadio ini, biasanya dadio sudah dapat dikonsumsi sejak satu bulan dimasukkan ke bamboo namun layaknya anggur yang baik semakin lama masa permentasinya maka semakin tinggi mutunya dan semakin lezat rasanya….

Saya tidak tahu apa manfaat susu ini secara ilmiah, namun bagi masyarakat Kampar susu kerbau ini sangat popular apalagi pada zaman dahulu, saya masih ingat waktu kecil Dadio ini selalu menjadi barang wajib dalam hantaran belanja dalam suatu pernikahan. Konon katanya Dadio ini memberikan manfaat besar bagi vitalitas sang pengantin. Benar atau tidak….sayangnya saya tidak tahu pasti.

Namun yang jelas kalau dikaji kaji (ini sok pintarya saya saja lho yaa), memang banyak minuman ’’ penambah perkasa ’’ berasal dari susu hewan liar, seperti susu kuda liar dan sebagainya, mungkin ini bisa menjadi salah satu alasan kenapa dadio yang berasal daro kerbau ini juga diyakini mampu menjadi minuman penambah vitalitas terutama untuk kaum pria (untuk menguatkan tidak ada salahnya mencoba he he he)

Namun yang jelas, tingkat kolesterol minuman ini sangat tinggi, maka dianjurkan bagi yang mempunyai masalah dengan tensi darah atau kolesterol untuk berhati-hati menkonsumsinya apalagi dalam jumlah yang besar. Dadio juga banyak dimanfaatkan untuk obat seperti obat asma, darah rendah dan baik bagi ibu yang menyusui.

Lepas dari itu, Dadio ini menjadi minuman yang khas di Kampar, dan saat ini masih banyak ditemukan di beberapa pasar tradisional dan harganya ..lumyan murah, hanya Rp 4.500/tabung. Dan dari satu tabung bisa dapat banyak minuman atau makanan lho, karena untuk mendapatkan minuman yang lezat Dadio tidak langsung dikonsumsi begitu saja namun diolah  dengan makanan lain, seperti untuk kolak Dadio, dado dicampur dengan santan dan gula merah (lebih enak kalau gula aren asli), takarannya 3:1 artinya lebih banyak santan dan gulanya daripada Dadionya.

Dadio ini bisa juga diolah menjadi sirup, seperti yang tampak dalam gambar dimana sirup yang manis diberi tambahan dadio..kalau dicoba rasanya…hmmmm menyegarkan juga.  Minuman sirup dadio ini sudah dijadikan dinas perindustrian Kampar sebagai salah satu minuman khas Kampar dan dijual dipasar salah satunya menjadi menu di Labersa Hotel di SiakHulu. Penasaran…?  kunjungi saja Labersa.

Namun yang terpenting adalah..bagaimana kita melestarikan ini, untung-untung kalau kita bisa mengembangkannya menjadi lebih baik  seperti minuman yang punya nilai jual yang tinggi, selain bisa meningkatkan minuman khas ini juga bisa membantu masyarakat kita si pembuat dadio……., nah kenapa tidak mencoba untuk menu buka puasa….selamat mencoba

Kampar, ramadhan 1430 H/7-sept-009

 

Agustus 29, 2009

Filed under: adat kampar — rinahasan @ 4:16 pm
Tags: , , , , ,

Tungku Tiga Sajorangan atau Tungku Tiga Sajorangan?

pusat budaya_resize

Dalam adat Kampar ada suatu istilah yang dikenal  dengan Istilah Tiga Tungku Sajorangan dan Tali Nan Bapilin Tigo,  ungkapan ini digunakan untuk menggambarkan keberadaan tiga elemen penting yang mengatur pemerintahan dan kemasyarakatan di Kampar, tiga elemen tersebut adalah adat  melalui  perangkat adat yaitu Ninik Mamak, Hukum melalui aturan negera dan pemerintah dan Agama melalui alim ulama. Tiga elemen ini merupakan three in One, menyatu dalam kesatuan yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya dalam mengayomi masyarakat dan menjadi panutan masyarakat.

Namun saya tidak akan membicarakan tentang fungsi dan keberadaan elemen ini, namun mengenai pemakaian kata ’’ Tungku Tiga sajorangan, ’’ karena kata ini sangat familiar dan sering  digunakan dalam berbagai ungkapan dalam pertemuan adat seperti dalam basiacuong pasombahan, pituah dan nasehat adat, pidato pejabat bahkan dalam liputan berita oleh media. Istikah Tungku Tiga sajorangan dan Tali  nan Bapilin Tigo menjadi sangat akrab.

Namun suatu sore saya dalam suatu silaturahmi dengan beberapa pemuka adat di Kampar seorang penghulu dari kenegerian XIII Koto Kampar mendekati  saya dan berkata ’’ Nak saya mau diskusi tentang kata ’’Tiga Tungku sajorangan yang sering kita ucapkan bahkan sering ananda tulis, karena menurut saya itu kurang tepat ’’ujarnya. Saya memberikan perhatian serius dan berkata ’’benarkah?’’.

Penghulu yang bergelar Dt Atin tersebut menjelaskan, maksud yang ingin disampaikan dalam kata ini adalah tiga elemen yang ingin digambarkan menjadi satu, ibarat sebuah tungku yang tidak akan bisa tegak berdiri kalau salah satu tiangnya hilang. Dan Tungku memang selalu terdiri dari tiga tiang sehingga bisa berdiri kokoh dan menopang wadah makanan diatasnya, itulah tiga elemen adat, hukum dan agama yang harus dilaksanakan ketigannya sehingga masyarakat itu menjadi kokoh.

Nah persoalannya adalah pengertian  kata ’’tiga ’’, diketahui bahwa satu tungku harus tiga tiang baru bisa menjadi satu badan jorangan atau sajorangan, maka kalau digunakan kata ’’Tiga tungku sajorangan, ’ maka tiangnya akan menjadi sembilan, karena satu tungku mempunyai tiga tiang maka tiga tungku kalikan dengan tiga tiang maka menjadi sembilan. ’’sehingga saya rasa kata tiga tungku sajorangan adalah kurang tepat namun yang benar adalah… Tungku Tigo sajorangan  artinya satu tungku mempunyai tiga tiang baru bisa menjadi wadah sajorangan ’’ jelasnya.

Alamak…padahal selama ini saya sangat sering mengucapkan atau menulis kata ’’Tiga tungku ’’ bukannya ’’Tungku tiga ’’, seperti memahami fikiran saya Dt Atin mengatakan ’’Tak apa Nanda, karena bukan hanya nanda, banyak spanduk, baliho dan bahkan pidato pejabatpun yang mengucapkan kalimat seperti itu, namun seperti petuah lama sesat ditengah jalan balik ke pangkal jalan….. mulai sekarang perbaiki itu, ’’ujarnya bijak.

Yaa..bagi anda yang mungkin sudah membaca dan melapazkan kalimat itu dengan baik barangkali tulisan ini tidak begitu menarik namun bagi saya ini suatu peringatan agar kedepan saya lebih berhati hati dalam menulis atau mengucapakan kalimat petuah adat.

Dalam perjalanan pulang saya berfikir ; kalau begitu bagaimana dengan penggunaan kalimat ’’Tali nan Bapilin tigo? ’’ karena kalimat ini mempunyai maksud dan mana yang lebih kurang sama dengan Tinga tungku eeh….Tungku Tigo sajarongan, bukankan yang dipilin itu sebenarnya tiga tali bukannya tali yang dipilin sebanyak tigo kali?, tigo tali itu adalah Ninik Mamak, Pemerintah dan Ulama yang harus selalu erat bersatu untuk mengikat persatuan masyarakat, pilinnya boleh berulang ulang kali tidak harus tiga, karena kalau hanya tiga manalah kokoh sampai ke ujung ’’Kalau begitu yang benar adalah ’’Tali Tigo sapilinan atau Tali Tigo nan Bapilin? ’ tanya saya dalam hati. Wah kalu begitu saya masih salah juga selama ini.

Sayangnya Dt Atin bukan bersama saya lagi sehingga saya tidak bisa mengkomfirmasikan jawabannya, atau anda punya jawaban untuk saya?

Kampar, 30 Agust 2009

 

Wilayah dan Kecamatan di Kabupaten Kampar November 1, 2008

Filed under: Uncategorized — rinahasan @ 7:37 am
Tags:

Dengan adanya pertambahan penduduk dan keluasan dalam undang undang Otonomi daerah maka kabupaten Kampar saat ini terdiri dari 200 kecamatan dengan 219 Desa/kelurahan yang sudah menjadi defenitif, dan dalam perkembangannya Kampar sedang dalam tahap proses pemekaran desa yang direncanakan akan menjadikan Kampar memiliki 250 desa dan kelurahan.

Dalam kecamatan ini terdapat dalam enam wilayah kawasan yang mempunyai kateristik tersendiri, dalam artian mempunyai kesamaan budaya dan adat secara lebih khusus, lima wilayah ini adalah wilayah Kampar dan Tambang, wilayah Serantau Kampar Kiri, Wilayah Tapung Raya, Wilayah Tapung Raya, Wilayah Bangkinang dan wilayah XIII Koto Kampar.

Wilayah ini dalam wilayah adat sama dengan wilayah Lima koto, wilayah Tiga koto di hilir, wilayah Kampar Kiri, wilayah XIII Koto Kampar dan Wilayah Tapung.

Namun dalam administrasi pemerintahan 20 kecamatan yang terdapat dikabupaten Kampar terdiri dari:

Kecamatan Kampar Kiri dengan Ibu Kota Lipat Kain
Kecamatan Kampar Kiri Hulu dengan Ibu Kota Gema
Kecamatan Kampar Kiri Hilir dengan Ibu Kota Sungai Pagar
Kecamatan Kampar Kiri Tengah dengan Ibu Kota Simalinyang
Kecamatan Gunung Sahilan dengan Ibu Kota Gunung Sahilan
Kecamatan XIII Koto Kampar dengan Ibu Kota Batu Bersurat
Kecamatan Bangkinang Barat dengan Ibu Kota Kuok
Kecamatan Salo dengan Ibu Kota Salo
Kecamatan Tapung dengan Ibu Kota Petapahan
Kecamatan Tapung Hulu dengan Ibu Kota Sinama Nenek
Kecamatan Tapung Hilir dengan Ibu Kota Kota Garo
Kecamatan Bangkinang dengan Ibu Kota Bangkinang
Kecamatan Bangkinang Seberang dengan Ibu Kota Muara Uwai
Kecamatan Kampar dengan Ibu Kota Airi Tiris
Kecamatan Kampar Timur dengan Ibu Kota Kampar
Kecamatan Rumbio Jaya dengan Ibu Kota Teratak
Kecamatan Kampar Utara dengan Ibu Kota Sawah
Kecamatan Tambang dengan Ibu Kota Tambang
Kecamatan Siak Hulu dengan Ibu Kota Pangkalan Baru
Kecamatan Perhentian Raja dengan Ibu Kota Perhentian Raja